Open Journal Systems
THE SOCIAL CONSTRUCTION OF HADITH AUTHORITY: A Comparative Analysis of al-Shafi’is and al-Tusi’s Epistemological Frameworks
Abstract
This study compares the methodologies for validating āḥādḥadīth according to Imām al-Shāfiʿī (Sunni) and Shaykh al-Ṭūsī (Imāmī Shīʿī). A sociology of knowledge analysis demonstrates that the fundamental differences between the two systems are not merely technical, but rather reflect distinct social contexts and communal needs. The findings show that al-Shāfiʿī formulated universal criteria, such as the integrity (ʿadl) and precision (ḍabṭ) of transmitters, to unify a fragmented Muslim community during the Abbasid era. The system he developed functioned to centralize legal authority based on textual sources, thereby reinforcing Sunni identity as an integrated majority. In contrast, al-Ṭūsī developed a four-tier classification that associates the highest level of authority (ṣaḥīḥ) with Imāmī Shīʿī transmitters, while simultaneously positioning reason (ʿaql) as an independent evaluative filter. Al-Ṭūsī’s system served to maintain identity boundaries, safeguard doctrinal authority, and strengthen internal coherence within a minority community in the post-Occultation period. Both methodologies were subsequently institutionalized through their canonical works such as al-Risālah and al-Kutub al-Arbaʿah, thereby shaping enduring scholarly frameworks that persist until now. This study contributes by uncovering the sociological roots of epistemological differences in ḥadīth studies, demonstrating that religious knowledge authority is shaped by social dynamics such as majority integration and minority preservation.
[Penelitian ini mengkomparasikan metodologi validasi hadis āḥād menurut Imam al-Shāfiʿī (Sunni) dan Shaykh al-Ṭūsī (Syiah Imamiyah). Analisis sosiologi pengetahuan menunjukkan bahwa perbedaan mendasar kedua sistem bukan semata teknis, melainkan refleksi dari konteks sosial dan kebutuhan komunal yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa al-Shāfiʿī merumuskan kriteria universal, seperti integritas (‘adl) dan ketelitian (ḍabṭ) periwayat, untuk menyatukan umat Muslim yang terfragmentasi di era Abbasiyah. Sistem yang dikembangkan al-Shafi’i berfungsi memusatkan otoritas hukum berbasis teks, memperkuat identitas Sunni sebagai mayoritas yang terintegrasi. Sebaliknya, al-Ṭūsī mengembangkan klasifikasi empat tingkat yang mengaitkan otoritas tertinggi (ṣaḥīḥ) dengan periwayat Syiah Imamiyah, sekaligus menempatkan nalar (‘aql) sebagai filter mandiri. Sistem yang dikembangkan al-Ṭūsī berfungsi menjaga batas identitas, melindungi otoritas doktrinal, dan memperkuat koherensi internal komunitas minoritas pasca okultasi Imam. Kedua metodologi tersebut kemudian terinstitusionalisasi melalui karya kanonik mereka berupa al-Risālah dan al-Kutub al-Arbaʿah, sehingga membentuk kerangka keilmuan yang bertahan hingga kini. Penelitian ini berkontriusi dengan mengungkap akar sosiologis dari perbedaan epistemologis dalam studi hadis, yakni menunjukkan bahwa otoritas pengetahuan agama dibentuk oleh dinamika sosial seperti integrasi mayoritas dan preservasi minoritas.]
Keywords
References
al-Baihaqi, Ahmad (2016). Biografi Imam Syafi’i. (Jakarta: Shahih).
Adwiah, Amaliah Rabiatul (2023), Hadith Ahad and Its Argumentation in the Problem of Faith in the Perspective of Muhammad al-Ghazali, Jurnal Living Hadis VII, No. 2.
Alfani, M & Ida, R (2023). Epistemologi Hadis Perspektif Syiah. Aijis Afkaruna: Internasional Journal of Islamic Studies 1, No. 1.
al-Khuwansari, 'A. al-M. al-M. M. B (1970). Rawdhat al-Jannat Fi Ah{wal al-‘Ulama’ wa al-Sadat, (Tehran: Maktabah Isma'iliyan).
al-Naisaburi, A. A. al-H. M (1978). al-Mustadrak 'Ala al-Sahihain, (Vol. 1), (Beirut: Dar al-Fikr)
al-Quraysi, S. J (2019). “خجية خبر الثقة في الموضوعات عندعلماء الإمامية السيد محي الدين الغريفي 1412ه أنموذجا., Jurnal Of The Kufa Studies Center 1, No. 55.
al-Razi, I. F (2017). Manaqib Imam Asy-Syafi’i terj. Andi Muhammad Syahril, (Beirut-Lebanon: Dar al-Kutub al-Ilmiyah).
al-Thabrasi, A.-H. M. H. al-Nuri (1408). Mustadrakah al-Wasail wa Mustanbath al-Masail 3. (t.tp: Mu'assisa al-Bayt li Ihya' al-Turath).
al-Tusi, S. al-T. A. J. M. bin al-H (1380). Al-Istibsar Fima Ikhtilaf min al Akhbar 1. (t.tp: Dar al-Hadith Liltaba'ah wa al-Nasyr).
al-Tusi, S. al-T. A. J. M. bin al-H (1407). Al-Khilaf 1. (t.tp: Muassah al-Nasyr al-islami al-Tabi’ah Lijama’ah al-Mudarrisin Biqum al-Masyrifah).
al-Tusi, S. al-T. A. J. M. bin al-H (1417). Al-‘Uddah Fi Ushul al-Fiqh. (t.tp: Dar al-Mahajjah al-Baydha’).
al-Tusi, S. al-T. A. J. M. bin al-H (1430). Rijal al-Tusi. (t.tp: Muasasah al-Nasyr al-Islami).
al-Tusi, S. al-T. A. J. M. bin al-H (1385). Tahdib al-Ahkam fi Syarah al Maqnu’ah 10. (Beirut-Lebanon: Dar al-Ta'aruf li al-Mathbu'ah).
al-Syafi’i, M. bin I (t.t.). Al-Risalah. (Beirut-Lebanon: Dar al-Kitab al-'Ilmiyah).
Amin, A. P (2018). HISTORIOGRAFI PEMBUKUAN HADIS MENURUT SUNNITE DAN SYI’AH. Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadits, 12, No. 1. https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v12i1.2926
Anam, W (2020). Metode al- Iraqy Metode Mudah memahami Ilmu hadits secara Berjenjang. (Blitar: MSN Press).
Anwar, H. Razak, Y (2003). Al-Qur'an dan Hadis sebagai Prespektif dan Kajian. Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat, 5, No. 1.
Azkar, M (2016). Hadits dalam Perspektif Sunnite dan Syiah: Sebuah Perbandingan. Mu'amalat: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah VIII, No. 1.
Hamang, M. N (2011). Kehujjahan Hadis Menurut Imam Mazhab Empat. Jurnal Hukum Diktum, 9, No. 1.
Idri, (2014), Studi Komparasi Hadis Ahad dan Mutawattir,( Surabaya: CV. Dwiputra Pustaka Jaya).
Jannah, E. U., & Sulthon, M (2023). Pengaruh Pemikiran Nashiruddin Al-Thusi terhadap Perkembangan Metode Penentuan Arah Kiblat. al-Qanum: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam 26, No. 1.
Kaharuddin & Abdussahid (2018). Hadis Sebagai Sumebr Hukum Islam: (Tinjauan Phama Inkar As-Sunnah, Syiah dan Orientalis. Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan 2, No. 2.
Kurniasih, A., & Arif, M (2018). Metodologi Kritik Matan Hadis (Kajian terhadap Kitab al-Sunnah al-Nabawiyyah Baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadits Karya Muhammad al-Ghazali,. Jurnal HOLISTIC al-Hadis, 4, No. 2.
Lestari, L (2019). Epistemologi Hadis Perspektif Syi‘Ah. Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis, 2(1), 39–52. https://doi.org/10.32505/al-bukhari.v2i1.1130
Nikmah, S (2019). Epistemologi Hadis dalam Perspektif Kelompok Syiah dan Khawarij. Al-Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama, 4, No. 2.
Rajab, M (2016). Pemikiran Imam Syafi‟I Tentang Al-Hadits Dan Implikasinya Terhadap Metodologi Penetapan Hukum Islam. Jurnal Madania, 6, No. 2. Http://Dx.Doi.Org/10.24014/Jiik.V6i2.4822
Sugiono (2019). Metode penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: ALFABETA).
Suhartawan, IBN, & Hasanah, M (2022). Memahami Hadis Mutawatir Dan Hadis Ahad. Jurnal Dirayah, 3, No. 1.
Suryadilaga, M. A (2017). Ilmu Sanad hadis. (Yogyakarta: Idea Press).
Tangngareng, T (2016). Kehujjahan Hadis Ahad dalam Masalah Aqidah. Tahdis 7, No. 1.
Zamzabela, Sholahuddin & Indal Abror (2019), Khabarul Wahid dalam Pandangan al-Syafi'i dalam Kitab al-Risalah, Jurnal Living Haids IV, No. 2.
Zuhri, Ahmad, dkk (2014). Ulumul Hadis. (Medan: CV. Manhaji).
Zulkifli (2015). Studi Hadis: Integrasi Ilmu ke Amal Sesuai Sunnah. (Pekanbaru: Suska Press).
DOI: 10.21043/riwayah.v11i2.34081
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.















