PERPUSTAKAANKU IDOLAKU

Dewi Yantiningsih

Abstract


Sebagai seorang praktisi di bidang pendidikan ada hal yang sempat menggelitik, dimana banyak anak sekarang kesulitan dalam mengapresiasikan bentuk bahasa tulis ke dalam bentuk bahasa lisan atau sebaliknya (gagap bahasa lisan dan tulis), hal ini dikarenakan kosakata bahasa tulis dan lisan yang ada pada anak tersebut sangatlah minim, salah satu penyebab utama adalah kurangnya minat baca, kurangnya minat baca akan berpengaruh besar terhadap usaha pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Suatu bangsa dapat dikatakan sebagai bangsa yang maju dan berkembang, bila tingkat minat baca, budaya berwacana, serta menulis masyarakatnya aktif. Artinya, mereka mampu merespon realitas fenomena sosial yang ada, termasuk fenomena tradisi membaca masyarakat Indonesia. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, perpustakaan diyakini sebagai penyedia utama layanan bacaan bagi masyarakat untuk mengukur seberapa besar tingkat minat baca suatu masyarakat, kuantitas serta kualitas sumber daya masyarakat itu sendiri.

Disamping sebagai representasi untuk membangun sumber daya manusia, perpustakaan juga diharapkan bisa menjadi agen utama dalam mendorong minat baca masyarakat serta mampu menyediakan bacaan yang cukup berkualitas kepada masyarakat, agar supaya masyarakat tahu dan paham akan kondisi sosial yang ada di negaranya. Untuk itulah diperlukan berbagai upaya agar perpustakaan dapat meningkatkan fasilitas layanan serta melakukan berbagai agenda kegiatan untuk mendorong minat baca masyarakat tersebut.

Dari uraian di atas dapat diambil benang merah bahwa perpustakaan merupakan agen utama yang mempunyai peranan penting dan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui usaha meningkatkan minat baca masyarakat. Perpustakaan adalah tempat untuk melayankan informasi melalui koleksi bahan pustaka yang dimilikinya. Keberadaan suatu perpustakaan adalah untuk memberdayakan masyarakat agar memiliki kesadaran informasi yang baik. kesadaran akan arti penting informasi inilah yang lazim disebut dengan literasi informasi. Dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang nyaman,representatif serta menjadi idola masyarakat untuk mengakses informasi dan ilmu pengetahuan.


Keywords


Peran perpustakaan; minat baca; permasalahannya

Full Text:

PDF

References


Nurhadi, Muljani A. 1983. Sejarah perpustakaan dan perkembangannya di Indonesia. Yogyakarta : Andi

Supriyanto, dkk. 2006. Aksentuasi perpustakaan dan Pustakawan. Jakarta : IPI PD-DKI Jakarta bekerjasama dengan Sagung Seto

Hermawan, Rachman dan Zulfi kar Zen. 2006. Etika kepustakawanan : suatu pendekatan terhadap kode etik pustakawan Indonesia. Jakarta : Sagung Seto

Davis, William S. 1986. Sistem pengolahan informasi. Jakarta : Erlangga




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/libraria.v2i2.1258

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

 

 

 

 Creative Commons License

LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan by Perpustakaan IAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.