Pelecehan Seksual Pada Jurnalis Perempuan di Indonesia

Suprihatin Suprihatin, Abdul Muhaiminul Azis

Abstract


Penelitian ini hendak menggali informasi dari informan jurnalis perempuan yang pernah menjadi korban pelecehan seksual. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data tentang jenis pelecehan seksual, pola pelaku, dampak, dan tindak lanjut dari pelecehan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat korban mengalami pelecehan verbal yang mengarah pada pelecehan fisik. Dari aspek pelaku, ketiga korban mengatakan bahwa pelaku pelecehan seksual adalah narasumber yang hendak diwawancarai, sementara satu informan lain mengatakan bahwa pelaku pelecehan seksual adalah atasannya di kantor. Dari aspek dampak, keempat informan mengatakan bahwa mereka mengalami trauma meski tidak berkepanjangan. Keempat informan juga menyatakan bahwa mereka memilih tidak melanjutkan kasus yang dialaminya ke ranah hukum. 

Keywords


jurnalis, jurnalis perempuan, pelecehan seksual

References


Adam, Aulia. (2019). Pelecehan Seksual di Kantor dan Beban Ganda Pekerja Perempuan. Dikutip dari:

https://tirto.id/pelecehan-seksual-di-kantor-dan-beban-ganda-pekerja-perempuan-dhxM

Alfian Rokhmansyah, (2013). Pengantar Gender dan Feminisme. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Bhasin, Kamla. (1996). Mengugat Patriarki, Pengantar Tentang Persoalan Dominasi Terhadap Kaum Perempuan (Terjemahan). Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

D.A., Ady Thea. (2019). Serikat Buruh Desak Pemerintah Ratifikasi Konvensi ILO 190. Dikutip dari:

https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5d3ee009388a6/serikat-buruh-desak-pemerintah-ratifikasi-konvensi-ilo-190

Facio, Alda. (2013). What is Patriarchy? Terjemahan oleh Michael Solis.

Fairchild, K. & Rudman, L.A. (2008). Everyday stranger harassment and women’s objectification. Soc Just Rest, 21:338-357.

Gelfand, M.J., Fitzgerald, L.F. & Drasgow, F. (1995). The Structure of Sexual Harassment: A Comfirmatory Analysis Across Cultures and Settings. Journal of Vocational Behavior 47:164-177.

Himawan, Adhitya dan Erick Tanjung. (2017). Jurnalis Perempuan Belum Aman dari Pelecehan dan Kekerasan. Dikutip dari:

https://www.suara.com/news/2017/03/09/065415/aji-jurnalis-perempuan-belum-aman-dari-pelecehan-dan-kekerasan

Israpil. (2017). Budaya Patriarki dan Kekerasan Terhadap Perempuan. Jurnal Pusaka Vol. 5 (2):141-150.

Jauhariyah, W. (2017). Akar Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan. Jurnal Perempuan Online. Dikutip dari:

http://www.jurnalperempuan.org/blg2/-akar-kekerasan-seksual-terhadap-perempuan

Komnas Perempuan. Kekerasan Seksual Kenali & Tangani. Dikutip dari:

https://www.komnasperempuan.go.id/file/pdf_file/Modul%20dan%20Pedoman/Kekerasan%20Seksual/15%20BTK%20KEKERASAN%20SEKSUAL.pdf

Komnas Perempuan. (2020). Catatan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2019. Dikutip dari:

https://www.komnasperempuan.go.id/file/pdf_file/2020/Catatan%20Tahunan%20Kekerasan%20Terhadap%20Perempuan%202020.pdf)

Luviana. (2012). Jejak Jurnalis Perempuan; Pemetaan Kondisi Kerja Jurnalis Perempuan di Indonesia. Dikutip dari:

https://aji.or.id/upload/article_doc/Jejak_Jurnalis_Perempuan.pdf

Napikoski, Linda. (2020). Patriarchal Society According to Feminism: Feminism Theories of Patriarchy. Dikutip dari:

https://www.thoughtco.com/patriarchal-society-feminism-definition-3528978

Pina, A., Gannon, T.A., & Saunders, B. (2009). An Overview of the Literature on Sexual Harassment: Perpetrators, Theory, and Treatment Issues. Aggression & Violent Behaviors, 127-136. Doi:10.1016/j.avb.2009.01.002.

Plummer, Ken. (2005). Male Sexualities. Dalam Michael S. Kimmel, Jeff Hearn, dan R. W. Connel, Handbook of Studies on Men and Masculinities, California: Sage Publications.

Prabasmoro, Aquarini. (2006). Kajian Budaya Feminis: Tubuh, Sastra, dan Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.

Rusyidi, Bina Hayati, Antik Bintari, dan Hery Wibowo. (2019). Pengalaman & Pengetahuan Tentang Pelecehan Sesual: Studi Awal di Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi. Jurnal SHARE Social Work 9 (1):76.

Sakina, Ade Irma dan Dessy Hasanah Siti A. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia. Jurnal SHARE Social Work Vol. 7 (1):71.

Sokowati, Muria Endah, P.M. Laksono, dan Wening Udasmoro. (2016). Wacana Seks “Jalan Tengah” Ala Majalah Hai (Analisis Wacana Kritis Seksualitas Remaja Laki-Laki Dalam Artikel dan Rubrik Seksualitas Majalah HAI Tahun 1995-2004). Jurnal Channel, Vol. 4, (1):19-34.

Suhara, Rizki Budhi. (2015). Jurnalis Perempuan dalam Media Massa. Jurnal Signal 3(2).

Triwijati, Endah N.K. (2007). Pelecehan Seksual: Tinjauan Psikologis. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik, Tahun XX, (4):303-306. Dikutip dari:

http://journal.unair.ac.id/filerPDF/Pelecehan%20Seksual%20Tinjauan%20Psikologi.pdf

United Nations Human Rights. (2014). Gender Stereotypes and Stereotyping Woman’s Right. Dikutip dari:

https://www.ohchr.org/documents/issues/women/wrgs/onepagers/gender_stereotyping.pdf

Walby, Sylvia. (1990). Theorizing Patriarchy. UK: Basil Blackwell Ltd.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/palastren.v13i2.8709

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 PALASTREN Jurnal Studi Gender

Creative Commons License
Palastren : Jurnal Studi Gender by Pusat Studi Gender STAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.