Open Journal Systems

REASSESSING HADITH AUTHENTICITY: G.H.A. Juynboll’s Common Link Theory and the Integration of Historical Criticism with Sanad Theory

Uswatun Kasanah, Fahrul Rozi, Try Heni Aprilia

Abstract

The authenticity of hadith has long occupied a central position in Islamic studies, as it determines the authority of prophetic traditions as the second primary source of Islamic law after the Qur’an. This study examines the validity of hadith through the perspective of G.H.A. Juynboll’s common link theory, which challenges the traditional assumption of uninterrupted transmission by proposing that each hadith can be traced to a single transmitter who serves as the historical nucleus of its dissemination. Employing a qualitative descriptive-analytical approach, the research draws upon Juynboll’s major works and relevant studies by both Western and Muslim scholars. Through a systematic reconstruction of transmission networks and a comparison with the classical methodology of al-jarh wa al-ta’dil, the findings demonstrate that although Juynboll’s theory offers a significant contribution to historical source criticism, it tends to interpret hadith primarily as historical constructs, thereby overlooking their theological and epistemological dimensions within the Islamic tradition. Comparative analysis with the works of Harald Motzki further indicates that hadiths associated with common links may still exhibit textual and isnad coherence extending to the Prophet’s era. The study contributes to contemporary hadith scholarship by proposing a balanced framework that integrates modern historical criticism with classical Islamic epistemology, positioning the common link theory as a complementary analytical instrument rather than a definitive criterion for determining hadith authenticity. This approach highlights the possibility of constructive dialogue between Western critical methodologies and traditional Muslim hadith sciences in the evaluation of prophetic traditions.

 

Keotentikan hadis telah lama menjadi isu sentral dalam studi Islam karena menentukan otoritas tradisi kenabian sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji validitas hadis melalui perspektif teori common link G.H.A. Juynboll, yang menantang asumsi tradisional mengenai kesinambungan transmisi dengan mengemukakan bahwa setiap hadis dapat ditelusuri kepada seorang perawi tertentu yang berfungsi sebagai pusat historis penyebarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan memanfaatkan karya-karya utama Juynboll serta berbagai kajian yang relevan dari sarjana Barat maupun Muslim. Melalui rekonstruksi sistematis terhadap jaringan transmisi dan perbandingan dengan metodologi klasik al-jarh wa al-ta’dil, hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teori common link memberikan kontribusi penting bagi kritik sumber historis, teori tersebut cenderung memandang hadis semata-mata sebagai konstruksi sejarah sehingga kurang memperhatikan dimensi teologis dan epistemologis yang melekat dalam tradisi Islam. Analisis komparatif dengan pemikiran Harald Motzki lebih lanjut memperlihatkan bahwa hadis-hadis yang dikaitkan dengan common link masih dapat menunjukkan koherensi tekstual dan sanad yang menelusur hingga masa Nabi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi kajian hadis kontemporer dengan menawarkan kerangka yang seimbang antara kritik historis modern dan epistemologi klasik Islam, dengan menempatkan teori common link sebagai instrumen analitis yang bersifat komplementer, bukan sebagai standar final dalam menentukan autentisitas hadis. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan adanya kemungkinan dialog yang konstruktif antara metodologi kritis Barat dan ilmu hadis tradisional dalam mengevaluasi tradisi kenabian.

Keywords


Classical Islamic Epistemology, Common Link Theory, G.H.A. Juynboll, Hadith Authenticity, Historical Criticism.

References


Akmaluddin, Muhammad. 2021. “Sanad Digital: Ijazah Hadis Musalsal dalam Kajian Hadis Virtual di Grup dan Halaman Facebook.” Nabawi: Journal of Hadith Studies 2(1). doi:10.55987/njhs.v2i1.44.

Al-Bukhari, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail. 1994. Shahih al-Bukhari. juz 4. Beirut - Lebanon: Dar Al-Fikr.

al-Asqalani, Ahmad bin Ali bin Hajar Abu al-Fadl. 2009. Fath al-Bari Syarah Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Ma’rifah.

Baiquni, Ach. 2022. “Perkembangan Pemikiran Hadis Kontemporer di Indonesia (Studi Hasil Penelitian di Jurnal Bereputasi Nasional Tahun 2015-2020).” AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis 6(2):679–98. doi:10.29240/alquds.v6i2.4212.

Bukhari, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari. 1994. Shahih al-Bukhari. disunting oleh H. Al-A’zami. Beirut: Dar Thouq al-Najah.

Indrajit, Richardus Eko. 2016. E- Learning dan Sistem Informasi Pendidikan: Modul Pembelajaran Berbasis Standar Kompetensi dan Kualifikasi Kerja. 2 ed. Yogyakarta: Preinexus.

Jamil, Muhammad, dan Dadah. 2025. “Imam at-Turmudzi’s Methodology in Jarh Wa Ta’dil: A Study in Hadith Science.” al-Afkar, Journal For Islamic Studies 8(3):74–83. doi:https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i3.1540.

Juynboll, G. H. A. 2024a. The Authenticity of the Tradition Literature: Discussions in Modern Egypt. 1st ed. Boston: BRILL.

Juynboll, G. H. A. 2024b. The Authenticity of the Tradition Literature: Discussions in Modern Egypt. 1st ed. Boston: BRILL.

Karina, Ayu, Rio Kurniawan, dan Mus’idul Millah. 2025. “Penelitian Hadis Dhaif Melalui Perspektif Tarīkh Al-Ruwah: Analisis Kritis Terhadap Validitas Periwayatan.” Jurnal Sosial Teknologi 5(6). doi:10.59188/jurnalsostech.v5i6.32230.

Motzki, Harald, Nicolet Boekhoff-van der Voort, dan Sean W. Anthony. 2010. Analysing Muslim Traditions: Studies in Legal, Exegetical and “Maghazī Hadīth.” Islamic History and Civilization. Leiden: Brill.

Nadhiran, Hedhri. 2021. Epistemologi Kritik Hadis Menggagas Paradigma Integrasi-Interkoneksi dalam Uji Otentisitas Hadis. Cetakan II. Palembang Perpustakaan Nasional Katalog dalam Terbitan (KDT): NoerFikri Offset.

an-Naisaburi, Imam Muslimbin al-Hajjaj. 1997. Saḥīḥ Muslim. jilid 4. Beirut: Dar al-Ma’rifah.

Pratiwi, Sekar Harum, Nurul Fakhrin, Vini Wela Septiana, Ridania Ekawati, Nurfa Anita, dan Nadila Iyasa. 2024. “Klasifikasi Hadits Berdasarkan Kualitas: Kajian Tentang Hadis Sahih, Hasan, dan Dhaif.” Jurnal Media Ilmu 3(2):181–93. doi:10.31869/jmi.v3i2.6078.

Putri, Gian Nitya, Hilda Meylani, dan Icha Agustina. 2022. “Kritik Hadis Menurut Pemikiran G.H.A Juynboll dan Joseph Schacht.” Integritas Terbuka: Peace and Interfaith Studies 1(1):59–70. doi:10.59029/int.v1i1.3.

Raffi’u, Aliyya Shauma, Tajul Arifin, dan Dadah Dadah. 2023a. “Jarḥ Wa Ta’dīl: Sejarah Dan Urgensinya Di Era Kontemporer.” Muẚsarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer 5(1):10–21. doi:10.18592/msr.v5i1.8586.

Raffi’u, Aliyya Shauma, Tajul Arifin, dan Dadah Dadah. 2023b. “Jarḥ Wa Ta’dīl: Sejarah Dan Urgensinya Di Era Kontemporer.” Muẚsarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer 5(1):10–21. doi:10.18592/msr.v5i1.8586.

Rosyidah, Aisyatur, Nur Kholis, dan Jannatul Husna. 2021. “Periodisasi Hadis dari Masa ke Masa (Analisis Peran Sahabat dalam Transmisi Hadis Nabi Saw).” Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam 22(2):137–50. doi:10.30595/islamadina.v22i2.9506.

Sahid, Ujang, dan Dadah. 2025. “Jarh wa Ta’dil Analysis Study: Biographical Analysis of Ibn Shihab Az-Zuhri’s Hadith History.” al-Afkar, Journal For Islamic Studies 8(3):1609–26. doi:https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i3.1543.

Sunu, Asri Bp, Dhani Ahmad Sulaeman, Lukman Al Paris, Moh Syahrul Arifin Muhtadi, dan Moh Mu’jizat. 2025. “Pemikiran G.H.A Juynboll Tentang Hadis.” Jurnal Inovasi Global 3(6):859–69. doi:10.58344/jig.v3i6.355.

Suryadi. 2003. Metodologi Ilmu Rijalil Hadis. Yogyakarta: Madani Pustaka.

Syarifuddin, dan Moh. Zaiful Rosyid. 2019. “Persoalan Otentisitas Hadis Perspektif Ignaz Golziher.” Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan 13(2):193–212.

Utami, Fallya Putri. 2025. “Analisis Kualitas Hadis Riwayat Shahih Muslim No. 2700: Kajian Sanad Dan Matan.” At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam 7(1). doi:10.20885/tullab.vol7.iss1.art9.

Yahya, Mohamad. 2024. “From Joseph Schacht to G.H.A. Juynboll on the Common Link Theory.” Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati 4(1):91–111. doi:10.24235/sejati.v4i1.83.


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/riwayah.v12i1.35785

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.