Open Journal Systems

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM HADIS ANJURAN MENCERITAKAN KISAH BANI ISRAIL: Studi Ma‘ani al-Hadis

Muhammad Iqbal, Fajar Rachmadhani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan Islam dalam hadis tentang anjuran menceritakan kisah Bani Israil, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi nomor 2873. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan dengan takhrij al-hadits, redaksi hadis tersebut dapat dijadikan hujjah karena termasuk dalam kategori hadis sahih. Melalui ilmu ma‘ani al-hadits didapati bahwa secara lingusitik hadis tersebut berisikan perintah yang berlaku bagi umat muslim untuk memberitakan apa yang dibawa oleh Nabi, memberitakan Bani Israil, dan larangan berdusta. Melalui pendekatan historis ditemukan bahwa hadis ini disabdakan Nabi karena sudah tidak ada kekhawatiran terhadap akidah Bani israil yang menyimpang. Melalui pendekatan konfirmatif didapati banyak ayat-ayat al-Qur’an dan hadis yang mendukung hadis yang diteliti. Melalui pendekatan yuridis didapati bahwa berbohong adalah termasuk dari akhlak tercela yang membahayakan individu dan masyarakat. Melalui pendekatan etis didapati bahwa Islam merupakan agama yang sempurna, dan selalu mengajak pemeluknya untuk bersikap dengan akhlak mulia dan menjauhi akhklak tercela. Setelah melakukan kontekstualisasi hadis, hasil analisis menunjukkan hadis tersebut relevan dengan nilai-nilai pendidikan Islam, yaitu nilai pendidikan akidah, syariat, dan akhlak.

 

[Islamic Education Values in the Hadith about the Suggestion of Telling the Story of Israel’s Children: the Study of Ma‘ani al-Hadith. This study aims to reveal the values of Islamic education in the hadith about the suggestion of telling the story of Israel’s children, which is the hadith narrated by Imam al-Tirmidzi number 2873. This type of research was library research. The data collection method used was the documentation method. Then it was analyzed using descriptive-analytic methods. The results showed that with takhrij al-hadith, the editorial of the hadith could be made as hujja (allegation of law) because it belongs to the category of shahih hadith (authentic hadith). Through the science of ma‘ani al-hadith it was found that linguistically this hadith contains instructions that apply to Muslims to preach what was brought by the Prophet, preach the Children of Israel, and the prohibition of lying. Through a historical approach, it is found that this hadith was conveyed by the Prophet because there were no worries about the deviant creed of the Children of Israel. Through a confirmatory approach, it is found that many verses of the Qur’an and hadith support the hadith under study. Through a juridical approach, it is found that lying is among the despicable morals that endanger individuals and society. Through an ethical approach, it was found that Islam is a perfect religion, and always invites its adherents to behave with noble morals and avoid despicable morality. After contextualizing the hadith, the results of the analysis show that the hadith is relevant to the values of Islamic education, namely the value of the education of faith, sharia, and morals.]

Keywords


Islamic Education Values; Israel’s Children; Takhrij al-Hadith; Ma‘ani al-Hadith

References


Asqalani, S. al-D. A. ibn A. ibn H. al-. (2013). Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Risalah al-‘Alamiyyah.

Bafadhol, I. (2017). Pendidikan Akhlak Dalam Perspektif Islam. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 45-61.

Bukhari, M. ibn I. A. A. al-J. al-. (1987). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Ibnu Katsir.

Darimi, A. ibn A. ibn al-F. al-T. al-. (1407). Sunan al-Darimi. Beirut: Dar al-Kutub al-Arabi.

Fariadi, R. (2017). Metode Praktis Penelitian Hadis Panduan Bagi Pemula Untuk Mentakhrij Hadis dan Menumbuhkan Nilai Universal Matan Hadis (1st ed.; Alan el-Farid, ed.). Yogyakarta: Mumtaz Publishing.

Feisal, J. A. (1995). Reorientasi Pendidikan Islam. Jakarta: PT Gema Insani Press.

Gürtin, Z. B. (2016). Patriarchal pronatalism: Islam, secularism and the conjugal confines of Turkey’s IVF boom. Reproductive Biomedicine and Society Online, 2, 39–46. doi: 10.1016/j.rbms.2016.04.005

Habibullah, E. S. (2018). Prinsip-Prinsip Muamalah dalam Islam. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2(1), 25-48. doi: 10.30868/ad.v2i01.237

Hikmah, N. (2018). Eksodus Bani Israil dari Mesir ke Palestina (Menggali Ibrah dari Pembangkangan Bani Israil). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Hilal, S. (2013). Qawa’id Fiqhiyyah Furu’iyyah Sebagai Sumber Hukum Islam. Al-’Adalah, 11(2), 141-154.

Ibn Hanbal, A. A. A. bin M. bin H. bin H. bin A. al-S. (1998). Musnad Ahmad bin Hanbal. Beirut: Alam al-Kutub.

Ibn Mandzur. (n.d.). Lisan al-’Arab. Dar al-Ma’arif.

Ilyas, Y. (2016). Kuliah Akhlak. Yogyakarta: LPPI UMY.

Itr, N. (1997). Manhaj al-Naqd fi Ulum al-Hadits. Beirut: Dar al-Fikr.

Jalal, A. F. (1988). Azas-Azas Pendidikan Islam (Terj. Herry Noer Ali). Bandung: CV. Diponegoro.

Khalaf, A. W. (2010). ‘Ilm ‘Ushul al-Fiqh. Jakarta: Dar al-Kutub al-Islamiyyah.

Mubarakfuri, M. A. ibn A. al-. (n.d.). Tuhfah al-Ahwadzi Syarh Jami’ al-Tirmidzi. Amman: Bait al-Afkar al-Dawliyyah.

Muhdlor, Z. (1996). Kamus Kontemporer Arab Indonesia. Yogyakarta: Multi Karya Grapika.

Munawwir, A. W. (1997). Al-Munawwir Kamus Arab–Indonesia. Surabaya: Pustaka Progresif.

Musta’in, Z. (2015). Konstribusi Hadits dalam Pendidikan Islam. Jurnal Studi Islam, 10(2), 20–21.

Qaradhawi, Y. al-. (2004). Kaifa Nata‘amal Ma’a al-Sunnah al-Nabawiyyah. Al-Qahirah: Dar al-Syuruq.

Qattan, M. al-. (2017). Pengantar Studi Ilmu Hadis. (Terj. Mifdol Abdurrahman). Jakarta: Pustaka al-Kautsar.

Sholechah, M. (2016). Posisi Tidur dalam Tinjauan Hadits (Kajian Ma’anil Hadits). Intelektualita, 5(2), 146–152.

Sirodj, S. A. (2010). Tauhid dalam Pespektif Tasawuf. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 5(1), 152-160. doi: 10.15642/islamica.2010.5.1.152-160

Supian, A. (2016). Studi Hadis di Kalangan Orientalisme. Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan, 9(1), 25-34. doi: 10.29300/nuansa.v9i1.370

Sya’rawi, M. (1991). Tafsir al-Sya’rawi. Kairo: Akhbar al-Yaum.

Syalbi’, A. (1988). Muqaranah al-Adyan al-Yahudiyyah. Kairo: Maktabah al-Nahdah.

Tahhan, M. al-. (n.d.). Taysir Musthalah al-hadits. Beirut: Dar al-Fikr.

Tirmidzi, I. A. ‘Isa M. bin ‘Isa bin S. al-. (2016). Sunan al-Tirmidzi. Beirut: Dar al-Tashil.

Yusuf, M. Y. (2006). Manajemen Dakwah. Jakarta: Kencana.

Yusuf, M., Zain, A., & Fuadi, M. (2017). Identifikasi Ayat-Ayat Dakwah dalam Al-Quran. Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam, 1(2), 167-188. doi: 10.22373/al-idarah.v1i2.2674


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/riwayah.v6i2.7742

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.