KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN: Modal Dasar Pengembangan Organisasi Dakwah

Eko Sumadi

Abstract


Artikel ini berusaha mengulas wawasan keislaman dan wawasan
kebangsaan yang semestinya menjadi ruh setiap ormas Islam
di Indonesia. Faktanya tidak sedikit ormas Islam di Indonesia
yang memiliki sikap eksklusif dalam tafsiran sekaligus dalam
mengekspresikan pemahamannya. Ada monopoli kebenaran
yang sesungguhnya hanyalah persoalan beda tafsir dan beda
pemahaman. Sehingga berimplikasi pada nalar penyeragaman,
bahwa berbeda berarti salah. Ide demikianlah yang sering kali
memicu kegaduhan dan bahkan kontak fisik antar sesama
umat Islam di Indonesia. Selain itu, ide-ide transnasional juga
sudah mewabah di negeri ini yang secara tidak langsung berarti
ancaman bagi integritas dan keutuhan bangsa Indonesia sebagai
sebuah Negara kesatuan republik Indonesia. Dari kajian yang
penulis lakukan, sampai pada kesimpulan bahwa; Pertama, sikap
toleransi dan sikap menghargai setiap perbedaan harus dijunjung
tinggi. Karena pada wilayah penafsiran sangat mungkin lahir
berbagai perbedaan (khilafiyah), tidak ada kebenaran yang
mutlak di wilayah pemikiran dan pemahaman, yang ada hanyalah
kebenaran relatif. Maka hal demikian harus senantiasa menjadi
kesadaran setiap aktivis ormas Islam di Indonesia. Kedua, setiap
aktivis ormas Islam di Indonesia juga harus memiliki wawasan
kebangsaan yang komprehensif dan senantiasa mengedepankan
sikap nasionalisme. Harus ada kesadaran bahwa Indonesia bukan Negara Agama, bukan juga Negara sekuler melainkan Negara religius. Sehingga rumusan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan suatu dasar yang sudah final. Selanjutnya segala sikap dan tindakan yang bertentangan dengan 4 pilar kebangsaan tersebut harus dijauhi dan ditinggalkan.


Keywords


Toleransi, keislaman dan kebangsaan

Full Text:

PDF

References


Al-Jamali, Muhammad Fadhil. 1992. Menerabas Krisis Pendidikan

Dunia Islam. (terj.) H.M. Arifin. Cet. II; Jakarta: Golden

Trayon Press.

Faiz, Fahruddin. 2015. Hermeneutika al-Qur’an: Tema-tema

Kontroversial. Yogyakarta: Kalimedia.

Khadziq, 2009. Islam dan Budaya Lokal. Yogyakarta: Teras.

Manna Khalil al-Qattan, 2015. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an. (terj.)

Mudzakir, cet. 18; Jakarta: Pustaka Litera Antar Nusa.

Nafi’a Ilman, 2008.Wawasan Kebangsaan NU dan Aktualisasinya

setelah Kemerdekaan. Jakarta: SPs UIN Syarif

Hidayatullah.

Nasution, Harun. 1983. Filsafat dan Mistisisme Dalam Islam. Cet.

III; Bandung: Nulan Bintang.

Nasution, Khoiruddin. 2012.Pengantar Studi Islam, Yogyakarta:

Academia.

Noor, Fauz. 2012. Berpikir Seperti Nabi, Yogyakarta: LKiS.

Rahman, Fazlur. 1983. Tema Pokok Al-Qur’an. Bandung: Pustaka.

Samud. 2016. Relasi Islam dan Negara dalam Perspektif Gus Dur,

Jawa Barat: Tulus Pustaka.

Tabrani. 2015. Arah Baru Metodologi Studi Islam, Yogyakarta:

Ombak.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

This Journal Indexed by :

http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/crossref.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/moraref.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/ipi.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/academiaedu.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/googlescholar.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/sinta.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/issuu.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/cosmos.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/isjd.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/journalfactor.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/jifactor.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/journaltocs.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/scholarsteer.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/academiakeys.jpg

Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah, This ejournal system and it's contents licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License