Open Journal Systems

THE LIVING HADITH PHENOMENON IN BANJAR SOCIETY: Integrating Ritual Devotion and Social Solidarity in the Al-Ma’sum Majelis Dhikr and Syarikat Kematian

Najmussaqibah Najmussaqibah, Hairul Hudaya, Zain Rozikin

Abstract

This study aims to analyze the practices of the Majelis Dhikr and Syarikat Kematian Al-Ma’sum at the Al-Ma’sum Mosque in Barabai, Banjar, as a representation of the Living Hadith phenomenon within the Banjar community. Utilizing a qualitative-descriptive approach, this research explores how Prophetic traditions are internalized into local customs to fortify both spiritual and social dimensions. The findings demonstrate that the integration of collective dhikr rituals every Wednesday night with an organized funeral assistance system creates a harmony between the dimensions of hablun min Allah (relationship with God) and hablun min al-nas (relationship among humans). The practice of "7 Laksa" dhikr, distributed proportionally among members, is not merely an eschatological ritual but serves as an instrument to cultivate inner tranquility and moral discipline. Concurrently, the Syarikat Kematian functions as a social institution that mitigates the economic burden on bereaved families through self-funded contributions. This study contributes theoretically to the sociology of Islam by offering a model of how mosque institutions can transform into strategic social capital. Furthermore, it asserts that the contextualization of Islamic values into local Banjar culture does not reduce the essence of religious teachings; rather, it strengthens their relevance and continuity in facing contemporary social dynamics. Through the synthesis of ritual devotion and collective responsibility, the Al-Ma’sum Assembly successfully reinforces communal solidarity (ukhuwah) and resilience within the framework of a living tradition.


[Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik Majelis Dzikir dan Syarikat Kematian Al-Ma’sum di Masjid Al-Ma’sum, Barabai, Banjar sebagai representasi fenomena Living Hadis dalam masyarakat Banjar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana hadis Nabi diinternalisasi ke dalam tradisi lokal untuk memperkuat dimensi spiritual sekaligus sosial. Hasil menunjukkan bahwa integrasi ritual zikir kolektif setiap malam Rabu dengan sistem bantuan pemulasaraan jenazah yang terorganisir menciptakan harmoni antara dimensi hablun min Allah (hubungan dengan Tuhan) dan hablun min al-Nas (hubungan antarsesama). Praktik zikir 7 Laksa yang didistribusikan secara proporsional kepada anggota bukan sekadar ritual eskatologis, melainkan instrumen untuk memupuk ketenangan batin dan disiplin moral. Sementara itu, Syarikat Kematian berfungsi sebagai institusi sosial yang memitigasi beban ekonomi keluarga dhuafa melalui iuran swadaya. Penelitian berkontribusi teoretis terhadap sosiologi Islam dengan menawarkan model bagaimana institusi masjid dapat bertransformasi menjadi modal sosial (social capital) yang strategis, sekaligus menegaskan bahwa kontekstualisasi nilai-nilai Islam ke dalam budaya lokal Banjar tidak mereduksi esensi ajaran agama, melainkan memperkuat relevansi dan kontinuitasnya dalam menghadapi dinamika sosial kontemporer. Melalui sintesis antara pengabdian ritual dan tanggung jawab kolektif, Majelis Al-Ma’sum berhasil memperkokoh solidaritas (ukhuwah) dan resiliensi komunitas dalam bingkai tradisi yang hidup.]

Keywords


Living Hadith, Majelis Dhikr, Syarikat Kematian, Banjar Community, Social Solidarity.

References


Ahmad, A. M. (2022). Panduan praktis perawatan dan shalat jenazah. Penerbit NEM.

Ahmad, H. A. (2015). Rukun kematian: Kearifan lokal dan modal sosial bagi kerukunan umat beragama di Kota Bandar Lampung. Harmoni: Jurnal Multikultural & Multireligius, 14(1).

Albani, M. N. (2022). Fiqih lengkap mengurus jenazah. Depok: Gema Insani.

Albānī, M. N. al-D. (1999). Tuntunan lengkap mengurus jenazah. Gema Insani.

Al-Faifi, S. A. Y. (2009). Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Al-Hijry, S. S. S. (2022). Cara mudah mengurus jenazah. Bekasi: Darul Falah.

Anwar, M. K. (2015). Living hadis. Living Hadis, 12(1), 72–86.

Bukhari. Shahih Bukhari.Kitab Hadis Yang disusun berdasrakan sanad. Sahabat Anas Bin Malik Al -Anshari . No 5986

Bukhari. Shahih Bukhari. Kitab Tauhid. No 7405. Maktabah Syāmilah Online https://shamela.ws/

Faqihah Muharroroh Itsnaini. (2021, Juni 9). Sejarah dan kebudayaan khas Suku Banjar dari Kalimantan Selatan. Detik. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d- 5560911/sejarah-dan-kebudayaan-khas-suku-banjar- dari-kalimantan-selatan

Hafizzullah, F. I. (2021). Living hadis dalam konsep pemahaman hadis. Thullab: Jurnal Riset dan Publikasi Mahasiswa, 1(1).

Ibnu Madjah. Sunan Ibnu Majah. Kitab Adab. Keutamaan Zikir. Hadis No. 3783. Muslim.pizza All-in-one aplikasi untuk belajar islam https://www.hadits.id/hadits/majah/3783

Istifadah, A. M., & Hasyim, A. F. (2016). Living sunnah Jama’ah Al-Syahadatain (Studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Kuningan). Diya al-Afkar, 4(2).

Marbai, M. A. (n.d.). Pengajian rutin dan dzikir di Majelis Dzikir & Serikat Kematian Darussalam Al-Amin [Video]. Facebook. Diunduh dari https://www.facebook.com/marbai.inhil/videos/pengaj ian-rutin-dan-dzikir-di-majelis-dzikir-serikat-kematian- darussalam-al-amin/1093346775398223/

Maulana, L. M., Ridha, M. A. R., & Murni, A. (2021). Fenomena living hadis dalam pembelajaran anak usia dini. Khazanah Theologia, 2(3), 142–152. Merdeka, M., & Amaliyah, A. (2024). Pengembangan spiritualitas melalui dakwah Majlis Dzikir An Nawawi Cilenggang. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4(2), 213–222.

Mujtaba, S. (2010). Membuka pintu ijtihad (Studi pemikiran Fazlur Rahman).

Muslim. Shahih Muslim. Kitab Jenazah, Bab Sholat Jenazah dan menyertai jenazah ke kubur. Hadis No. 945. Maktabah Syāmilah Online https://shamela.ws/

Muslim. Shahih Muslim. Kitab Jenazah. Bab Do’a untuk orang meninggal. Hadis No 963. Maktabah Syāmilah Online

Muslim. Shahih Muslim. Kitab Memandikan dan mengkafani mayyit. Pasal 1. Hadis No. 1661. Maktabah Syāmilah Online

Muslim. Shahih Muslim. Kitab Tentang Persahabatan. Pasal 5 : Tentang teman dan Pergaulan. Hadis No. 2628. Maktabah Syāmilah Online

Muslim. Shahih Muslim. Kitab Kitābu Tawfīqir Rabbil Munʿim bi Sharḥi Ṣaḥīḥ al-Imām Muslim. Bab Zikir, Do’a, Taubat, Istighfar. Hadis No. 2700 . Maktabah Syāmilah Online

Muslim. Shahih Muslim. Kitab Memandikan dan mengkafani mayyit. Pasal 1. Hadis No. 5821. Kitab tentang Kebajikan, Silaturahim dan Adab. Bab tentang Anjuran untuk Bergaul dengan orang-orang Saleh dan Menjauhi Teman- teman yang Buruk. Maktabah Syāmilah Online

Nasution, A. H., Zein, A., & Ardiansyah. (2017). Kontribusi pemikiran Yusuf al Qardawi dalam kitab Kaifa Nata’ Amal Ma’a As-Sunnah Nabawiyah. AT-TAHDIS: Journal of Hadith Studies, 1(1).

As-Syekh Zainuddin Ibnul Abdul Aziz Al-Malybari. (2019). Terjemah Irsyadul Ibad (Penuntun manusia ke jalan yang benar) (Vol. 2). Surabaya: Mutiara Ilmu.

Nelisma, Y., & Barmawi, B. (2022). Penyelenggaraan jenazah perspektif Islam, etika dan budaya dalam bimbingan dan konseling. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK, 4(4), 5317–5324.

Nikmatullah. (2015). Review buku dalam kajian living hadis: Dialektika teks dan konteks. Jurnal Holistic, 245.

Nirwana, D., & Saifuddin, S. (2019). Studi living sunnah terhadap upacara daur hidup di kalangan masyarakat Banjar.

Saktika, G. (2024). Bacaan tahlil singkat disertai doa dan artinya. Diakses 15 Januari 2024 dari https://berita.99.co/bacaan-tahlil-singkat/.

Salleh, M. S. N., Usman, A. H., Wazir, R., Shamsu, L. S. H., & Burhanuddin, N. A. (2020). Living sunnah menurut Fazlur Rahman: Satu sorotan literatur secara sistematik. Al- Burhān: Journal of Qurʾān and Sunnah Studies, 4(1), 127–141. https://doi.org/10.31436/alburhn.v4i1.168

Saputra, E. (2021). Nilai edukatif dalam surat Al-Fatihah dan pengaruhnya terhadap karakter. Basha’ir: Jurnal Studi Al- Qur’an dan Tafsir, 1(1), 49–58. https://doi.org/10.47498/bashair.v1i1.609

Sarwat, A. (2018). Fiqih shalat jenazah. Jakarta: Rumah Fiqih Publishing. http://eprints.radenfatah.ac.id/2436/

Sholikhin, M. (2009). Panduan lengkap perawatan jenazah. Yogyakarta: Mutiara Media.

Sholihah, M., Maarif, M. A., & Romadhan, M. S. (2021). Konseling Islam dengan dzikir Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah: Mengatasi kegelisahan jiwa dan batin. Al-Afkar, Journal for Islamic Studies, 299–317. Sulthon, A. (2020). Filsafat pendidikan: Islam teori dan metodologi. Qahar Publisher.

Suryadi. (2003). Metodologi ilmu rijalil hadis. Yogyakarta: Madani Pustaka.

Suryadilaga, M. A. (2016). Aplikasi penelitian hadis dari teks ke konteks (1st ed.). Yogyakarta: Kalimedia.

Syarifuddin, & Rosyid, M. Z. (2019). Persoalan otentisitas hadis perspektif Ignaz Golziher. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 13(2), 193–212.

Tauhid, M. (2017). Manhaj al-Muhadditsin dalam pemeliharaan hadis di abad pertama hijriyah. Al-Dzikra, 11(1).

Uhbiyati, N., & Ahmadi, A. (1997). Ilmu pendidikan Islam (IPI).Bandung: Pustaka Setia.

Wentzel, K. R., & Miele, D. B. (2009). Handbook of motivation at school. New York: Routledge.

Yunita, N., & Valentine, F. (2020). Nilai-nilai pendidikan Islam serta hikmah pengurusan jenazah. Belajea: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 289–308. https://doi.org/10.29240/belajea.v5i2.1418

Zein, K. N., Muthi’ah, A., & Hartati, H. (2023). Amaliah recitation of Ratib Al-Kubra in the routine of Wednesday night remembrance assemblies Jatiseeng Kidul Village, Ciledug District, Cirebon Regency (Study of living hadith). Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan, 2(3), 416–430.


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/riwayah.v11i2.32170

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.