Open Journal Systems

NALAR KRITIS HADIS RUKYAH AL-HILAL : Kajian Hermeneutika dan Dekonstruksi Hadis

Muhammad Nurkhanif

Abstract

Problermatika penentuan penentuan hilal awal bulan Hijriyah terutama awal Ramadhan, Syawal dan Dzulihijjah hingga sekarang masih belum terpecahkan. Problem ini muncul dari bentuk dan corak pemahaman teks-teks hadis nabi SAW tentang Rukyat al hilal yang bervariasi matannya. Salah satu bentuk intepretasi teks hadis tersebut adalah metode Rukyat bi al Fi’li yang dilakukan dengan caramelihat hilal ketikamatahariterbenamdi  akhirbulan Qamariah.Bentuk Intepretasi lain adalah metode Rukyat bi al ‘ilmi atau hisabyang merupakan bentukperhitungan posisi dan ketinggian hilal srcara matematis saatmatahari terbenam. Jikahilal tidakdapat terlihat karena cuaca makabulan disempurnakanmenjadi 30hari.Teori seperti ini dapat disebut denganistikmal.Cara lain dapat ditempuh dengan cara mengkira- kirakan posisi hilal, teori ini diesebut dengan faqduru lahu. Namun pada implemantasi teks hadis rukyat al hilal, khususnya di Indonesia masih terkesan terkotak-kotakan. Rukyat bi al fi’li adalah tradisi NU dan rukat bi al ‘ilmi adalah tradisi Muhammadiyah, seolah teks hadis nabi sudang terkaplingkan untuk kedua ormas besar tersebut. Penulis menawarkan alternatif pemahaman  hadis tersebut dengan teori hermeneutika dan teori dekonstruksi.

Keywords


Nalar Kritis, hermeneutika, dekonstruksi, hadis Rukyat

References


Al-Asqalany, Ibn Hajar, Fath al-Bari Syarah Saheh al-Bukhari, Libanon:Dar Kutub al Ilmiyah, t.th, juz II

Badan Hisab dan Rukyat Departemen Agama, Almanak Hisab Rukyat, Jakarta: Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1981.

Bakhit Al Muthi’i, Muhammad, Irsyad Ahli Al Millah Fi Istbati Al Ahillah, Mesir: Kurdistan Ilmiyah 1329 H,

Chanafie ,Imam Al-Jauhari, Hermeneutika Islam (Membangun Peradaban Tuhan di Pentas Global),Yogyakarta: ITTAQA Press, 1999,

Depaeteman Agama RI, Pedoman Tehnik Rukyat, Jakarta: Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1995

Djamaluddin, Thomas,Re- evaluation Of Hilal Visibility In Indonesia, An International Article, 2001,diunduh 17 Okteober 2015 dari www.icoproject.org.

________Redefinisi Hilal menuju Titik Temu Kalender Hijriyyah, http://t-djamaluddin.space.live.com diakses 17-07 -15

Hidayat, Komaruddin, Memahami Bahasa Agama Sebuah Kajian Hermeneutik, Jakarta: Paramadina, 1996,

Izzuddin, Ahmad Ilmu Falak Praktis (Metode Hisab-Rukyah Praktis Dan Solusi Permasalahannya), Semarang: Komala Grafika, 2006

________. Fiqh Hisab Rukyah, Menyatukan NU & Muhammadiyah Dalam Penentuan Awal Ramadhan ,Idul Fitri, Dan Idul Adha,Jakarta: Erlangga, 2007

‘Iyad , Abu Al Fadhl Ibnu Musa, Syarh Shahih Muslim, Riyad: Dar En Nadwah Al ‘Alamiyah, Juz. 4, 2004

Jusuf Habibie, Burhanuddin ,Rukyah dengan Teknologi, Jakarta: Gama Insani Press

Khazin, Muhyiddin Kamus Ilmu Falak, Jogjakarta:Buana Pustaka, 2005

_______Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik, Yogyakarta: Buana Pustaka, t.t, cet. IV

Muhammad bin Ismail , Abu Abdillah Al-Bukhori, Matnu al-Bukhori, Juz I, Daarul Fikr, 1414 H/ 1994 M.

Muhammad, Abul wahid Bin Ahmad Bin Muhammad Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid, Imam Ghazali Said, Analisa Fiqih Para Mujtahid, Jakarta: Pustaka Amani, 1989

Musahadi HAM, Hermeneutika Hadis-Hadis Hukum,Semarang: Walisongo Press,2009

Muslim bin al Hajjaj, Abu Husain, Shohih Muslim, Jilid I,Beirut: Dar al Fikr, tt

Muslim, Imam ,Shahih Muslim,Qahirah: Dar al-Hadis, 1997

Saksosno, Tono Mengkompromikan Rukyat & Hisab, Jakarta: Amytas Publicita, 2007.

Sumaryono, Hermeneutik, Yogyakarta: Kanisius, 1993.

Supena, Ilyas dan M.Fauzi, Dekonstruksi dan Rekonstruksi Hukum islam, Yogyakarta: Gama Media, 2002.

Umar, Nasarruddin, Deradikalisasi Pemahaman Al-Qur’an & Hadis, Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2014

Warson Munawwir, Ahmad, Kamus al-Munawir, Surabaya: Pustaka Progressif, 1997, cet. XIV

Zuhri, Moh ,Telaah Matan Hadis ,Yogyaka


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/riwayah.v4i2.4625

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.