Open Journal Systems

Mengenal Tuntas Seluk Beluk Periwayatan Hadis

Kusroni Kusroni

Abstract

Hadis merupakan sumber primer kedua setelah al-Qur’an dalam patokan pengambilan hukum Islam. Sebagai sumber primer, tentu banyak aturan yang diberlakukan dalam penentuan validitas sebuah hadis. Ada banyak hal yang harus dikaji dalam memahami hadis, baik dalam aspek sistem transmisi (sanad)- nya, maupun konten (matan)-nya. Tulisan ini berbicara secara tuntas mengenai seluruh aspek dalam hadis dan proses periwayatannya, mulai dari proses dan bentuk-bentuk periwayatan, periwayatan hadis secara maknawi, dan juga membahas tentang peran serta kaum perempuan dalam proses periwayatan hadis. Dalam sejarahnya, periwayatan hadis secara makna menuai respon pro dan kontra dari para ulama. Fakta sejarah juga mengemukakan bahwa kaum perempuan mempunyai andil yang cukup besar dalam proses penyebaran dan periwayatan hadis Nabi Muhammad saw.

Keywords


riwayat; hadis; transmisi

References


Al-Husain, A. Q. binti. (2003). No TitlePeran Wanita Dalam Periwayatan Hadis. Jakarta:

Pustaka Azzam.

Al-Thah}h}ān, M. (n.d.). Taysīr Mus}t}alah} al-H}adīs.

Azami, M. M. (2012). Hadis Nabi dan Sejarah Kodifikasinya. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Fayyad, M. A. (1998). Metodologi Penetapan Kesahihan Hadis. Bandung: Pustaka Setia.

Isha>qi Achmad Asrori. (2009). al-Muntakhaba>t (2nd ed.). Surabaya: Al-Khidmah.

Ismail, S. (2005). Kaidah Kesahihan Sanad Hadis. Jakarta: Bulan Bintang.

Khaeruman, B. (2004). Otentisitas Hadis, Studi Kritis Atas Kajian Hadis Kontemporer.

Bandung: Rosda Karya.

Para Perawi Perempuan. (n.d.). Retrieved January 4, 2014, from http://penulispinggiran.

blogspot.com/2008/08/para-perawi perempuan.html

Salih, S. (2009). Membahas Ilmu-Ilmu Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Yaqub, A. M. (2008). Kritik Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus.


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/riwayah.v2i2.3142

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.