Open Journal Systems
PRESERVING THE TRADITION OF HADITH SANAD IJAZAH IN PESANTREN OF MANDAILING NATAL: Scholarly Continuity and Academic Challenges
Abstract
The sanad tradition serves as a fundamental mechanism for preserving the authenticity and continuity of hadith through a reliable and accountable chain of transmission. In Indonesia, particularly in Mandailing Natal, this tradition is actively maintained in Pesantren (pesantren), where the transmission of canonical hadith texts—such as Arba‘in an-Nawawi, Bulugh al-Maram, and Sahih al-Bukhari—relies on a sanad-based educational system. This study explores the mechanism of granting ijazah sanad (sanad certificates) in selected pesantren—notably Musthafawiyah, Darul Ulum, and Roihanul Jannah—and examines their contribution to sustaining hadith scholarship. Employing a qualitative methodology that includes fieldwork and historical analysis, the research reveals that sanad certification is not a mere formal acknowledgment, but the result of a rigorous academic and spiritual process. Teaching methods such as musyafahah, talaqqi, and sorogan are employed alongside recitations in class, mosques, and during Ramadan. Certificates are granted only to students who meet strict academic criteria, including completion of hadith study under a teacher with authenticated sanad lineage, comprehension of the matan, and observance of proper adab. Most sanad lineages trace back to scholars connected to Madrasah Ash-Shalatiyah and Darul Ulum Makkah, including Shaykh Muhammad Yasin al-Fadani. Despite its critical role, academic studies on hadith sanad remain limited compared to Qur’anic sanad research. This study underscores the need to revitalize scholarly attention to hadith sanad traditions and affirms the strategic role of pesantren as institutions preserving the integrity and transmission of classical Islamic knowledge.
[Tradisi sanad merupakan mekanisme fundamental dalam menjaga keautentikan dan kesinambungan hadis melalui rantai transmisi yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan. Di Indonesia, khususnya di Mandailing Natal, tradisi ini secara aktif dilestarikan di lembaga pendidikan pesantren, di mana transmisi kitab-kitab hadis klasik seperti Arba‘in an-Nawawi, Bulugh al-Maram, dan Sahih al-Bukhari dilakukan melalui sistem pendidikan berbasis sanad. Penelitian ini mengkaji mekanisme pemberian ijazah sanad (sertifikat sanad) di beberapa pesantren—terutama Musthafawiyah, Darul Ulum, dan Roihanul Jannah—dan menelaah kontribusinya dalam mempertahankan keberlanjutan keilmuan hadis. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi lapangan dan analisis historis, penelitian ini menemukan bahwa pemberian ijazah sanad bukan sekadar formalitas, melainkan hasil dari proses akademik dan spiritual yang ketat. Metode pengajaran seperti musyafahah, talaqqi, dan sorogan diterapkan bersamaan dengan pengajian di kelas, masjid, dan selama bulan Ramadan. Sertifikat hanya diberikan kepada santri yang memenuhi kriteria akademik ketat, termasuk menyelesaikan kajian kitab hadis di bawah bimbingan guru bersanad sah, memahami matan hadis, dan menunjukkan adab serta komitmen belajar. Mayoritas rantai sanad ditelusuri hingga ulama-ulama yang terhubung dengan Madrasah Ash-Shalatiyah dan Darul Ulum Makkah, termasuk Syekh Muhammad Yasin al-Fadani. Meskipun memiliki peran krusial, kajian akademik tentang sanad hadis masih terbatas dibandingkan dengan kajian sanad Al-Qur’an. Studi ini menegaskan pentingnya revitalisasi perhatian akademik terhadap tradisi sanad hadis dan meneguhkan peran strategis pesantren dalam menjaga integritas dan transmisi keilmuan Islam klasik.]
Keywords
References
Abdul Kadir, S. M. D., & Vahlepi, S. (2021). Mendalami Informasi dengan Bertabayyun menurut Al-Qur’an di Tinjau dari Tafsir Klasik dan Kontemporer. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(2), 825. doi: 10.33087/jiubj.v21i2.1570
Aidh, A. Q. (2007). Tafsir Muyassar. Jakarta: Qisthi Perss.
Al-Khatib, M. A. (1980). Ushul al-Hadis. Beirut: Dar al-Fikr.
Ardiansyah, A., & Firmansyah, H. (2023). Ulumul Hadis. repository.uinsu.ac.id. Retrieved from http://repository.uinsu.ac.id/19024/1/ardiansyah ULUM buku.pdf
Asmarita, D. (2023). Questioning the Validity of Hadith in the Digital Era: Menyoal Validitas Hadits di Era Digital. Jurnal Living Hadis. doi: https://doi.org/10.14421/livinghadis.2023.4156
Hafidh, Z., & Rahyasih, Y. (2023). Analisis Bibliometrik tentang Qiraat Sab’ah Menggunakan VOSViewer Berbasis Data Google Scholar. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(1). doi: https://doi.org/10.58363/alfahmu.v2i1.33
Huda, K. N., Jannah, A. R., Rosidah, Y. L., Rosidah, Y. L., & Agustin, D. (2023). Tradisi Ijazah Hadis Musalsal bil Musafahah di Pesantren Jami’atul Qur’an Grogol Kediri. 1(1), 73–86. doi: https://doi.org/10.30762/cr.v1i1.1255
B.u Shalah. (1995). Muqaddimah B. as-Salah fi ‘Ulum al-Hadis. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Idriz, M., & Nurhamidah, I. (2019). Tradisi Penganugerahan Ijazah dalam Sistem Pendidikan Islam: Kajian Selayang Pandang. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam. doi: http://dx.doi.org/10.30659/jpai.2.1.19-32
Ilham, M., Yusri, D., & Itrayuni, I. (2023). Tracking the Network of Hadith Ulama in the Archipelago: Contribution of Minangkabau Ulama in 20th Century Hadith Science Education. Al-Fikru: Jurnal Ilmiah. doi: https://doi.org/10.51672/alfikru.v17i1.177
Ja’far, Syahnan, M., Asrul, Dahlan, Z., & Ritonga, S. (2022). Discovering the Legacy of Mandailing Ulama: Education, Intellectuals, and Politics in North Sumatra in the Early 20th Century. Ulumuna, 26(2), 296–336. doi: 10.20414/ujis.v26i2.502
Khon, H. A. M. (2022). Takhrij dan Metode Memahami Hadis. books.google.com.
Manaf, M. L. A., Zulfa, M. F. E., & M. Nasiruddin. (2020). Kualifikasi Perawi dan Metode dalam Proses Transmisi Hadits. Journal of Hadith And Qur’anic Studies. Retrieved from https://ejournal.badrussholeh.ac.id/index.php/samawat/article/view/208
Maulana, L. (2016). Periodesasi Perkembangan Studi Hadits (dari Tradisi Lisan/Tulisan Hingga Berbasis Digital). Esensia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin. doi: https://doi.org/10.14421/esensia.v17i1.1282
Misbakhuddi, A. D. (2019). Muhammad Yasin Al-Fadani dan Konstribusinya dalam Sanad Keilmuan Ulama Nusantara. Universum, 13(1).
Mohamad, M R, Ramli, F. Z., & Alias, N. (2020). Aplikasi al-Tahammul wa al-Ada dalam kalangan qurra’ dan kepentingannya: the application of al-Tahammul wa al-Ada among the qurra and its importance. Al-Irsyad: Journal of Islamic …. doi: https://doi.org/10.53840/alirsyad.v5i2.132
Mohamad, Mohamad Redha, & Adi, M. F. A. (2023). Faktor-faktor Ketidaksambungan Sanad Talaqqī Al-Quran: Factors in the disconnection of the Quranic sanad talaqqī. Qiraat Jurnal Al-Quran Dan Isu-Isu Kontemporari, 6(1). doi: https://doi.org/10.53840/qiraat.v6i1.59
Muntaqo, L. (2018). Ijazah Sanad Tradition in Pesantren, an Effort to Maintain the Authenticity of Islamic Teachings (Study in Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Central Java). Manarul Qur’an: Jurnal Ilmiah Studi Islam. doi: https://doi.org/10.32699/mq.v18i1.930
Musa, F. (2023). Ulama Mandailing dan Terbentuknya Jaringan Pesantren di Sumatera Utara. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(3), 3133–3142. doi: https://doi.org/10.24815/jimps.v813.26530
Muslim bin al-Hajjaj. (n.d.). Sahih Muslim. Beirut: Dar al-Fikr.
Noor, U. M. (2020). Preserving Hadith Tradition in the Modern Times: Muhammad Yasin al-Fadani’s Thought on Sanad in His al-‘Ujalah fi al-Ahadith al-Musalsalah. Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies, 4(1), 1.
Nursyahbani, I. (2022). Kh. Syansuri Badawi’s Method in the Study of Riwayah and Dirayah Hadith at Pesantren Tebuireng. Nabawi: Journal of Hadith Studies. doi: https://doi.org/10.55987/njhs.v3i1
Putri Azka Syofarina. (2023). Analisis Ulama’ Melayu di Sumatera dan Jawa Studi Atas Karya-Karya Kitab Hadis Syeikh Yasin Al-Fadani dan Syeikh Nawawi Al-Bantani. The Ushuluddin International Student Conference, 1(1), 317–331. doi: https://doi.org/10.63142/cakrawala.v1i2.49
Rambe, M. S., Husna, J., & Waharjani, W. (2023). Hukum Mengamalkan Hadist Dhaif dalam Fadhail a’Mal the Law of Practicing Dhaif Hadith in Fadhail a’Mal. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 10(2), 257–272. doi: https://doi.org/10.21274/kontem.2023.10.2.257-271
Rochmawati, I. (2024). Warisan Keilmuan Ulama Madura: Analisis Terhadap Pelestarian Hadis Musalsal melalui Penulisan Kitab Hadis. MISYKAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Quran Hadits Syari’ah Dan Tarbiyah. doi: https://doi.org/10.47200/ulumuddin.v14i2.2698
Romli, S. (2024). Analisis praktik ijazah sanad hadis: Studi terhadap praktik ijazah di Pondok Pesantren Suci Garut. digilib.uinsgd.ac.id. Retrieved from https://digilib.uinsgd.ac.id/98281/
Roni, S. (2024). Penerapan Metode Mushafahah dalam Menjaga Autentisitas Qiraat Sab’ah (Studi Analisis di PPTQ al-Hasan Ponorogo dan PP al-Munawwir. etheses.iainponorogo.ac.id. Retrieved from http://etheses.iainponorogo.ac.id/29381/
Saifuddin, M., & Nurita, A. (2023). Manhaj Jamaluddin Al-Qasimi Dalam Penerapan Ilmu Al-Jarh Wa Al-Ta’dil. Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman. doi: https://doi.org/10.36835/hjsk.v13i02.4035
Satibi. (2010). Tradisi Ijazah Kajian hadis di Pesantren Ma’hadul Ilmi asy-Syar’ie Sarang (Studi Metode Periwayatan Hadis). UIN Sunana Ampel.
Su’aidi, H. (2023). The Validity of Transmission of Ijazah Hadith Musalsal Through Social Media Salafi Ulema Perspective: A Study of Sanad Connectedness (Studies al-Tahammul wa al-Ada’. Journal of Qur’an and Hadis Studies. doi: https://doi.org/10.28918/aqwal.v4i2.1751
Suhendra, A. (2019). Transmisi Keilmuan Pada Era Milenial Melalui Tradisi Sanadan Di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi. doi: https://doi.org/10.18784/smart.v5i2.859
Syaifuddin, A. (2022). Kontribusi Syaikh Yasin Bin Isa Al-Fadani Dalam Perkembangan Kajian Hadis Di Indonesia Melalui Karyanya Kitab Al-Mujalah Fi Al-Hadis Al-Musalsal. repository.iainkudus.ac.id. Retrieved from http://repository.iainkudus.ac.id/8503/
Uli Rif`atul Millah. (2018). Tradisi Pemberian sanad Al-Qur’an Studi Pada Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Baitul Abidin Darussalam Wonosobo jawa Tengah dan Pondok pesantren miftahul Huda Al-Azhar Banjar Jawa Barat. 4, 1–23.
Ulya, M. N., Alkaff, S. A. R., Anwar, H., & Ulinnuha, M. (2023). An Analysis of the Sanad Transmission by KH Muhammad Arwani (1905–1994) and His Role in the Dissemination of Qiraat Sab’ah Knowledge in Indonesia. QOF. doi: https://doi.org/10.30762/qof.v7i2.1400
DOI: 10.21043/riwayah.v11i1.31428
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.















