Open Journal Systems
Reinterpreting the Meaning of Qawwam in QS. Al-Nisa [4]:34: An Intertextuality Analysis in The Qur'an with Cross-References
Abstract
The interpretation of QS. Al-Nisa [4]:34, particularly the term qawwam, continues to be a subject of debate in exegetical studies because it is often associated with the legitimization of male leadership over women. This study aims to analyze forms of intertextuality in The Qur'an with Cross-References by Mun'im Sirry and to explain the reinterpretation of the meaning of qawwam that emerges through the relationships between verses. This study is a qualitative study based on literature review, employing a descriptive-analytical method and an intertextuality approach. The primary data consists of the book The Qur'an with Cross-References by Mun'im Sirry, while secondary data was obtained from exegetical works, books, and relevant scholarly articles. The results of the study indicate that there are four forms of intertextuality in the book The Qur’an with Cross-References, namely terminological, methodological, receptive, and interpretive intertextuality. The meaning of qawwam is constructed through a system of cross-references by referring to a number of verses, including QS. Al-Baqarah [2]:202, QS.Al-Baqarah [2]:228, QS.Al-Nisa [4]:32, QS.Al-Nisa [4]:128, and QS.Al-Ahzab [33]:35. The relationship between these verses highlights an emphasis on the principle of justice, the balance of rights and obligations, and reciprocity between men and women. In this context, qawwam is not interpreted as the absolute superiority of men over women, but rather as a form of relational and functional responsibility within the domestic sphere. This study demonstrates that the intertextual approach in The Qur'an with Cross-References not only serves as a method for connecting verses but also functions as a hermeneutical strategy in constructing a more contextual and egalitarian reinterpretation of the meaning of qawwam.
Penafsiran terhadap QS. Al-Nisa[4]:34, khususnya pada lafaz qawwam, terus menjadi perdebatan dalam studi tafsir karena sering dikaitkan dengan legitimasi kepemimpinan laki-laki atas perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk intertekstualitas dalam The Qur'an with Cross-References karya Mun'im Sirry serta menjelaskan reinterpretasi makna qawwam yang terbentuk melalui relasi antar ayat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dan pendekatan intertekstualitas. Data primer penelitian berupa buku The Qur'an with Cross-References karya Mun'im Sirry, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk intertekstualitas dalam buku The Qur’an with Cross-References, yaitu intertekstualitas terminologis, metodologis, reseptif, dan interpretatif. Makna qawwam dibangun melalui sistem cross-references dengan merujuk pada sejumlah ayat, di antaranya QS.Al-Baqarah [2]:202, QS. Al-Baqarah[2]:228, QS.Al-Nisa [4]:32, QS.Al-Nisa [4]:128, dan QS.Al-Ahzab [33]:35. Relasi antar ayat tersebut memperlihatkan adanya penekanan terhadap prinsip keadilan, keseimbangan hak dan kewajiban, serta kesalingan antara laki-laki dan perempuan. Dalam konteks ini, qawwam tidak dimaknai sebagai superioritas mutlak laki-laki atas perempuan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab relasional dan fungsional dalam ranah domestik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan intertekstualitas dalam The Qur'an with Cross-References tidak hanya berfungsi sebagai metode penghubung antar ayat, tetapi juga menjadi strategi hermeneutik dalam membangun reinterpretasi makna qawwam secara lebih kontekstual dan egaliter.
Keywords
References
Abdurrachman, A. H., & Parmin, J. (2022). Kajian intertekstual Julia Kristeva: Hubungan intertekstual syair utawen Pesantren Gebang Tinatar dengan Serat Wirid Hidajat Djati karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Bapala, 9(1), 14.
Adiningrat, N., Albina, M., Padila, W., & Tanjung, E. R. (2025). Penelitian deskriptif dalam pendidikan. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 2557–2564.
Agustini, Grashinta, A., Putra, S., Sukarman, Guampe, F. A., Akbar, J. S., Lubis, M. A., Maryati, I., Ririnisahawaitun, Mesra, R., Sari, M. N., Tuerah, P. R., Rahmadhani, M. V., & Rulanggi, R. (2023). Metode penelitian kualitatif. PT. Mifandi Mandiri Digital.
Al-Faruq, U., Qadhafi, A. H., Khoeron, A., & Izzah, F. (2023). Memahami metode tafsir Al-Qur’an : Pendekatan tradisional dan kontemporer dalam memahami pesan ilahi. Ta’limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 214. https://doi.org/10.53515/tdjpai.v4i1.82
Al-Jassas, A. bin A. A.-R. (1992). Ahkamul Qur’an (Juz 3). Dar Ihya Al-Thurats Al-Arabi.
Al-Tabari, M. bin J. (2001a). Jami’u al-bayan an ta’wil al-Qur’an (Jilid 19). Daar Al-Hijr.
Al-Tabari, M. bin J. (2001b). Jami’u al-bayan an ta’wil al-Qur’an (Jilid 3). Daar Al-Hijr.
Al-Tabari, M. bin J. (2001c). Jami’u al-bayan an ta’wil al-Qur’an (Jilid 4). Daar Al-Hijr.
Al-Tabari, M. bin J. (2001d). Jami’u al-bayan an ta’wil al-Qur’an (Jilid 6). Daar Al-Hijr.
Al-Tabari, M. bin J. (2001e). Jami’u al-bayan an ta’wil al-Qur’an (Jilid 7). Daar Al-Hijr.
Al-Zamakhsyari, M. bin U. (2009). Tafsir Al-Kasyaf. Daar Al-Ma’refah.
Anhary, T. P. (2023). Kajian sosiologi islam terhadap patriarki dan bias gender di Madura. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial Dan Budaya, 6(2), 170–181. https://doi.org/10.31538/almada.v6i2.3380
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jurnal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Arifin, S., Muthohirin, N., & Umiarso. (2023). The idea of progress: Makna dan implikasi islam berkemajuan muhammadiyah. PT. Literasi Nusantara Abadi Grup.
Arti kata inter- Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. (2025). https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/inter-
Arti kata intertekstual Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. (2025). https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/intertekstual
Arti kata teks - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. (2025). https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/teks
Asad, M. (1980). The Message of The Quran : Translated and Explained. Daar Al-Andalus.
Asy-Syanqithi, S. (2006). Terjemah Tafsir Adhwa’ul Bayan (Jilid 1). Pustaka Azzam.
Auliani, A. R., Zulfa, Z. B., Azhar, I., Oktaviona, G., & Marlia, A. (2025). Ilmu munasabah ayat: Menyikapi keterkaitan antar ayat dalam Al-Qur’an. Jurnal Cakrawala Akademika. https://doi.org/10.70182/jca.v2i1.592
Aurellia, A., Shofiyah, & Sartika, D. (2025). Intertekstualitas Al-Qur’an dan etika dialog antar agama: Telaah literatur tafsir ayat-ayat komunikatif. Prosiding Seminar Nasional IMSYA Indoensia, 1(1), 116–126.
Bahrudin, M., Mukti, A., Cahyono, A. M., Hakim, M. L., Fatoni, A. N., & Karim, M. B. N. (2025). The development of contemporary indonesian interpretation: Research epistemological trends 2020-2025. West Science Islamic Studies, 2(01), 78–87.
Bakhtiniso. (2024). The association of intertextuality with critical reading. Falsafa, 1(2), 198–200.
Echols, J. M., & Shadily, H. (2021). Kamus Inggris Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Erviena, E. (2021). Kepemimpinan Perempuan dalam Al-Qur’an: Reinterpretasi pemikiran M. Quraish Shihab tentang Konsep Al-Qawwamah dengan Perspektif Qira’ah Mubadalah [Tesis pascasarjana, Institut PTIQ Jakarta]. https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/415/1/2021-ERLIES ERVIENA-2016.pdf
Febriyani, N. A. (2025). Menafsir Ulang Gender Dalam Al-Qur’an. Young Progressive Muslim. https://repository.iiq.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/4188/e-Book Menafsir Ulang Gender - Nur Arfiyah F.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Fuad, K. (2024). Trinitas Kristen dalam Al-Qur’an Menurut Mun’im Sirry (Telaah Buku Polemik Kitab Suci : Tafsir Reformasi atas Kritik Al-Qur’an terhadap Agama Lain) [Tesis Pascasarjana, Universitas PTIQ]. https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1903/
Hanafi, D. (2023). Genoteks dan fenoteks sebagai semiotika analisis dalam memaknai tubuh perempuan. CommLine, 8(1), 26. https://doi.org/10.36722/cl.v8i1.1720
Hidayah, F., Erawati, D., & Faridatunnisa, N. (2024). The meaning of qawwam : Analysis of An-Nisa[4]:34 with hudud theory Muhammad Shahrur. Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 10(1), 1–26. https://doi.org/10.35309/alinsyiroh.v10i1.245
Human, F. I., Aditama, R. Y., & Binasrillah, A. F. A. (2025). Tafsir Al- Qur’an bi Al-Qur’an : Studi kritis atas kitab adwa’al -bayan karya Al-Syinqithi. STAIZA: Comprehensive Journal of Islamic Studies, 3(1), 64–79. https://doi.org/10.63829/js.v3i1nov.49
Iba, Z., & Wardhana, A. (2023). Metode penelitian. CV. Aureka Media Aksara.
Ismail, R. S. M., & Rahmi, R. S. (2024). Kaidah ma’rifat pada lafadz “Ar-Rijalu Qawwamuna ‘Ala an-Nisa” dalam Al Qur’an surat an-nisa ayat 34. Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan, 7(1), 409–415. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i1.3303
Jamal, K., Hakim, L., Novendri, M., Sukro, M., & Rofiqi, M. A. (2025). Dekonstruksi makna qawwam dalam tafsir klasik menuju paradigma hermeneutika kontemporer. Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 4(3), 937–955.
Katsir, I. bin A. bin. (1997). Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim (Juz 2). Daar Al-Taibah.
Kurdi, A. J. (2025). Trajektori Pemikiran Mun’im Sirry dan Beberapa Pertanyaan yang Bisa Diajukan. Ibihtafsir.Id. https://ibihtafsir.id/2025/08/08/trajektori-pemikiran-munim-sirry-dan-beberapa-pertanyaan-yang-bisa-diajukan/
Lukito, R. (2022). “Compare but not to compare”: Kajian perbandingan hukum di Indonesia. Undang: Jurnal Hukum, 5(2), 257–291. https://doi.org/10.22437/ujh.5.2.257-291
Lukman, F. (2022). Review #30 – Polemik Mun’im Sirry (Part 1): Review atas ‘Kontroversi Islam Awal.’ Studitafsir.Com. https://studitafsir.com/2022/04/06/polemik-munim-sirry-part-1-review-atas-kontroversi-islam-awal/
Masyhur, L. S., Ibrahim, A. H., Nasution, F. F., & Rahmadhani, K. (2025). Proses penciptaan manusia dalam perspektif Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan (Analisis intertekstualitas Julia Kristeva). Edusola : Journal Education, Sociology and Law, 1(2), 915–925.
Maulana, R. (2024). Siapakah Mun’im Sirry Penulis Buku Islam yang Kontroversial. Tempo.Co. https://www.tempo.co/gaya-hidup/siapakah-mun-im-sirry-penulis-buku-islam-yang-kontroversial-44226
Miftahur Rohmah. (2022). Teori Intertekstualitas Julia Kristeva Dalam Kajian Al-Qur’an. Tajdeed.Id. https://tajdeed.id/teori-intertekstualitas-julia-kristeva-dalam-kajian-al-quran/
Prasetia, S. A. (2023). Meniti Mazhab Islam Revisionis ala Mun’im Sirry. Ibtimes.Id. https://ibtimes.id/meniti-mazhab-islam-revisionis-ala-munim-sirry/
Putri, S. J. (2025). Intertekstualitas dalam tafsir Muhammad Izzat Darwazah : Membangun dialog antara teks suci dan interpretasi kontemporer. Al-Mustofa: Journal of Islamic Studies and Research, 2(1), 281–294.
Qutb, S. (2003). Fi zilalil Qur’an (Jilid 5). Daar Al-Syuruq.
Rahmawati, N. (2023). Kesetaraan Gender dalam Tafsir Al-Misbah: Antara Teori Konflik Sosial dan Teori Struktural Fungsional [Disertasi Pascasarjana, Universitas PTIQ Jakarta]. https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1491/1/2023-NUR RAHMAWATI-2017.pdf
Rajabi, V., Nazeri, A., & Khodabakhshi, S. (2023). Perspectives of intertextuality in cinema, with Special references to the work of Kristeva, Barthes, and Jenny: A comparative study. Avanca Cinema, (14). https://doi.org/10.37390/avancacinema.2023.a528
Ridha, R. (2025). Al Hayah Al Zaujiyyah (M. Syarif Hidayatulloh, Penerjemah). Turos Pustaka.
Rohman, B. (2025). Mengurai spesifikasi metode tafsirul Qur’an bil Qur’an dalam buku kaidah-kaidah tafsir Karya Salman Harun. Al-Fahmu : Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 4(2), 219–229. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v4i2.461
Saideen, B. M. Al. (2018). Translating Intertextuality as Intercultural Communication a Case Study [Disertasi Pascasarjana, Binghamton University]. https://orb.binghamton.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1090&context=dissertation_and_theses
Shihab, M. Q. (2017). Tafsir Al Misbah (Jilid 2). Lentera Hati.
Sipayung, A. S. (2023). Pendidikan kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur’an: Analisis pendekatan library research. Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 13(1), 98. https://doi.org/10.24014/jiik.v13i1.22076
Siregar, R. H., & Albina, M. (2025). Menjelaskan cara menganalisis data dalam penelitian pendidikan. Jurnal Medika Akademik, 3(6), 1–14.
Sirry, M. (2022a). Alquran, Kalam Allah, dan Perkataan Nabi. Tafsiralquran.Id. https://tafsiralquran.id/alquran-kalam-allah-dan-perkataan-nabi/
Sirry, M. (2022b). The Qur’an With Cross-References. De Gruyter.
Sofwatillah, Risnita, Jailani, M. S., & Saksitha, D. A. (2024). Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian ilmiah. Journal Genta Mulia, 15(2), 79–91.
Sulung, U., & Muspawi, M. (2024). Memahami sumber data penelitian : Primer, sekunder, dan tersier. Jurnal Edu Research : Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 5(2), 110–116.
Tanadi, E. (2023). Intertekstualitas Al-Qur’an : Formasi Diskursif, Fragmentasi Epistemologis, dan Signifikansi Metodologis [Tesis Pascasarjana, UIN Sunan Kalijaga]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/63269/
Temenggung, Y. Z. S. A., Fuad, M., Suyanto, E., & Munaris. (2025). Hubungan intertekstual himne “Homeric” dan epos “Odysseus” karya Homer dengan puisi “Hermes” karya Iswandi Pratama. Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 17(1), 12–21. https://doi.org/10.30599/s3ewnr49
Tomilina, A., & Korniienko, V. (2023). The problem of the post-structuralist approach for intertextual analysis of text. Theoretical and Practical Aspects of Modern Scientific Research, 143–144. https://doi.org/10.36074/logos-24.11.2023.41
TV PTIQ. (2025). Konferensi Kajian Al-Quran Internasional PTIQ ke-1 - “Al-Qur`an: Kalām Allāh wa Kalām Rasululillāh” [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=W9qH0AxU-7M&t=1862s
Wahyuni, S., Uqba, M. S. S., & Istiadah, I. (2024). Respon intelektual muslim Indonesia terhadap konsep islamisasi ilmu pengetahuan dalam konteks milenial. Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat, 1(4), 95–107.
Yuksel, E., Al-Shaiban, L. S., & Nafeh, M. S. (2007). Quran: A Reformist Translation. Brainbow Press.
Zakiah, A. R. S., & Nurfajriyani. (2023). Interpretasi kontekstual makna qawwām dalam Al-Qur’an QS. An-Nisa : 34 (Aplikasi hermeneutika Abdullah Saeed). Al-Qudwah : Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hadis, 1(2), 129–146. https://doi.org/10.24014/alqudwah.v1i2.22972
DOI: 10.21043/hermeneutik.v20i1.37759
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













