MENGURAI SEJARAH TIMBULNYA PEMIKIRAN ILMU KALAM DALAM ISLAM
Abstract
ABSTRAK
Utsman bin Affan adalah khalifah ketiga setelah Umar
bin Khattab. Sepeninggal Utsman bin Affan, tampuk
kepemimpinan umat Islam beralih kepada Imam Ali
bin Abi Thalib. Seperti yang termaktub dalam bukubuku
sejarah bahwa meninggalnya Khalifah Utsman
bin Affan dikarenakan ketidakpuasan sebagian umat
Islam pada waktu itu sehingga menyebabkan terjadinya
pemberontakan terhadap pemerintahannya. Pada masa
Khalifah Ali pun terjadi Perang Unta dan Shiffin. Perang
Shiffin yang diakhiri dengan tahkim atau arbitrase telah
menyebabkan munculnya berbagai golongan, yaitu
Muawiyah, Syiah (Pengikut) Ali, Khawarij dan sahabatsahabat
yang netral. Dari peristiwa yang diakibatkan oleh
perseteruan dalam bidang politik akhirnya bergeser ke
permasalahan teks-teks agama tepatnya masalah teologi
atau ilmu kalam.Aliran Khawarij yang mengatakan
bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir, dalam
arti keluar dari Islam.Aliran Murjiah yang menegaskan
bahwa orang yang berbuat dosa besar tetap mukmin
dan bukan kafir.Aliran Mu’tazilah yang tidak menerima
pendapat-pendapat di atas.Orang yang serupa ini
mengambil posisi di antara ke dua posisi mukmin dan
kafir (al-manzilah bain al-manzilatain). Lalu muncul
pula dua aliran Ilmu Kalam yang terkenal dengan nama
Qadariyah dan Jabariah. Qadariyah berpendapat bawah
manusia memiliki kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya.Sedang Jabariyah sebaliknya berpendapat
bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam
kehendak dan perbuatannya.
Kata Kunci : insiden unta, perang shiffin, tahkim, ilmu
kalam
Utsman bin Affan adalah khalifah ketiga setelah Umar
bin Khattab. Sepeninggal Utsman bin Affan, tampuk
kepemimpinan umat Islam beralih kepada Imam Ali
bin Abi Thalib. Seperti yang termaktub dalam bukubuku
sejarah bahwa meninggalnya Khalifah Utsman
bin Affan dikarenakan ketidakpuasan sebagian umat
Islam pada waktu itu sehingga menyebabkan terjadinya
pemberontakan terhadap pemerintahannya. Pada masa
Khalifah Ali pun terjadi Perang Unta dan Shiffin. Perang
Shiffin yang diakhiri dengan tahkim atau arbitrase telah
menyebabkan munculnya berbagai golongan, yaitu
Muawiyah, Syiah (Pengikut) Ali, Khawarij dan sahabatsahabat
yang netral. Dari peristiwa yang diakibatkan oleh
perseteruan dalam bidang politik akhirnya bergeser ke
permasalahan teks-teks agama tepatnya masalah teologi
atau ilmu kalam.Aliran Khawarij yang mengatakan
bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir, dalam
arti keluar dari Islam.Aliran Murjiah yang menegaskan
bahwa orang yang berbuat dosa besar tetap mukmin
dan bukan kafir.Aliran Mu’tazilah yang tidak menerima
pendapat-pendapat di atas.Orang yang serupa ini
mengambil posisi di antara ke dua posisi mukmin dan
kafir (al-manzilah bain al-manzilatain). Lalu muncul
pula dua aliran Ilmu Kalam yang terkenal dengan nama
Qadariyah dan Jabariah. Qadariyah berpendapat bawah
manusia memiliki kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya.Sedang Jabariyah sebaliknya berpendapat
bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam
kehendak dan perbuatannya.
Kata Kunci : insiden unta, perang shiffin, tahkim, ilmu
kalam
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.21043/esoterik.v1i1.1288
Esoterik : Jurnal Akhlak dan Tasawuf
Published by Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin collaborated with Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (Kotaterapi), Institut Agama Islam Negeri Kudus
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Phone: +62291-432677
Website: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/esoterik
Email: [email protected]/[email protected]
ISSN 2460-7576 (print) | EISSN 2502-8847 (online)

Esoterik: Jurnal Akhlak dan Tasawuf by Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














