Open Journal Systems

Internalisasi Hermeneutika Lontar Yusuf Sebagai Tradisi Masyarakat Kemiren, Banyuwangi

Miftahus sadiyah

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, kajian al-Qur’an mengalami perkembangan wilayah kajian. Dari kajian teks menjadi kajian sosial-budaya. Tradisi Lontar Yusuf adalah salah satu dari sekian banyak fenomena umat Muslim dalam menghadirkan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini memiliki daya tarik tersendiri bahkan sampai saat ini tradisi Lontar yusuf masih hidup di masyarakat Kemiren. Hal yang membedakan tradisi ini ialah dalam prosesi Lontar Yusuf membaca arab pegon dan berupa seperti kitab. Dengan latar sosial keagamaan serta budayanya tentu masyarakat Kemiren memiliki pemahaman dan pemaknaan tertentu. Dengan begitu, fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana praktik tradisi Lontar Yusuf di Desa Kemiren, Banyuwangi? 2) Apa  makna tradisi Lontar Yusuf perspektif masyarakat Kemiren, Banyuwangi? Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dan metode observasi-wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui praktik tradisi Lontar Yusuf yang telah di turunkan secara turun temurun oleh leluhur mereka yang dipercaya hingga kini. Makna tradisi Lontar Yusuf perspektif masyarakat Kemiren secara fenomenologis yakni, 1) Sarana ukhuwah 2) Sebagai penolak balak 3) Sarana bermunajat kepada Allah 4) Sarana dzikir

Keywords


Tradisi, perspektif, dan Lontar Yusuf

References


Chirzin, M. (2010). Mengungkap Pengalaman Muslim Berinteraksi dengan al-Quran, dalam Metodologi Penelitian Living Qur’an dan Hadis. Living Quran, 02(01).

Darmawan, D. (2016a). Analisa Kisah Yusuf Dalam Alquran Dengan Pendekatan Hermeneutika. Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, 01(01).

Darmawan, D. (2016b). Kajian Hermeneutika Terhadap Fenomena dan Teks Agama. Holistic al-Hadis Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan dan Integrasi keilmuan, 02(02).

Ghafur, W. A. (2005). tafsir Sosial: Mendialogkan Teks dengan Kontels. Yogyakarta: Elsaq.

Indiarti, W. (2018). Lontar yusuf Bayuwangi:Teks Pegon-Transliterasi-Terjemahan. Yogyakarta: Elmatera Publishing.

Labib, R. S. (2010). Al-Wa’ie. Jakarta: Wedi Press.

Mansur, M. (2006). Living Quran dalam Lintasan Sejarah Studi Qur’an. Yogyakarta: Makalah Seminar Living Qur’an dan Hadis.

Pudjiastuti, T. D. H. (1981). Kitab Yusuf. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia Dan Daerah. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Putra, A. D. (2006). Kebudayaan Masyarakat Osing Dalam Kesenian Mocoan Pacul Gowang Banyuwangi. Jember University, 01(01).

Saputra, H. S. P. (2001). Tradisi Mantra Kelompok Etnik Using di Banyuwangi. Humaniora, VIII(03).

Sudrajat, A. (2004). Tafsir Makna Islam: Analisis Linguistik-Histors Pemaknaan Islam dalam al-Quran menuju Satu Titik Temu Agama-Agama Sematik. Yogyakarta: AK Grup Yogya.

Syamsudin, S. (2009). Hermeneutika. Yogyakarta: Pesantren Nawesea Press.

Syamsusin, S. (2006). Muhammad Sahrus Koranhermenutik Und Die Debatte Um Sie Bei Muslischen Autoren. Oxford: Otto-Friedrich Universitas Barberg.


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i1.6064

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 HERMENEUTIK

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.