MENGGUGAT STEREOTIPE “PEREMPUAN SEMPURNA” : Framing Media terhadap Perempuan Pelaku Tindak Kekerasan

aprilia hening puspitasari, Widodo Muktiyo

Abstract


Penelitian ini menggunakan metode framing dan Teori Agenda Setting untuk melihat sejauh mana media massa memotret citra perempuan sebagai pelaku tindak kekerasan terhadap anak. Berdasarkan stereotipenya perempuan yang sempurna merupakan perempuan yang mampu berperan ganda (multi tasking) sebagai penguasa domestik sekaligus pekerja di sektor publik. Framing media merepresentasikan perempuan sebagai sosok yang lemah-lembut, bijak, penyayang, sabar dan pemaaf. Namun maraknya kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh perempuan melanggengkan objectivikasi perempuan sebagai sosok yang kejam, pemarah, dan tidak berperikemanusiaan. Dengan kekuatan untuk mengkonstruksi realitas dan membentuk opini publik, media massa seharusnya dapat menghadirkan pemberitaan berimbang dan humanis. Framing media seharusnya tidak hanya menuntut dan menonjolkan kegagalan perempuan sebagai perempuan yang sempurna saja melainkan mengulas pula faktor-faktor psikologis yang melatar-belakangi tindakan kekerasan sebagai akibat tekanan hidup, ketidakberdayaan ekonomi-pendidikan serta ketiadaan dukungan dari lingkungan terdekat. Perimbangan pemberitaan media dilakukan untuk meningatkan kesadaran dan tanggungjawab masyarakat sekitar terhadap keselamatan anak-anak di lingkungannya, dan bukan hanya mengutuk atau mendiskreditkan tindakan pelaku kekerasan.



DOI: http://dx.doi.org/10.21043/palastren.v10i2.2610

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 PALASTREN Jurnal Studi Gender

Creative Commons License
Palastren : Jurnal Studi Gender by Pusat Studi Gender STAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.