Komunikasi Transendental: Nalar-Spiritual Interaksi Manusia Dengan Tuhan (Perspektif Psikologi Sufi)

Nur Ainiyah, Mohammad Isfironi

Abstract


Komunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manusia, manusia akan merasakan keterasingan jika tidak berkomunikasi, sejak sebelum lahir bahkan di alam ruh manusia melakukan komunikasi tansendental dengan Tuhan yang dikenal dengan komunikasi pertama yakni komunikasi primordial. Lebih lanjut kemudian manusia dengan nalar dan spiritualistasnya mencoba memahami tiap pesan verbal (tekt) yang ada dalam al-quran yang disampaikan Tuhan melalui Malaikat dan para Nabi. Selain pemahaman akan pesan verbal ini, manusia juga memahami tiap simbol non verbal dari tanda-tanda kebesaran Tuhan yang terhampar di alam semesta baik melalui bantuan teks maupun melalui proses nalar –spiritualnya. Dengan pemahaman Tuhan sebagai komunikator tunggal atas kekuasaan semesta serta kecintaan manusia akan tiap takdir dan fitrah yang Tuhan berikan maka tiap tahapan dari penerimaan pesan, keikhlasan menjalani pesan bahkan menjalani tiap fase komunikasi spiritual untuk dekat dan cinta terhadap tuhan dilakukan oleh manusia melalui jalan sufi atau jalan tasawuf. Proses penerimaan makna komunikasi transendental yang dimulai dengan Tobat, Wara’, Faqr, Sabar, Tawakkal dan Ridha. Merupakan proses komunikasi tansendental efektif yang dilakukan manusia dengan pendekatan keagamaan secara praksis agar manusia memperoleh ketenangan jiwa dan raga.

Keywords


komunikasi, transendental, sufistik

Full Text:

PDF

References


Al-Attas, Syed Muhammad Naquib.1995. Islam dan FilsaSains.Bandung: Mizan

Ghulsyani, Mahdi. 1994. Sains menurut Al-Quran. Bandung: Mizan.

Kartanegara, Mulyadhi. 2006. Reaktualisasi Tradisi Islam. Jakarta: Baitul Ikhsan.

Muhammad, Ashari. 2001. Mengenal Diri Melalui Rasa Hati. Yogyakarta: Pustaka Sufi.

Nataatmadja, Hidayat. 1994. Krisis Manusia Modern. Surabaya: Al-Ikhsan.

Qardhawi, Yusuf. 1996. Islam Peradaban Masa Depan.Penerjemah: Mustolah Maufur. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Saefullah, Ujang. 2007. KIapita Selekta Komunikasi. Pendekatan Budaya dan Agama.

Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Soewandi, Herman. 2004. Roda Berputar Dunia Bergulir. Bandung: Bakti Mandiri.

Amin, Ahmad, Hayy bin Yaqzan li Ibn Sina wa Ibn Tufail wa al-Suhrawardi, cet. III, Kairo: Dar al-Ma'arif, 1966.

al-Asy'ari, Imam Abu Hasan Ali bin Isma'il, Maqalat al-Islamiyin wa Ikhtilaf al-Mushallin, terj.

Rosihan Anwar, Bandung: Pustaka Setia, 1999.

Damej, M. Amin, Majmu'ah al-Rasail al-Muniriyah, juz 2, 1970.

al-Jauziyah, Ibn Qayyim, Kitab al-Ruh, ditahkikkan oleh Sayyid Jamili, cet. I, Bairut: Dar al-Kitab al-'Arabi, 1986.

Al-Jauziyah, Ibn Qayyim, Raudah al-Muhibbin wa Nuzah al-Mushtaqin, Kairo: Dar al-Fikr al-'Arabi tt.

Lane, Edward William, Arabic-English Lexicon, London: Islamic Texts Society Trust, 1984.

Manzur, Ibn, Lisan al-'Arab, ttp, Dar al-Ma'arif, t.th..

Mubarok, Achmad, Jiwa dalam Al-Qur'an, Jakarta: Paramadina, 2000.

Najati M. 'Uthman, Al-Dirasah al-Nafsaniyyah 'inda al-'Ulama' al-Muslimin, terj., Bandung: Pustaka Hidayah, 2002.

Othman, Ali Issa, Manusia menurut Al-Ghazali, cet. II, Bandung: Pustaka, 1987.

Redaksi, Dewan, Ensklopedi Islam vol. 4, Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1993.

Sina, Ibn, Ahwa al-Nafs, ditahkik oleh Ahmad Fuasd al-Ahwani Kaira: Dar Ihya' al-Kutub al-'Arabiyah, 1952.

Taimiyah, Ibn, Risalah fi al-'Aql wa al-Ruh, tt.

Warson, Ahmad Warson, Al-Munawwir, Yogyakarta: Pesantren Al-Munawwir, 1984.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/esoterik.v2i2.1898

Esoterik : Jurnal Akhlak dan Tasawuf
Published by Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin collaborated with Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (Kotaterapi), Institut Agama Islam Negeri Kudus

Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Phone: +62291-432677
Website: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/esoterik
Email: [email protected]/[email protected]