SHALAT SEBAGAI PERJALANAN RUHANI MENUJU ALLAH

Istianah Istianah

Abstract


Shalat sebagai perjalanan spiritual, proses transendensi
(berpindahnya jiwa) menuju Allah. Naiknya jiwa
meninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam diri
manusia menuju kehadirat Allah. Menuju Zat yang
Maha Mutlak sebagai puncak tujuan ruhani, sandaran
istirahatnya jiwa, sumber hidup, sumber kekuatan,
dan sumber mencari inspirasi. Manusia harus bergerak
di sebuah ruangan yang mana Allah sebagai poros
sumbunya. Orang yang telah mampu memahami bahwa
Allah sebagai sumbu segala gerak hidupnya, dialah
sebetulnya yang telah mengalami kebebasan. Sebab
kebebasan secara spiritual merupakan kemampuan
manusia menaklukan ego duniawinya dan desahan setan
yang selalu tampak menggiurkan. Dengan mengarahkan
jiwa kepada Allah, ruhani akan mengalami pencerahan
karena berada pada ketinggian yang tak terbatas. Pikiran
terlepas dari keadaan riil dan panca indra melepaskan diri
dari segala macam keruwetan. Sehingga jiwa mengalami
ketenangan dan ketentraman. Oleh karena itu, setelah
shalat seharusnya manusia aktif menjalankkan peran
kekhalifahannya dengan melakukan transformasi sosial,
merealisasikan misi Rasulullah saw. sebagai Rahmatan lil
‘Alamin dengan membangun tatanan kehidupan dunia
yang aman, adil dan sejahtera.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21043/esoterik.v1i1.943

Esoterik : Jurnal Akhlak dan Tasawuf
Published by Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin collaborated with Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (Kotaterapi), Institut Agama Islam Negeri Kudus

Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Phone: +62291-432677
Website: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/esoterik
Email: [email protected]/[email protected]