Open Journal Systems

Pemahaman Komunitas Gusdurian Surakarta Tentang Etika Politik Gus Dur

Muhammad Fiam Setyawan, Khoirunnisa Salsabila

Abstract

Dunia politik di Indonesia saat ini sering dikaitkan dengan korupsi, penyuapan, dan penyalahgunaan wewenang. Maka dibutuhkan sebuah kajian teoritis yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam berpolitik, terutama dalam hal etika. Dengan ini, Gus Dur telah menyumbangkan pemikirannya tentang etika politik. Setelah Gus Dur wafat, Gusdurian hadir sebagai anak ideologis Gus Dur untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur. Dari sini muncul pertanyaan, bagaimana masyarakat Gusdurian memahami etika politik Gus Dur? apa peran mereka dalam upaya menyebarkannya?. Penelitian ini akan berfokus pada lingkup yang lebih kecil, di mana Surakarta menjadi objek penelitian. Sebagai kota kecil, Surakarta memiliki dinamika politik yang menarik khususnya situasi politik dan pluralitas masyarakatnya. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemahaman para aktivis Gusdurian sebagai wahana implementasi pemikiran etika politik Gus Dur. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Data diperoleh dari wawancara yang dilakukan dengan para penggerak komunitas Gusdurian Surakarta dan observasi dalam setiap kegiatan komunitas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa para aktivis Gusdurian Surakarta memahami sepenuhnya konsep etika politik Gus Dur yang mencakup tiga aspek penting, yaitu keadilan, kemanusiaan, dan penegakan demokrasi. Komunitas ini juga bergerak secara konkret dalam upaya menyebarkan etika politik Gus Dur melalui kegiatan-kegiatan konvensional, sikap terhadap permasalahan politik di Surakarta, dan kolaborasi dengan berbagai organisasi lain di Surakarta.

Keywords


Etika, Politik, Gus Dur, Gusdurian, Surakarta

References


Aji, S. (2023). Wawancara Pribadi Tentang Pemikiran Gus Dur.

Amaliyah, S. (2023a). Haul Ke-14 Gus Dur Telurkan Amanat Ciganjur untuk Penyelenggaraan Pemilu 2024. Retrieved from https://nu.or.id/nasional/haul-ke-14-gus-dur-telurkan-amanat-ciganjur-untuk-penyelenggaraan-pemilu-2024-EfZe6

Amaliyah, S. (2023b). Ini Rangkaian dan Tema Haul Ke-14 Gus Dur 2023 di Ciganjur. Retrieved from https://www.nu.or.id/nasional/ini-rangkaian-dan-tema-haul-ke-14-gus-dur-2023-di-ciganjur-OiBLq#google_vignette

Aulia. (2023). Wawancara Pribadi Tentang Pemikiran Gus Dur.

Bertens, K. (2000). Etika. Jakarta: Gramedia.

Budiarjo, T., Andre, H., Yani, Y., Ananda, A. S., and Nyipa, Y. (2022). Etika Politik dalam Kehidupan Bermasyarakat Menurut Pandangan Machiavelli. In Theos : Jurnal Pendidikan Dan Theologi, 2(1), 28–33.

Dewantara, A. W. (2017). Filsafat Moral: Pergumulan Etis Keseharian Hidup Manusia. Yogyakarta: PT. KANISIUS.

Firdaus, R. (2020). Etika Berpolitik dalam Pemikiran Abdurrahman Wahid (Gusdur) dengan Relevansi Perkembangan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. (Skripsi). UIN Raden Intan Lampung, Lampung.

Firdausi. (2022). Alissa Wahid: Filosofi Sapu Lidi Jadikan Gusdurian Tersebar di Seluruh Dunia. Retrieved from https://www.nu.or.id/nasional/alissa-wahid-filosofi-sapu-lidi-jadikan-gusdurian-tersebar-di-seluruh-dunia-iarnT

Fitrian, Z. (2022). Perkembangan dan Kontribusi Komunitas Gusdurian di Banyumas (2013-2021) (Skripsi). UIN Prof K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto., Purwokerto.

Hafidz, A. R. (2023). Wawancara Pribadi Tentang Pemikiran Gus Dur.

Hamid, M. (2010). Gus Gerr Bapak Pluralisme & Guru Bangsa. Yogyakarta: Pustaka Marwa.

Istadiyantha. (2014). Pengantar Politik Islam dan Islam Politik. Jurnal CMES, 7(2), 185–201.

Kartika, I. M. (2015). Nilai-Nilai Pancasila dalam Membangun Etika Politik di Indonesia. Jurnal Kajian Pendidikan Widya Accarya FKIP Universitas Dwijendra, 1–9.

Khasanah, F. (2018). Etika Gus Dur: Religius—Rasional (Ist). Tangerang Selatan: Cinta Buku Media.

Kurniawan, A. (2023). Soloraya Masuk Daerah Rawan Konflik di Pemilu 2024, Ini Kata Kesbangpol Jateng. Retrieved from https://regional.espos.id/solopos-masuk-daerah-rawan-konflik-di-pemilu-2024-ini-kata-kesbangpol-regional-1737652

Latifah, K. (2023). Wawancara Pribadi Tentang Etika Politik Gus Dur.

Muammar. (2021). Peran Komunitas Gusdurian dalam Menyebarkan Gagasan Toleransi Beragama di Kalangan Generasi Muda di Kota Makassar (Skripsi). Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Makassar.

Najmuddin, A. (2017). GAGASAN : Pesan Kemanusiaan Warisan Gus Dur. Retrieved from https://kolom.solopos.com/gagasan-pesan-kemanusiaan-warisan-gus-dur-881383

Najmuddin, Ajie. (2023). Wawancara Pribadi tentang Kemunculan Komunitas Gusdurian.

Prabowo, I. K. (2021). Peran Komunitas Jaringan Gusdurian Ciputat dalam Menjaga Toleransi serta Pluralisme (Skripsi). Universitas Negeri Jakarta, Jakarta.

Pureklolon, T. T. (2020). Pancasila sebagai Etika Politik dan Hukum Negara Indonesia. Law Review, 20(1), 71. https://doi.org/10.19166/lr.v20i1.2549

Utama, V. R. (2020). Menjerat Gus Dur. Jakarta Pusat: PT. NUmedia Digital Indonesia.

Wahid, A. (1999a). Prisma Pemikiran Gus Dur. Yogyakarta: LKiS.

Wahid, A. (1999b). Tuhan Tidak Perlu Dibela. Yogyakarta: LKiS.

Wahid, A. (2007). Islam Kosmopolitan, Nilai-Nilai Indonesia & Transformasi Kebudayaan. Jakarta: The Wahid Institute.


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/politea.v8i1.30966

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam