Open Journal Systems

Problematika Film Tanda Tanya (?) Dalam Mengenalkan Nilai-Nilai Toleransi Beragama

Zahrotus Sa'idah

Abstract

Film-film religius sangat sensitif dan berisiko, karena membahas netralitasnya dalam mengekspresikan nilai-nilai Islam, seperti "Tanda Tanya (?)" Oleh Hanung Bramantyo. Mengingat fakta bahwa film ini tidak hanya berurusan dengan kesalehan tokoh utama, tetapi juga menggambarkan bagaimana toleransi dapat ada di Indonesia, ada pro dan kontra yang terjadi ketika film ini dirilis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan sosiologis, penelitian ini mencoba menggambarkan bagaimana film ini dapat mendidik masyarakat tentang makna keberagaman dan toleransi di tengah kontroversi yang datang dari berbagai pihak. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa film religi adalah jenis film yang memiliki risiko sendiri. Itu karena film ini tidak hanya menyajikan pertunjukan yang menghibur, tetapi juga dituntut untuk berbagi toleransi dalam nilai-nilai agama tanpa dilibatkan oleh idiologi liberal.

Keywords


Film, Toleransi, Multikultur

References


Afriandy, Hendry (2018) Makna Toleransi pada Film Tanda Tanya, Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman, Vol. 1, 2018.

Anshori (2010) Transformasi Pendidikan Islam, Jakarta: GP Press.

Ariel Haryanto (2015) Identitas dan Kenikmatan, Politik Budaya Layar Indonesia, Terj: Eric Sasono, Jakarta: kepustakaan Populer Gramedia.

Bachtiar Effendi (2003) Islam and the State in Indonesia, Singapore: ISAS.

Herdini, Geta Ariesta (2013) Representasi Islam dalam Film Tanda Tanya, Skripsi, Semarang: Universitas Diponegoro.

Huda, Khoirul (2018) Makna Toleransi dalam Film Tanda Tanya (?) (Anlisis Framing Model Gamson dan Mondigliani), Skripsi, Ponorogo: IAIN Ponorogo.

James B.Hoesterey and Marshall Clark (2012) Film Islami: Gender, Piety and Pop Culture in Post-Authoritarian Indonesia, Asian Studies Review.

Moch Nur Ichwan. (2014) Conservative Turn, Islam Indonesia dan Ancaman Fundamentalis, ed. Martin Van Bruinessen, Antologi Sosiologi Islam, Bandung: Mizan Media Utama.

Mubarok, Ahmad Zaki (2012). Model Toleransi Beragama dalam Film Tanda Tanya Karya Hanum Bramantyo, Skripsi, Semarang: IAIN Walisongo.

Noorhaidi Hasan (2009) The Making of Public Islam : Piety, Agency and Commodification on The Landscape of The Indonesia Public Sphere. Journal of Contemporary Islam, Vol 3, 2009.

Nurcholish Majid (2000) Islam Doktrin dan Peradaban, Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah keimanan, Kemanusiaan dan kemoderenan, Cet. 4, Jakarta: Paramadina.

Onong Uchajana Effendy (2009) Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, Bandung : PT Citra Aditya Bakti.

Rofhani (2013) Budaya Urban Muslim Kelas Menengah, Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, No 1 Vol 3, Juni 2013.

S. Wismoady Wahono. (2001) Pro Eksistensi : Kumpulan Tulisan Untuk mengacu kehidupan Bersama, jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Said Agil Husin Al Munawar. (2003) Fikih Hubungan Antar Agama, Jakarta: Ciputat Press.

Salahudin Wahid. (2012) belum (Sepenuhnya) Menjadi Indonesia, dalam Harian Kompas 25 Mei 2012.

Zygmun Bauman (2001) Identuty in The Globalising Word, Social Anthropology, America: Social Anthropology.

Internet

http://nasional.kompas.com/awas-ancaman-pluralisme-indonesia/17-maret-2009/

http://bbc.com/parade-bhineka-tunggal-ika-di-bunderan-HI-serukan-persatuan/4-desember-2016/

http://m.tempo/Hanung-angkat-kisah-banser-nu-di film-tanda-tanya/1-April-2011/

https://nu.or.id/post/read/Kisah-Banser-Riyanto-Meninggal-Demi-Kemanusiaan/16-November-2016/

http://m.tempo/Hanung-angkat-kisah-banser-nu-di film-tanda-tanya/1-April-2011/

http://kapanlagi.com/fpi-nilai-film-tanda-tanya-menyakiti-umat/15-April-2011/


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7618

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.