Open Journal Systems
REREADING HADITH OF MAHRAM AND WOMEN’S MOBILITY IN INDONESIAN CONTEXT
Abstract
The differences in Muslim understanding of mahram impact women’s mobility in the public sphere. This study aims to map the diversity of interpretations on mahram hadith among Indonesian Muslims viewed from the interpretation of arguments and their influence on women’s lives. Through qualitative research, the data was obtained from online media, which was strengthened by interviews, and analyzed by using content analysis. The study results show that mahram is understood textually and contextually with three categories, namely family mahram, which impacts prohibitions, restrictions on women outside the home, and restraint on women in public spaces. Whereas mahram, as a friend and community, functions as a support system for protection for women, which is supported by the state’s security system, affecting women’s freedom in travel and public spaces. The arguments influencing this understanding are different arguments, interpretations, schools of thought, and individual experiences. In the Indonesian context, progressive ulemas reinterpret mahram traditions from personal protection to communal and state protection through three methods, namely reciprocal interpretation, considering context, and using maqashid sharia. The understanding of mahram is not only related to protecting women while traveling but extends to all women’s activities in the public sphere, including worship. Thus, the issue of mahram in the Indonesian context is inseparable from religious, social, cultural, and political discourse.
[Perbedaan pemahaman umat Islam tentang mahram berdampak pada mobilitas perempuan di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan keberagaman penafsiran hadis mahram di kalangan umat Islam Indonesia dilihat dari penafsiran dalil dan pengaruhnya terhadap kehidupan perempuan. Melalui penelitian kualitatif, data diperoleh dari media daring yang diperkuat dengan wawancara, dan dianalisis dengan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahram dipahami secara tekstual dan kontekstual dengan tiga kategori, yaitu mahram keluarga yang berdampak pada larangan, pembatasan bagi perempuan di luar rumah, dan pengekangan bagi perempuan di ruang publik. Sedangkan mahram sebagai sahabat dan masyarakat berfungsi sebagai sistem pendukung perlindungan bagi perempuan yang didukung oleh sistem keamanan negara, sehingga memengaruhi kebebasan perempuan dalam bepergian dan ruang publik. Dalil yang memengaruhi pemahaman tersebut adalah perbedaan argumen, penafsiran, mazhab pemikiran, dan pengalaman individu. Dalam konteks Indonesia, ulama progresif menafsirkan kembali tradisi mahram dari perlindungan pribadi menjadi perlindungan komunal dan negara melalui tiga metode, yaitu penafsiran resiprokal, mempertimbangkan konteks, dan menggunakan maqashid syariah. Pemahaman tentang mahram tidak hanya terkait dengan perlindungan terhadap perempuan saat bepergian, tetapi meluas ke seluruh aktivitas perempuan di ruang publik, termasuk beribadah. Dengan demikian, persoalan mahram dalam konteks Indonesia tidak dapat dipisahkan dari wacana keagamaan, sosial, budaya, dan politik.]
Keywords
References
Ali, K. (2016). Sexual ethics and Islam: feminist reflections on Qur’an, hadith, and jurisprudence. Simon and Schuster.
Ananta, W. (2013). Ada Perda Perempuan Dilarang Keluar Malam, Ahok: Kebablasan. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/news/read/767166/ada-perda-perempuan-dilarang-keluar-malam-ahok-kebablasan
Andrean W. Finaka. (2021). Mau Pekerjakan Wanita di Malam Hari? Syarat Ini Harus Dipenuhi. Indonesiabaik.Id. https://indonesiabaik.id/motion_grafis/mau-pekerjakan-wanita-di-malam-hari-syarat-ini-harus-dipenuhi
Anwar, L. A. (2021). Fenomena Baru Perempuan di Arab Saudi Berhaji Tanpa Mahram. Kompas.Id. https://www.kompas.id/baca/internasional/2021/07/22/fenomena-baru-perempuan-di-arab-saudi-berhaji-tanpa-mahram
Ariyanti, H. (2022). Taliban Larang Perempuan Naik Pesawat Tanpa Mahram. Merdeka.Com. https://www.merdeka.com/dunia/taliban-larang-perempuan-naik-pesawat-tanpa-mahram.html
Arrahmah, S. (2021). Makna Mahram dalam Berhaji Menurut Nyai Badriyah Fayumi. Nu.or.Id. https://www.nu.or.id/nasional/makna-mahram-dalam-berhaji-menurut-nyai-badriyah-fayumi-v45Xf
Aziz, A., & Dinata, Y. M. (2021). Pelacakan Hadis Bepergian Wanita Tanpa Mahram. Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu Dan Budaya Islam. https://doi.org/https://doi.org/10.36670/alamin.v4i01.86
Begg, R. (2012). Hadith as a means of routinizing charisma. Religion and Theology, 19(1–2), 110–121. https://doi.org/10.1163/157430112X650311
Brown, J. a. . (2009). Did the Prophet Say It or Not ? The Literal , Historical , and Effective Truth of Hadîths in Early Sunnism. In Journal of the American Oriental Society (Vol. 2, pp. 259–285).
Busyro, B., Ismail, I., Wadi, F., Tarihoran, A. S., & Rosman, E. (2020). Mahram for Women Hajj Pilgrims: Analysis of ‘illat and Development of Mahram Meaning. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 24(2). https://doi.org/10.29300/madania.v24i2.2926
Candraningrum, D. (2007). Unquestioned Gender Lens in Contemporary Indonesian Shariah-Ordinances (Perda Syariah). Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 45(2), 289–320.
CNN Indonesia. (2022). Saudi Ungkap Alasan Perempuan Bisa Haji dan Umrah Tanpa Mahram. Cnnindonesia.Com. https://www.cnnindonesia.com/internasional/20221024163359-106-864700/saudi-ungkap-alasan-perempuan-bisa-haji-dan-umrah-tanpa-mahram.
Damanhuri, D. (2017). Oppose the Patriarchy and Dehumanization in Building the.
Duderija, A. (2008). The interpretational implications of progressive muslims’ Qur’an and Sunna Manhaj in relation to their formulation of a normative muslima construct. Islam and Christian-Muslim Relations, 19(4), 411–429. https://doi.org/10.1080/09596410802335457
Duderija, A. (2015). Toward a scriptural hermeneutics of Islamic feminism. Journal of Feminist Studies in Religion, 31(2), 45–64.
Hakim, I. A. (2022). Kini Perempuan Boleh Haji dan Umrah tanpa Mahram, Arab Saudi Dianggap Makin Aman bagi Kaum Hawa. Kompas.Tv. https://www.kompas.tv/internasional/337621/kini-perempuan-boleh-haji-dan-umrah-tanpa-mahram-arab-saudi-dianggap-makin-aman-bagi-kaum-hawa
Hamdani, H. (2022). Mahram for Women in the Implementation of the Hajj According to Classical and Contemporary Ulama. Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 6(2), 131–143.
Hamid, N. (2019). Tak Boleh Kuliah di Luar Negeri karena Mahram, Bagaimana Hukum yang Sebenarnya? Pwmu.Co. https://pwmu.co/102918/07/21/tak-boleh-kuliah-di-luar-negeri-karena-mahram-bagaimana-hukum-yang-sebenarnya/
Hayati, I. (2015). Wali Kota: Gubernur Aceh yang Larang Wanita Keluar Malam. National.Tempo.Co. https://nasional.tempo.co/read/672078/wali-kota-gubernur-aceh-yang-larang-wanita-keluar-malam
Ishmah, N. (2022). Mahram/muhrim. Kupipedia.Id. https://kupipedia.id/index.php?title=Mahram/muhrim&mobileaction=toggle_view_desktop
Kamali, M. H. (1993). Freedom of expression in Islam: an analysis of fitnah. American Journal of Islam and Society, 10(2), 178–200.
Karlina, N. (2021). Hukum Perempuan Bersafar Tanpa Mahram. Pwmjateng.Com. https://pwmjateng.com/hukum-perempuan-bersafar-tanpa-mahram/
Kodir, F. A. (2016). Mafhum Mubadalah (Interpretasi Resiprokal). Mubadalah.Id. https://mubadalah.id/mafhum-mubadalah-interpretasi-resiprokal/
Majid, L. A., Hussin, H., Kurt, N., & Majid, M. N. A. (2014). Textual exegesis of Malay translations of Arabic Hadith text as toolsteaching in social and religious. Mediterranean Journal of Social Sciences, 5(23), 2475–2483. https://doi.org/10.5901/mjss.2014.v5n23p2475
Mansyuroh, F. A. (2019). Analysis of legal change for women traveling without Mahram: a case study of the Kingdom of Saudi Arabia Royal Decree No. M/134 of 2019. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 14(2), 201–220.
Masruhan. (2019). The unprecedented contextual interpretation of the misogynic hadith at the reformist persis pesantren in Bangil. Journal of Indonesian Islam. https://doi.org/10.15642/JIIS.2019.13.2.480-504
Miski, M. (2021). Amplification of Islamic doctrines in hadith memes prohibition of women travels without a mahram on indonesian social media. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 22(1), 230–254.
Nazahah, I., & Sahidin, A. (2021). Hukum Safar Wanita Tanpa Mahram Menurut Pandangan Para Ulama. Jurnal Penelitian Medan Agama, 12(2), 82–89.
Putri, N. H. (2021a). Memahami Konsep Mahram Dalam Islam. Rahma.Id. https://rahma.id/memahami-konsep-mahram-dalam-islam/
Putri, N. H. (2021b). Memahami Konsep Mahram Dalam Islam. Rahma.Id. https://rahma.id/memahami-konsep-mahram-dalam-islam/
Ramle, M. R., & Huda, M. (2022). Between Text and Context: Understanding Ḥadīth through Asbab al Wurud. Religions, 13(2). https://doi.org/10.3390/rel13020092
Redaksi. (2021). Menilik Buku ‘Perempuan Bukan Sumber Fitnah.’ Mubadalah.Id. https://mubadalah.id/menilik-buku-perempuan-bukan-sumber-fitnah/
Rohman, H. (2017). Reinterpretasi Konsep Mahram Dalam Perjalanan Perempuan Pespektif Hermeneutika Fazlur Rahman. Al-Hukama’, 7(2), 251–274.
Rohman, H. (2018). Reaktualisasi Konsep Mahram dalam Hadis Tentang Perjalanan Wanita Perspektif Maqasid al-Shari’ah. AL-HUKAMA’. https://doi.org/10.15642/alhukama.2018.8.2.379-400
ROHMANIYAH, I., KOTELE, S., PABBAJAH, M., & RASYIDAH, H. S. (2022). Female Ulama’s Authority: Deconstructing Masculine Domination in Islamic Norms and Practices. International Journal of Islamic Thought, 6, 54–61. https://doi.org/10.24035/ijit.21.2022.225
Shah, F. A. (2016). Arabic Language Methods and their Effects on the Scholars’ Differences in Understanding the Qur’an and Hadith Texts. AlBayan, 14(1), 51–73. https://doi.org/10.1163/22321969-12340031
swararahima. (2018a). Isu Mahram di Berbagai Belahan Dunia. Swararahima.Com. https://swararahima.com/2018/09/03/isu-mahram-di-berbagai-belahan-dunia/
swararahima. (2018b). Konsep Mahram dan Perlindungan Perempuan. Swararahima.Com. https://swararahima.com/2018/09/03/konsep-mahram-dan-perlindungan-perempuan/
swararahima. (2018c). Mahram dalam perjalanan jauh dan Khalwat. Swararahima.Com. https://swararahima.com/2018/09/03/mahram-dalam-perjalanan-jauh-dan-khalwat/
swararahima. (2018d). Menafsir Ulang Konsep Mahram. Swararahima.Com. https://swararahima.com/2018/09/03/menafsir-ulang-konsep-mahram/
Thohari, F., Muslim, M. B., Zada, K., & Misbahuddin. (2021). The Implications of Understanding Contextual Hadith on Religious Radicalism (Case Study of Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences). Samarah, 5(2). https://doi.org/10.22373/sjhk.v5i2.11124
Ulya, A. (2013). Konsep Mahram Jaminan Keamanan atau Pengekangan Perempuan. Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 17(1), 245–255.
Ulya, A., & Maulana, M. (2018). Penyertaan Mahram Pada Pelaksanaan Haji Dan Umrah. Refleksi. https://doi.org/10.15408/ref.v15i2.10167
umma. (2020). Alasan Perjalanan Dinas, Bolehkah Perempuan Bepergian Tanpa Mahram? Umma.Id. https://umma.id/post/alasan-perjalanan-dinas-bolehkah-perempuan-bepergian-tanpa-mahram-533475?lang=id
Utami, M. T. (2019). Mahram Implications in Women’s Travel. HUNAFA: Jurnal Studia Islamika, 16(1), 88–110.
Yahya, A., & Zainuddin, M. (2021). The interpretation of the hadith on the characteristics of women and its implications for Islamic Law. Samarah, 5(1). https://doi.org/10.22373/sjhk.v5i1.9593
Zakiyah, H., Safri, E., & Luqmanul Hakim. (2019). Textual Understanding of The Prophet’s Hadith (Study of The Understanding of Ahmad Hassan’s Traditions). Journal of Hadith Studies, 2(1).
DOI: 10.21043/riwayah.v10i2.28252
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.















