Open Journal Systems
LIVING HADITH IN CONTEMPORARY ACEH: Spiritual Experience and Collective Identity in the Rateb Seuribe Tradition
Abstract
This study investigates the practice of prophetic traditions concerning dhikr within the Rateb Seuribe tradition in Aceh as an expression of living hadith, emphasizing how hadith are interpreted, embodied, and transmitted through lived religious practices rather than remaining merely textual doctrines. Using a qualitative phenomenological approach, data were gathered through in-depth interviews with five informants, participant observation, and textual analysis of relevant hadith, and subsequently analyzed to uncover the essential meanings of participants’ experiences. The findings indicate that Rateb Seuribe functions as both a spiritual and social medium. Spiritually, participants associate emotional tranquility, sincerity in worship, and a perceived closeness to God with prophetic teachings on gatherings of remembrance, while socially, the collective recitation promotes solidarity, egalitarian interaction, and communal cohesion that extend beyond ritual settings into everyday cooperation and religious engagement. These experiences demonstrate how scriptural narratives shape religious consciousness and collective identity. Accordingly, the study concludes that Rateb Seuribe represents an embodied form of living hadith, illustrating the dynamic interaction between prophetic tradition, local culture, and collective spirituality in contemporary Acehnese society. Academically, this research contributes to the growing field of living hadith studies by offering a phenomenological perspective on the experiential dimensions of dhikr practices and by highlighting how local ritual traditions serve as spaces where prophetic teachings are continuously negotiated, internalized, and reproduced within the socio-cultural context of Aceh.
Penelitian ini mengkaji praktik tradisi kenabian mengenai dhikr dalam tradisi Rateb Seuribe di Aceh sebagai bentuk living hadith, dengan menekankan bagaimana hadis ditafsirkan, diwujudkan, dan ditransmisikan melalui praktik keagamaan yang dijalani, bukan sekadar sebagai doktrin tekstual. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan, observasi partisipatif, dan analisis tekstual terhadap hadis-hadis yang relevan, kemudian dianalisis untuk mengungkap makna esensial dari pengalaman para partisipan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Rateb Seuribe berfungsi sebagai medium spiritual sekaligus sosial. Secara spiritual, para partisipan mengaitkan ketenangan batin, keikhlasan dalam beribadah, dan kedekatan yang dirasakan dengan Tuhan dengan ajaran Nabi tentang majelis zikir, sedangkan secara sosial, pembacaan dhikr secara kolektif mendorong solidaritas, interaksi yang egaliter, dan kohesi komunitas yang melampaui konteks ritual hingga tercermin dalam kerja sama sehari-hari dan keterlibatan keagamaan. Pengalaman-pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana narasi-narasi skriptural membentuk kesadaran keagamaan dan identitas kolektif. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Rateb Seuribe merupakan bentuk perwujudan living hadith yang memperlihatkan interaksi dinamis antara tradisi kenabian, budaya lokal, dan spiritualitas kolektif dalam masyarakat Aceh kontemporer. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi terhadap perkembangan kajian living hadis dengan menawarkan perspektif fenomenologis mengenai dimensi pengalaman dalam praktik dhikr serta menegaskan bahwa tradisi ritual lokal merupakan ruang di mana ajaran-ajaran Nabi terus dinegosiasikan, diinternalisasikan, dan direproduksi dalam konteks sosial-budaya masyarakat Aceh.
Keywords
References
Abdullah, S. 2019. “Peran Tradisi Keagamaan Terhadap Pembentukan Moralitas Masyarakat Aceh.” Jurnal Al-Qalam 26 (2): 115–28. https://doi.org/10.20414/alqalam.v26i2.
Ahmadi, Rizqa. 2017. “Sufi Profetik : Studi Living Hadis Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Di Kabupaten Trenggalek.” Jurnal Living Hadis 2. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/livinghadis.2017.1331 Abstract.
Aliasan. 2019. “Pengaruh Dzikir terhadap Psikolgis Muslim.” Yönetim 2 (1): 79–93.
Anshory, M. I., A. W. Khamdani, and N. Hidayah. 2025. “Konsep Nuzulul Qur’an Dan Asbabun Nuzul.” Tsaqofah.
Anwar, R. 2021. “Fenomenologi Dalam Studi Agama: Mengungkap Makna Pengalaman Spiritual Umat.” Jurnal Ushuluddin 29 (1): 45–60. https://doi.org/10.24014/jush.v29i1.
Azis, Aminah, Mustaqim Pabbajah, . Hannani, M. Taufiq Hidayat Pabbajah, and Muhiddin Bakry. 2024. “Socio-Sufism Practices within the Indonesia’s Tariqah Practitioners.” International Journal of Religion 5 (1): 170–78. https://doi.org/10.61707/nv82ma30.
Basri, T. 2023. “Eksistensi Rateb Seuribe Sebagai Tradisi Spiritualitas Masyarakat Aceh.” Jurnal Kebudayaan Islam Dan Kearifan Lokal 5 (2): 67–80. https://doi.org/10.24014/kik.v5i2.1453.
Creswell, J. W. 2017. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Books.google.com.
Dedi, Syarial. 2022. “Fenomena Majelis Zikir ( Kajian Pranata Sosial Peribadatan Dalam Kehidupan Komunitas Muslim ).” Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah 21 (1): 75–89. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v21i1.5574.
Fauzi F., A. ;. Rohman. 2018. “Living Hadis Dalam Tradisi Zikir Bersama: Perspektif Fenomenologi Keagamaan.” Jurnal Ushuluddin 26 (1): 89–106. https://doi.org/10.24014/jush.v26i1.5040.
Ihsan, Nur Hadi, Che Zarrina, Binti Sa, and Husna Hisaba Kholid. 2024. “Abdurrauf Al-Singkili ’ s Concept of Dhikr : Exploring the Sufi Psychotherapy Model.” Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam 24 (1): 131–46. https://doi.org/10.21154/tahrir.v24i1.7261.
Imalia, Dedek Melda. 2021. “Eksistensi Zikir Rateb Seuribee Di Labuhanhaji Dan Nilai-Nilai Karakter.” Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam 3 (2): 326–34.
Khalid N., M. ;. Idris. 2022. “Zikir Sebagai Penguatan Spiritualitas Sosial: Analisis Fenomenologi Terhadap Komunitas Zikir Di Banda Aceh.” Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam 6 (1): 51–70. https://doi.org/10.21009/jdki.061.05.
Latif, Umar. 2022. “Dzikir dan Upaya Pemenuhan Mental-Spiritual dalam Perspektif Al- Qur’an.” Jurnal At-Taujih 5 (1): 28–46. https://doi.org/https://doi.org/10.22373/taujih.v5i1.13729.
Mahridawati, and Samsul Bahri. 2023. “Studi Islam Melalui Pendekatan Fenomenologi.” TARBAWI: Jurnal Pendidikan Dan Keagamaan 11 (02): 19–39. https://doi.org/10.46781/dakwatulislam.v8i2.1069.
Moustakas, Clark. 1994. Phenomenological Research Methods. Sage publications.
Mujib, Abdul. 2015. “Pendekatan Fenomenologi dalam Studi Islam.” Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 6 (November): 17–33. https://doi.org/10.24042/atjpi.v6i2.1485.
Nisma, Yuza. 2020. “Rateb Siribee: Spiritualitas Dan Solidaritas Religius Masyarakat Pedesaan Aceh Modern.” Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) 1 (1): 32–48.
Nur, Faisal Muhammad. 2017. “Perspektif Zikir Di Kalangan Sufi.” Substantia 19: 189–98.
Nurodin, Milahtul Latifah. 2022. “Spiritual Sufistik ; Dzikir ( Rateb Siribee ) Sebagai Coping Dalam Permasalahan Konseling Islam.” Al-Shifa: Jurnal Bimbingan Konseling Islam 3 (2): 96–100.
Purwaningsih, Sri, Thiyas Tono Taufiq, and Muhammad Faiq. 2021. “Living Hadith in the Bari’an Ritual of Sidodadi Society.” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis 22 (2): 387–402. https://doi.org/10.14421/qh.2021.2202-06.
Qudsy, Saifuddin Zuhri. 2016. “Living Hadis: Genealogi, Teori, Dan Aplikasi.” JURNAL LIVING HADIS 1: 177–96. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2016.1073.
Ramadhan, Rizki, Ilhamni, and Bilfahmi Putra. 2025. “Resepsi Sosial Dan Makna Spiritualitas Dalam Tradisi Mengaji Di Kuburan : Fenomena Masyarakat Desa Bangai.” Ulumul Qur’an: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 5: 30–43. https://doi.org/https://doi.org/10.58404/uq.v5i1.400.
Saputra, E., Nana Gustianda, N. Wendry, et al. 2024. “Living Hadith : Concept , Role , and Development in Indonesia.” Journal of Islamic Studies 8 (2): 148-162. https://doi.org/https://doi.org/10.30983/it.v8i2.8884.
Sholihah, Ni’matus, Kusaeri, Nur Kholis, Umi Muntafi’ah, and Lilik Huriyah. 2024. “Istighātha Dhikr Practices Toward Human Well-Being: An Implication for Islamic Education.” Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 5 (3): 338–52. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v5i3.1402.
Sururin Marfuah, Mardian Idris Harahap. 2024. “The Existence of Dhikr Rateb Siribee in the Naqshbandiyya Tariqah Congregation at Raudhatul Hikmah Al-Waliyyah Dayah, Pango Raya, Banda Aceh.” JHSS (Journal of Humanities and Social Studies) 08 (02): 276–81. https://doi.org/https://doi.org/10.33751/jhss.v8i2.9710.
Usman, Muhibuddin. 2024. “Tradisi dan Budaya Islam di Aceh; Pengaruh dan Praktik Dalam Konteks Sosial.” CARITA: iJurnal iSejarah Idan iBudaya, ahead of print. https://doi.org/10.35905/carita.v3i1.10666.
Viki Junianto, Mo’afi, dan Amrulloh. 2023. “The Interdisciplinary Approach and It ’ s Contribution to the Study of Living Hadith.” Jurnal Living Hadis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta VIII: 139–54. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2023.4912.
Yasha, Amalia. 2023. “Penerapan Pendekatan Kontekstual Dengan Pembelajaran Yang Efektif.” Jurnal Pendidikan, no. December.
Zaki, Muhammad, Alwi Bin Hamid Bin Syihab, and Akhmad Ikhwani. 2025. “Living Hadith and Legal Traditions in Preserving Ancestry: A Case Study of the Contemporary Arab Sayyid Community in Lampung.” MILRev: Metro Islamic Law Review 4 (2): 1297–327. https://doi.org/10.32332/milrev.v4i2.11094.
Zulfikar Arahman. 2025. “Implementation of Zikir as a Spiritual Strengthening Media in Dayah Jamiah Al-Aziziyah Dawah Cadre Training.” SOCIETY : Jurnal Pengabdian Masyarakat 4 (2): 176–89.
DOI: 10.21043/riwayah.v12i1.35678
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.















