Open Journal Systems
Identitas Kesalehan Melalui Penerapan Komunikasi Profetik di Pondok Pesantren An-Najah Jekulo
Abstract
Pondok Pesantren dalam identitas sosial kemasyarakatan erat kaitannya dengan ruang para santri belajar ilmu agama. Melalui penerapan komunikasi profetik, Pondok Pesantren dapat membangun identitas kesalehan para santri. Tujuan penelitian ini untuk melihat kontruksi identitas kesalehan dalam penerapan konsep komunikasi profetik sebagai metode pendidikan akhlak di Pondok Pesantren An-Najah Jekulo. Komunikasi profetik diartikan sebagai upaya memenuhi tugas profetik dalam paradigma filosofis dan penerapan komunikasi. Penelitian ini meminjam konsep komunikasi profetik Iswandi Syahputra, yakni liberasi, humanisasi, dan transendensi untuk menjadi alat pisau bedah dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas kesalehan santri pada Pondok Pesantren An-Najah Jekulo ditunjukkan melalui ritual ibadah berupa kegiatan-kegiatan pendidikan akhlak seperti pembacaan Alquran bandongan, pembacaan manakib, dan pembinaan akhlak. Selain itu juga kesalehan sosial diwujudkan dengan kejujuran, komunikasi yang efektif, komunikasi bebas tendensi, komunikasi tanpa melihat pangkat maupun jabatan, dan komunikasi yang tidak merendahkan.
Keywords
References
Abidin, Z. (2023). Tradisi Pendidikan Pesantren dalam Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Profetik. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 84–97. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v5i1.773
Cucu, C. (2021). Strategi Dakwah Bagi Lansia Berbasis Pondok. AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 8(2), 271-288. doi:http://dx.doi.org/10.21043/at-tabsyir.v8i2.12701
Dzulhusna, N., Nurhasanah, N., & Suherman, Y. N. (2022). Qaulan Sadida, Qaulan Ma’rufa, Qaulan Baligha, Qaulan Maysura, Qaulan Layyina dan Qaulan Karima Itu Sebagai Landasan Etika Komunikasi Dalam Dakwah. Journal Of Islamic Social Science And Communication (JISSC) DIKSI, 1(02), 76-84.
Firdaus, F. (2018). Tarekat Qadariyah Wa Naqsabandiyah: Implikasinya Terhadap Kesalehan Sosial. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 12(2), 55–72. https://doi.org/10.24042/ajsla.v12i2.2109
Herman, O. :, Dosen, D. M., Tarbiyah, J., & Kendari, S. (2013). SEJARAH PESANTREN DI INDONESIA. In Jurnal Al-Ta’dib (Vol. 6, Issue 2).
Iswandi Syahputra. (2007). Komunikasi Profektif Konsep dan Pendekatan. Bandung: Sembiosa
Kuntowijoyo. (1997). Menuju Ilmu Sosial Profetik, Jakarta: Republika.
Kuntowijoyo, (2007) Islam Sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika, Cet. I; Yogyakarta: Tiara Wacana.
Magfirah, S. (2023). Institusi Keagamaan: Peran Dakwah dalam Masyarakat (Objek Analisis Pondok Pesantren Darul Istiqomah Maccopa). AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 10(1), 143-162. doi:http://dx.doi.org/10.21043/at-tabsyir.v10i1.19114
Muslimin K, Umam K. (2019). Komunikasi Interpersonal Antara Kiai dan Santri Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akhlakul Karimah Di Pondok Pesantren Al- Mustaqim Bugel. Jurnal An-Nida Unisnu Jepara, 11 (1). 25.
Miles M, Huberman M. (2009). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI-Press.
Mukoyimah M. (2019). Komunikasi Profetik Rasulullah dalam Membangun Ukhuwwah di Madinah. Islamic Communication Journal, 4 (2), 212.
Rogers Everett M. (2003). Communication Technology: The New media in Society. New York: The Free Press.
Rinaldo, R. (2014). Pious and Critical: Muslim Women Activists and the Question of Agency. Gender and Society, 28(6), 824–846. https://doi.org/10.1177/0891243214549352
Sembiosa. Choiri, Sidiq U dan Miftachul. (2019). Metode Penlitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. Ponorogo: CV. Nata Karya
Yanti, O. F. (n.d.). MENEROPONG PARADIGMA KOMUNIKASI PROFETIK.
Yanti, I., Sumarni, W., Simbolon, A. M. Y., Aldri, A., & Iswantir, I. (2023). Implementasi Kepemimpinan Profetik Di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (Mti) Canduang. Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurusan Sekolah, 8(1), 16-23.
Zailani, M. R., & Ulinnuha, R. (2023). Komodifikasi Agama sebagai Identitas Kesalehan Sosial. Jurnal Riset Agama, 3(1), 248–265. https://doi.org/10.15575/jra.v3i1.23519
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v12i1.32337
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.








