Analisis Problematika Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Di Indonesia Menghadapi Era 4.0

Rhoni Rodin

Abstract


Era 4.0 merupakan era revolusi industri teknologi yang secara fundamental akan mengubah paradigma berpikir dan cara kerja. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis apa saja problematika yang dihadapi perpustakaan perguruan tinggi Islam dalam menyongsong era 4.0. Jenis penelitian ini adalah studi literatur. Studi literatur bisa didapat dari berbagai sumber, jurnal, buku, dokumentasi, internet dan pustaka. sedangkan analisis data dengan metode analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa ada beberapa problematika yang dihadapi perpustakaan perguruan tinggi Islam di Indonesia yaitu bahwa perpustakaan perguruan tinggi Islam tidak hanya mengedepankan peran tradisional dengan menyediakan sarana fisik semata, tetapi lebih dari sekedar itu pihak perpustakaan harus juga memahami value perpustakaannya, berkaitan dengan value ini tentunya merupakan suatu hal yang belum diimplementasikan di perpustakaan perguruan tinggi Islam di Indonesia, hal ini diindikasikan dengan masih banyaknya perpustakaan yang mengedepankan pengembangan sarana fisik semata, akan tetapi valuenya masih dikesampingkan. Perpustakaan perguruan tinggi Islam di Indonesia selain menghadapi perkembangan teknologi yang amat pesat, juga perlu siap menghadapi perubahan dalam perilaku pengguna yang ikut berubah sesuai perkembangan zaman. Problematika lainnya adalah aspek dari misi perguruan tinggi, yaitu mengembangkan dan memajukan penelitian. Gerakan open access juga merupakan salah satu tantangan yang harus segera dijawab oleh pihak perpustakaan perguruan tinggi Islam. Kemudian tantangan untuk mengakomodasi perubahan pesat dalam pengajaran yang juga amat dipengaruhi oleh perkembangan penggunaan teknologi informasi seperti sekarang ini.  

Keywords


problematika, perpustakaan perguruan tinggi Islam, Indonesia, era 4.0

Full Text:

PDF

References


Azmar, NJ. (2018). Masa depan perpustakaan seiring perkembangan revolusi industry 4.0 : mengevaluasi peranan pustakawan. Jurnal Iqra’ 10(01): 35-37.

Association of College and Research Libraries. 2012. “Connect, Collaborate, and Communicate: A Report from the Value of Academic Libraries Summits. Prepared by Karen Brown and Kara J. Malenfant. Chicago: Association of College and Research Libraries. (www.acrl.ala.org/value, diakses 30 januari 2019).

Association of College and Research Libraries. 2010. Value of Academic Libraries: A Comprehensive Research Review and Report. Research by Megan Oakleaf. Chicago: Association of College and Research Libraries. (http://www.ala.org/acrl/sites/ala.org.acrl/files/content/issues/value/val_report.pdf, diakses 30 Januari 2019).

Bradley M, Hemminger, B.M., Lu, D., Vaughan, K.T., dan Adams, S.J. (2007). “Information Seeking behavior of academic scientists”. Journal of the American Society for Information Science and Technology, 58 (14), 2205-2225.

Fatmawati, Endang. (2018). Disruptif diri pustakawan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Jurnal Iqra’ 12 (01) Mei 2018: 1-13.

Haines, L.l., Light, J., & O’Malley, D. (2010). “Information-seeking behavior of basic science researchs: implications for library services.” Journal for Medical Library Association, 98 (1), 73-81.

Hepworth, M. & Duvigneau, S. (2012). Building Research Capacity: Enabling Critical Thinking Through Information Literacy in Higher Education in Africa, Brighton, UK: the Institute of Development Studies. (http://opendocs.ids.ac.uk/opendocs/bitstream/handle/123456789/2301/BuildingResearchCapacityR1.pdf).

Indonesia. (2003). Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 55. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Indonesia. (2007). Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Jingfeng, X. (2011). “An anthropological emic-etic perspective on open access practices. Journal of Documentation, 67 (1), 75-94. Doi: 10.1108/00220411111105461.

Muntashir. (2012). “Analisis webometrics pada perpustakaan perguruan tinggi negeri di Indonesia”. Visi Pustaka, 14 (2), 39-49.

Majidah. (2018). Perubahan kultur akses informasi pustakawan dan pemustaka dalam revolusi industry 4.0, dalam proceeding open society Conference 2018, 35-46. Diunduh dari http://repository.ut.ac.id/7953/1/ocs-2018-3.pdf.

Nashihuddin, W., Suryono, F. (2018). Tinjauan terhadap Kesiapan Pustakawan dalam Menghadapi Distrupsi Profesi di Era Library 4.0: Sebuah Literatur Review. Khizanah al- Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan. 6(2), 86-97. Diunduh dari http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah/article/view/5922.

Noh, Younghee. (2015). Imagining Library 4.0: Creating a Modelfor Future Libraries. The Journal of Academic Librarianship,41(6),789-795. Diunduh dari http://dx.doi.org/10.1016/j.acalib.2015.08,020

Perpustakaan Nasional. (2015). Rencana Strategis Perpustakaan Nasional RI 2015-2019, Bab III tentang arah dan kebijakan, strategi, kerangka regulasi, dan kerangka kelembagaan. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Pendit, Putu Laxman. (2015). Peringkat universitas, budaya epistemik dan tantangannya bagi perpustakaan perguruan tinggi. Makalah Seminar Nasional Pengembangan Perpustakaan Akademik, Rabu 12 Agustus 2015. Ciputat: UIN Syarif Hidayatullah.

Ristiyono, M.Pandu. (2018). Peran Pustakawan Pendidikan Jarak Jauh di era Disrupsi; Studi kasus di Perpustakaan Universitas Terbuka. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Kearsipan dan Perpustakaan di Institut Pertanian Bogor (IPB) Gedung andi Hakim Nasution 10 – 11 juli 2018. Diunduh dari http://repository.ut.ac.id/7785/1/PANDU-OK-IPB--full%20papaer%20IPB-buat%20Repository.pdf.

Rodin, Rhoni. (2018). Optimalisasi layanan digital berbasis android untuk memperkuat inovasi dan kreativitas perpustakaan iain curup. Dalam Prosiding SNIPer Lampung 5-7 November 2018, hal. 109. Diunduh dari http://eprints.umpo.ac.id/4692/1/e-Prosiding-SNIPer-2018%20cover.pdf.

Sulistyo Basuki. (1991), Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Suparmo, P. (2012). “Menggagas kualitas perpustakaan perguruan tinggi”. Visi Pustaka, 14 (3), 51-59.

Siregar, A.R. (2008). “Perluasan peran perpustakaan perguruan tinggi”. Pustaha; jurnal studi perpustakaan dan informasi, 4 (1), 7-11. (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16086/1/pus-jun2008-(1).pdf

Xuemei, G. (2010). “Information-seeking behavior in the digital age: a multidisciplinary study of academic researchs”. College & Research Libraries, 71 (5), 435-455. (http://crl.acrl.org/content/71/5/435.full.pdf+html.

Saleh, A.R. 2010. “Peran perpustakaan di perguruan tinggi belum optimal. Mengapa?”. Rahman Blog. (http://rahman.staff.ipb.ac.id/2010/12/23/peran-perpustakaan-di-perguruan-tinggi-belum-optimal-mengapa/




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/libraria.v7i2.6505

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

 

 

 

 Creative Commons License

LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan by Perpustakaan IAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.