Open Journal Systems

PERAN SAHABAT DALAM PERIODISASI HADIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TRANSMISI KEILMUAN PENDIDIKAN ISLAM

Aisyatur Rosyidah, Nur Kholis, Jannatul Husna

Abstract

Periodisasi hadits menjadi bahasan penting dalam diskusi keilmuan Islam. Sebagai sumber kedua dalam Islam, secara otomatis hadits juga menerima kritik yang dilontarkan oleh para sarjana barat yang mendiskreditkan sumber ajaran Islam. Penelitian ini mengambil pemikiran Mustafa al-Azami, yaitu cendekiawan yang berupaya untuk mendudukkan kembali periodisasi hadits dari masa pencatatan hingga kodifikasi. Adapun metode pewartaan dalam periodisasi tersebut berimplikasi kepada landasan transmmisi keilmuan saat ini. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis, Hasil penelitian menunjukkan bahwa periodisasi hadits dari masa pencatatan hingga kodifikasi menimbulkan jejak metode dalam proses validitas atau kritik terhadap sanad dan matan hadits. Hal ini berimplikasi dalam penerapan terhadap transmisi keilmuan masa kontemporer, sebagaimana yang telah dipraktikkan jauh pada masa para sahabat. Metode para sahabat menandakan bahwa kegiatan literasi telah dilakukan pada masa Nabi SAW. Bahkan metode tersebut telah direfleksikan dengan kegiatan transmisi keilmuan masa kini. Hal ini menegaskan bahwa Islam dalam transmisi keilmuan hanya membawa kebenaran sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.

[The Role of Friends in The Periodization of Hadith and Their Implications on The Transmission of Islamic Education Science. Periodization of hadits to be an important discussion in the discussion of Islamic scholarship. As a second source in Islam, hadits automatically also received criticsm by scholars of the western that discredit the source of the teaching of Islam. This study based the thingking of Mustafa al-Azami. He is a scholars who focus to but back the periodization of the hadits of the recording to the codification. As for the method of preaching in the periodization of the implications to the transmission of science at this time. This research is qualitative research which is descriptive-analytical. Result of the study is that the periodization of the hadits of the recording to the codification cause the trace method in the process of the validity or criticsm of sanad and matan of hadits. This has implications in the application to the transmission of scientific contemporary period, as has been practised of the companions. The method of the companions indicates that the literacy activities have been done since at the time of prophet Muhammad SAW. Even the method that has been reflected by the activities of transmission of knowledge of the present. This confirm that Islam in the transmission of scientific just bring the truth as guidance for all human.]

Keywords


Hadits Periodization; The Method of Criticism of Hadits; Knowledge Transmission

References


A’zami, M. M. (2008). 65 Sekretaris Nabi SAW. Jakarta: Gema Insani.

Aʻẓamī, M. M. (2005). Sejarah teks al-Quran dari wahyu sampai kompilasi: kajian perbandingan dengan perjanjian lama dan perjanjian baru=The history of the Qur’anic text from revelation to compilation : a comparative study with the old and new testaments. Jakarta: Gema Insani.

Dahlan, A. A. (1997). Ensiklopedi Hukum Islam. Cet. 1. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

Abdurrahman, M., & Sumarna, E. (2011). Metode kritik hadis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Syahril Akbar, G. (2019). Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual bagi Guru. NIẒĀMUL`ILMI : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(01), 59-79. https://doi.org/10.1234/nizamulilmi.v4i01.9

Anon. (2018). “Kesejarahan Hadits Dalam Tinjauan Teori Common Link.” Jurnal Living Hadits, 3(1), 89-120. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2018.1436

Anshori, M. (2017). Syarḥ Hadis dari Masa ke Masa. Jurnal Al-Irfani : Jurnal Kajian Tafsir Hadits, 3(1), 1-32.

Ash Shiddieqy, M. H. (2010). Sejarah Dan Pengantar Ilmu Hadits. cet III. Semarang: Rezeki Putra.

Ash Shiddieqy, M. H. (1994). Kuliah ibadah: ibadah ditinjau dari segi hukum dan hikmah. Batu Caves, Selangor: Thinker’s Library.

Baidan, N., & Aziz, E. (2019). Perkembangan Tafsir Al-Qur’an Di Asia Tenggara. Cetakan pe. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Chandra, A. F., & Buchari, M. (2016). Kriteria Ke-Shahih-An Hadis Menurut Al-Khathib Al-Baghdadi Dalam Kitab Al-Kifayah Fi ‘Ilm Al-Riwayah. Jurnal Ushuluddin, 24(2), 162-174. doi: 10.24014/jush.v24i2.1725.

Farida, U. (2020). Perkembangan Hadis di Indonesia pada Abad ke-19 M: Telaah Terhadap Pemikiran Mahfuzh at-Tirmasi dalam Kitabnya Manhaj Dzawin-Nazhar. Riwayah : Jurnal Studi Hadis, 6(1), 141-158. doi:http://dx.doi.org/10.21043/riwayah.v6i1.6860

Fauzi, I. (2020). Hadis dari Klasik Literal ke Portable Digital: Telaah Aplikasi Smartphone Mausu’ah al-Hadis al-Syarif Islamweb. Riwayah : Jurnal Studi Hadis, 6(1), 1-18. doi:http://dx.doi.org/10.21043/riwayah.v6i1.6747

Ilyas, Y. (2013). Kuliah ulumul Qurʾan. Cetakan II. Yogjakarta: ITQAN Publishing.

Ismail, M. S. (2005). Kaedah kesahihan sanad hadis telaah kritis dan tinjauan dengan pendekatan ilmu sejarah. Jakarta: Bulan Bintang.

Isnaeni, A. (2014). Historisitas Hadis Menurut M. Mustafa Azami. Journal of Qur'an and Hadith Studies, 3(1), 119-139. https://doi.org/10.15408/quhas.v3i1.1166

Istianah, I. (2018). Kritik Terhadap Penisbatan Riwayat Hadis: Studi atas Hadis-Hadis Palsu. Riwayah : Jurnal Studi Hadis, 4(1), 77-100. http://dx.doi.org/10.21043/riwayah.v4i1.3319

Karim, A. (2019). Pergulatan Hadis di Era Modern. Riwayah : Jurnal Studi Hadis, 3(2), 171-184. http://dx.doi.org/10.21043/riwayah.v3i2.3720

Khatib, M. ’A., & Fahmi, A. H. A. (2003). Hadits Nabi sebelum dibukukan. Kuala Lumpur: Darufikir.

Nur Khoiri, M. (2019). Memotret Peradaban Hadis di Media Indonesia. Riwayah : Jurnal Studi Hadis, 5(1), 1-12. http://dx.doi.org/10.21043/riwayah.v5i1.7959

Masruroh, F. (2014). Dampak Sertifikasi Sebagai Program Peningkatan Profesionalisme Guru Terhadap Kesejahteraan dan Kinerja Guru. Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 4(1), 33-44.

Maulana, L. (2016). Periodisasi Perkembangan Studi Hadits: Dari Tradisi Lisan/Tulisan Hingga Berbasis Digital. Esensia : Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 17(1), 111-123. https://doi.org/10.14421/esensia.v17i1.1282

Mu’awanah, A. (2019). Perkembangan Hadis Pada Masa Sahabat (Taqlil wa Tathabbut min al-Riwayah). Jurnal Kaca Jurusan Ushuluddin, 9(2), 4-32.

Mudhofir, A. (2012). Pendidika Profesional: Konse, Strategi, Dan Aplikasinya Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Di Indonesia. Depok: Raja Gravindo.

Mujib, A. (2019). Hakekat Ilmu Pengetahuan dalam Persfektif Islam.” Ri’ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 4(1), 44-59.

Mulyasa, E. (2013). Standar kompetensi dan sertifikasi guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Munawwir, A. (1997). Al-Munawwir: kamus Arab-Indonesia.

Mustafa, J. 2012. Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan Dan Sumber Belajar Teori Dan Praktik. Jakarta: Kencana.

Nadia, Z. (2019). Sahabat Perempuan Dan Periwayatan Hadits: Kajian Atas Subjektifitas Sahabat Perempuan Dalam Meriwayatkan Hadits. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sabiq, S. (2006). Fiqh Sunnah. Jakarta: Pena Pundi Aksara.

Suprihatiningrum, J. (2013). Guru Profesional: Pedoman Kinerja, Kualifikasi & Kompetensi Guru. Cetakan I. Sleman: Ar-Ruzz Media.

Suwarno. (2019). “Kejayaan Peradaban Islam Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan.” Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam, 20(2), 165-175.

Umar, A. (2011). Budaya Kritik Ulama Hadis Perspektif Historis dan Praktis. Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith, 1(2), 193–216. https://doi.org/10.15642/mutawatir.2011.1.2.193-216


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/riwayah.v7i1.9723

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.