Open Journal Systems

HADITH AND THE ETHICS OF PUBLIC SPACE: the Case of the Sea Fence Conflict in Tangerang

Ilman Hendrawan Saputra

Abstract

The construction of a sea fence along the coast of Tangerang Regency has sparked complex legal, social, and religious controversies. This study critically examines the legal status of the project and its socio-economic implications for coastal communities through the lens of prophetic hadiths and Indonesian agrarian law. Employing a multidisciplinary methodology, the research integrates spatial analysis using historical Google Earth imagery (1985–2024), linear regression modeling for shoreline change estimation, normative analysis of regulations such as Government Regulation No. 24/1997 and Ministry of Agrarian and Spatial Planning Regulation No. 17/2021, and a textual analysis of relevant ṣaḥīḥ hadiths. The findings reveal systemic administrative irregularities involving land document falsification and abuse of authority, which contravene both Indonesian law and prophetic ethical teachings. Key hadiths—such as "Whoever cheats is not one of us" (Muslim No. 102), the warning against untrustworthy leadership (Bukhari No. 7150), and severe eschatological consequences for land usurpation (Bukhari No. 2454)—underscore the moral gravity of such practices. Beyond legal transgressions, the sea fence has resulted in the marginalization of local fishermen, economic dispossession, and rising communal tensions. This study contributes to the scholarship on Islamic environmental ethics, legal anthropology, and hadith application in contemporary governance by demonstrating how prophetic teachings can serve as normative frameworks for assessing development policies and protecting vulnerable communities.

[Pembangunan tanggul laut di pesisir Kabupaten Tangerang telah memicu kontroversi hukum, sosial, dan keagamaan yang kompleks. Studi ini secara kritis menelaah status hukum proyek tersebut serta implikasi sosial-ekonominya terhadap masyarakat pesisir melalui perspektif hadis Nabi dan hukum agraria Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan multidisipliner, penelitian ini mengintegrasikan analisis spasial menggunakan citra historis Google Earth (1985–2024), pemodelan regresi linear untuk estimasi perubahan garis pantai, analisis normatif terhadap regulasi seperti PP No. 24 Tahun 1997 dan Permen ATR/BPN No. 17 Tahun 2021, serta telaah tekstual terhadap hadis-hadis ṣaḥīḥ yang relevan. Temuan menunjukkan adanya penyimpangan administratif sistemik berupa pemalsuan dokumen tanah dan penyalahgunaan kewenangan, yang melanggar hukum positif maupun nilai-nilai etika kenabian. Hadis-hadis kunci—seperti “Barang siapa menipu, maka ia bukan dari golonganku” (HR Muslim No. 102), peringatan terhadap pemimpin yang tidak amanah (HR Bukhari No. 7150), serta ancaman keras terhadap perampas tanah (HR Bukhari No. 2454)—menegaskan beratnya pelanggaran moral tersebut. Di luar aspek hukum, pembangunan tanggul laut ini telah menyebabkan marjinalisasi nelayan lokal, kerugian ekonomi, dan meningkatnya konflik horizontal. Studi ini memberikan kontribusi terhadap kajian etika lingkungan Islam, antropologi hukum, dan penerapan hadis dalam kebijakan kontemporer, dengan menunjukkan bagaimana ajaran Nabi dapat menjadi kerangka normatif dalam menilai proyek pembangunan serta melindungi komunitas yang rentan.]

Keywords


Certificate Falsification, Coastal Erosion, Fishermen's Rights, Sea Wall, Islamic Ethics.

References


Fakta Pagar Laut Sepanjang 30,16 Kilometer di Perairan Tangerang | tempo.co. (2025, يناير 15). Tempo. https://www.tempo.co/politik/15-fakta-pagar-laut-sepanjang-30-16-kilometer-di-perairan-tangerang--1194256

ابن إسماعيل, م. (1444). صحيح البخاري. دار الكتب العلمية.

ابن الحجاج, م. (د.ت). صحيح مسلم. دار إحياء التراث العربي.

بن خلف بن عبد الملك, ا. ب. أ. ا. ع. (1423). شرح صحيح البخارى لابن بطال. مكتبة الرشد.

Agung Sedayu Klaim HGB di Laut Tangerang Dulunya Tambak Warga. (د.ت). ekonomi. استرجع في 14 أبريل، 2025, من https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250204111354-92-1194327/agung-sedayu-klaim-hgb-di-laut-tangerang-dulunya-tambak-warga

Hasibuan, E., & Karim, A. (2022). Implementasi Machine Learning untuk Prediksi Harga Mobil Bekas dengan Algoritma Regresi Linear Berbasis Web. Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, 21(4).

Ibn ‘Isma>‘i>l Ibn S{alah{, M. (د.ت). Subulu Al-sala>m. Da>ru Al-h{adi>th.

Munandar, & Kusumawati, I. (2017). Studi Analisis Faktor Penyebab dan Penanganan Abrasi Pantai di Wilayah Pesisir Aceh Barat. Jurnal Perikanan Tropis, 4(1).

Pagar laut: Sertifikat tanah membentang di lautan Tangerang hingga Makassar - Bagaimana "modus kecurangan" penerbitan sertifikat di pesisir? (2025, فبراير 2). BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/crr0n0r191ro

Pagar Laut Tangerang Rugikan Nelayan, Apa Langkah Pemulihan dari KKP? | tempo.co. (2025, يناير 31). Tempo. https://www.tempo.co/politik/-pagar-laut-tangerang-rugikan-nelayan-apa-langkah-pemulihan-dari-kkp--1200897

Pagar Laut Tangerang Terbongkar, Nelayan Minta Perketat Pengawasan. (د.ت). nasional. استرجع في 14 أبريل، 2025, من https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250213140551-12-1197884/pagar-laut-tangerang-terbongkar-nelayan-minta-perketat-pengawasan

Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Penetapan Tanah Musnah, Pub. L. No. Berita Negara 2021 Nomor 711 (2021).

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Pub. L. No. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 59 (1997). https://peraturan.bpk.go.id/Details/56273/pp-no-24-tahun-1997

Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Pub. L. No. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104 (1960). https://peraturan.bpk.go.id/Details/51310/uu-no-5-tahun-1960


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/riwayah.v11i1.31921

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.