Manajemen Rantai Pasok Dan Proyeksi Sertifikasi Halal Pedagang Daging Ayam Kota Kediri

Andriani Andriani

Abstract


Perkembangan industri halal Indonesia memiliki peningkatan pada setiap waktunya. Tingkat konsumsi atas produk halal di Indonesia sangat tinggi, bahkan di tahun 2021 pada sektor industri makanan dan minuman halal menempati posisi dua dalam ekonomi global. Kota Kediri salah satu wilayah yang turut mendukung program SEHATI atau Sertifikat Halal Gratis bagi pelaku UMKM. Mengingat sektor makanan dan minuman menjadi unggulan industri halal Indonesia, pasokan bahan baku halal menjadi hal penting. Daging unggas seperti ayam merupakan salah satu bahan makanan yang diminati masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Kediri. Perkembangan industri halal Kota Kediri tentu harus dapat dikelola dengan baik untuk mewujudkan cita-cita sebagai pusat industri halal dunia. Salah satu bentuk manajemen dalam kegiatan industri ialah manajemen rantai pasok yang menyangkut keseluruhan proses produksi. Penelitian ini bertujuan membahas terkait penerapan manajemen rantai pasok bagi industri halal food Kota Kediri, khususnya dalam proyeksi sertifikasi halal pedagang daging ayam. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan analisis secara deskriptif. Adapun pendekatan penelitian ini adalah studi kasus, hal ini karena penelitian berfokus pada objek secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skema yang dapat dilakukan pada manajemen rantai pasok industri halal food Kota Kediri terkait pedagang daging ayam meliputi posisi supplier atau peternak ayam yang merawat secara Islami. Kemudian manufactur atau rumah produksi sembelih daging ayam yang memenuhi syarat Islami. Selanjutnya posisi distributor atau pendistribusian daging ayam menuru pasar bebas Islam. Posisi berikutnya yaitu retail dalam hal ini pedagang kecil atau rumahan yang menjual daging ayam memperhatikan etika bisnis Islam. Posisi terakhir yaitu customers atau konsumen, sebagai pihak yang mengonsumsi daging ayam sesuai konsumsi Islam. Proyeksi sertifikasi pedagang daging ayam di Kota Kediri cukup besar. Ketika dihitung dari sepuluh pasar besar yaitu Pasar Bandar, Pasar Campurejo, Pasar Mrican, Pasar Ngaglik Ngadisimo, Pasar Banjaran, Pasar Setono Betek, Pasar Pahing, Pasar Grosir Ngronggo, Pasar Centong Santren, Pasar Tempurejo. Bahwa ketika masing-masing pasar tersebut memiliki minimal 5 pedagang daging ayam, maka harus ada 50 sertifikat halal. Kemudian ketika masing-masing pasar tersebut memiliki minimal 10 pedagang daging ayam, maka harus ada 100 sertifikat halal. Sedangkan jumlah total sertifikasi halal gratis yang dikeluarkan Kota Kediri berjumlah 637. Sehingga sertifikasi halal gratis bagi pedagang daging ayam sekitar 7,8% dan 15,6% dengan proyeksi 5/10 pedagang daging ayam di sepuluh pasar besar Kota Kediri.


Keywords


Manajemen Rantai Pasok, Sertifikasi Halal, Daging Ayam, Kota Kediri

References


Asmawi, M. N. (2018). “Kebijakan Pendidikan Islam Pada Era Globalisasi, Pasar Bebas Dan Revolusi Industri 4.0”. Scolae: Journal of Pedagogy, 1 (2): 101–119.

Astuti, M. (2020). “Pengembangan Produk Halal Dalam Memenuhi Gaya Hidup Halal (Halal Lifestyle)”. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 1 (1): 14–20.

Athiroh, N. (2022). Potret Budaya Halal dan Industri Halal di Jawa Tinur. Surabaya: Inara Publisher.

Basri, S., & Norman, E. (2018). “Konsep Produksi Islami”. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 1 (2): 161–187.

Duratul U. (2021). “Penerapan Rantai Suplai Makanan Halal Pada Industri Pengolahan Kopi Di Bedhag Kopi Roastery Jember”. ILTIZAMAT: Journal of Economic Sharia Law and Business Studies, 1 (1): 45–56.

Furqon, I. K. (2018). “Teori Konsumsi Dalam Islam”. Adzkiya : Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 6 (1): 1–18.

Hardi, E. A. (2020). “Etika Produksi Islami: Maslahah Dan Maksimalisasi Keuntungan”. El-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam, 8 (1): 98–119.

Hasibuan, A., & Sahir, S. H. (2021). Manajemen Logistik dan Supply Chain Management. Yogyakarta: Yayasan Kita Menulis.

Hidayat, W. (2017). Perencanaan Pembangunan Daerah: Pendekatan Pertumbuhan Ekonomi, Disparitas, Pendapatan, dan Kemiskinan. Malang: UMM Press.

Kamila, E. F. (2021). “Peran Industri Halal Dalam Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Di Era New Normal”. Jurnal Likuid, 1 (1): 33–42.

Latif, A. B. (2013). “Manajemen Laba DalamTinjauan Etika Bisnis Islam”. Dinamika Ekonomi Dan Bisnis, 7 (1): 1-22.

Mairinda, A. (2021). Berkenalan Dengan Jaminan Produk Halal di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Martono, R. V. (2019). Dasar-Dasar Manajemen Rantai Pasok. Jakarta: Bumi Aksara.

Nasrullah, A. (2016). “Analisis Potensi Industri Halal Bagi Pelaku UsahaDi Indonesia”. At-Tahdzib, 3 (2): 80–91.

Nasution, L. Z. (2020). “Penguatan Industri Halal Bagi Daya Saing Wilayah: Tantangan Dan Agenda Kebijakan”. Journal of Regional Economics Indonesia, 1 (2): 33–57.

Nining, P. (2015). “Peran Manajemen Ratai Pasokan (Supply Chain Management) Bagi Industri Kreatif Berbasis Industri Keramik”. Jurnal Administrasi Kantor, 3 (2): 25–38.

Pujayanti, D. A. (2020). “Industri Halal Sebagai Paradigma Bagi Sustainable Development Goals Di Era Revolusi Industri 4.0”. Youth & Islamic Economic Journal, 1 (1): 20–33.

Prihatiningsih, D. (2015). Mudahnya Belajar Statistik Deskriptif. Semarang: Saru Untung.

Rapanna, P., & Sukarno, Z. (2017). Ekonomi Pembangunan. Makassar: Sah Media.

Rasyaf, M. (2017). Berternak Ayam Petelur. Jakarta: Penebar Swadaya.

Ricky, D. (2022). Pengantar Ilmu Ekonomi Peternakan. Jakarta:Penerbit Bumi Aksara.

Rukin. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Jakad Media Publishing.

Saifullah. (2014). “Etika Bisnis Islami Dalam Praktek Bisnis Rasulullah”. Journal of Chemical Information and Modeling, 3 (2): 127–156.

Samsul, S. M., & Jafar, Wa. ( 2022). “Peluang Dan Tantangan Industri Halal Indonesia Menuju Pusat Industri Halal Dunia”. Journal of Islamic Economics, 4 (1): 12–24.

Septiana, A. (2015). “Analisis Perilaku Konsumsi Dalam Islam”. Dinar, 2 (1): 18–32.

Shofi’unnafi, S. (2020). “Muslim Milenial Sebagai Katalisator Industri Pariwisata Halal Indonesia: Mencari Titik Temu Potensi Dan Atensi”. Jurnal Ilmiah Syi’ar, 20 (1): 89-115.

Sholeh, M. N. (2020). Manajemen Rantai Pasok Konstruksi. Yogyakarta: Pustaka Pranala.

Subarkah, A. Ri. (2018). “Potensi Dan Prospek Wisata Halal Dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah (Studi Kasus: Nusa Tenggara Barat)”. Jurnal Sosial Politik, 4 (2): 49-65.

Sucahyowati, H. (2013). “Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)”. Majalah Ilmiah Gema Maritim, 13 (1): 20–28.

Sukardi, B. (2013). “Corporate Governance Engineering of Islamic Banking and Finance: Tantangan Globalisasi Sistem Ekonomi Dan Pasar Bebas”. Tsaqafah, 9 (1): 149-165.

Srisusilawati, P, dkk. (2022). Manajemen Pariwisata. Bandung: Widina Media Utama.

Syahrial, M. (2022). Manajemen Pariwisata Halal. Surabaya: Jakad Media Publishing.

Warella, S. Y, dkk. (2021). Manajemen Rantai Pasok. Yogyakarta: Yayasan Kita Menulis.

Yusril, A. M. (2020). “Model Pengembangan Industri Halal Food Di Indonesia”. At-Tasyri’: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 1 (1): 30–49.

Yuwanta, T. (2016). Dasar Ternak Unggas. Yogyakarta: Kencana.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/bisnis.v11i1.19965

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 BISNIS : Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.