Open Journal Systems
Interreligious Harmony : A Case Study Kapuas Intefaith Harmony Forum Kapuas Regency and Ma’na Cum Maghza Approach
Abstract
This study aims to examine the relevance of interpreting QS. Āli ʿImrān [3]:118–119 in fostering interreligious harmony within the pluralistic society of Kapuas Regency, which is currently experiencing local social and political dynamics, by employing the hermeneutical approach of Ma’na Cum Maghza developed by Sahiron Syamsuddin. This approach is selected for its capacity to integrate the historical-textual meaning of Qur’anic verses with their universal ethical messages in contemporary contexts. Methodologically, this research adopts a qualitative-interpretative design through library research and field studies. Data sources include Qur’anic verses, classical and modern Qur’anic commentaries, academic literature on Islamic hermeneutics and interreligious relations, as well as documents and social practices related to the role of the Interfaith Harmony Forum (FKUB) of Kapuas Regency. Data analysis is conducted by identifying the ma’na (original meaning) of the verses within their socio-historical context, followed by an exploration of their maghza (contextual significance) for present-day realities. The findings reveal that QS. Āli ʿImrān [3]:118–119, which was originally revealed in a context of political vigilance toward non-Muslims during the aftermath of the Battle of Uhud, can be reinterpreted through the Ma’na Cum Maghza approach as conveying broader socio-ethical messages that emphasize prudence, openness, and moral responsibility in interreligious interactions. Values such as at-tasamuh (tolerance), at-taʿāwun (cooperation), and at-tarāḥum (compassion) emerge as universal ethical principles that resonate with the initiatives and practices of FKUB Kapuas in maintaining social cohesion amid local political polarization. The implications of this study affirm that the Ma’na Cum Maghza approach positions the Qur’an as a source of universal ethics that promotes a peaceful and inclusive Islam, while also offering an applicable model for strengthening synergy among FKUB, the Ministry of Religious Affairs, and the Kapuas Regency Government based on Qur’anic values and local cultural wisdom.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi penafsiran QS. Ali Imran [3]:118–119 dalam membangun harmoni antarumat beragama di tengah masyarakat majemuk Kabupaten Kapuas yang tengah menghadapi dinamika sosial dan politik lokal, dengan menggunakan pendekatan hermeneutis Ma’na Cum Maghza sebagaimana dikembangkan oleh Sahiron Syamsuddin. Pendekatan ini dipilih karena kemampuannya mengintegrasikan makna historis-tekstual ayat dengan pesan etis universal yang kontekstual. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan desain kualitatif-interpretatif melalui studi pustaka dan studi lapangan. Sumber data meliputi ayat-ayat Al-Qur’an, karya tafsir klasik dan modern, literatur akademik tentang hermeneutika Islam dan relasi antaragama, serta dokumen dan praktik sosial yang berkaitan dengan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kapuas. Analisis data dilakukan dengan menelusuri ma’na (makna asal) ayat dalam konteks sosio-historisnya, kemudian mengelaborasi maghza (signifikansi) ayat bagi konteks kekinian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ali Imran [3]:118–119 yang pada mulanya diturunkan dalam konteks kewaspadaan politik terhadap kelompok non-Muslim pada masa Perang Uhud, melalui pendekatan Ma’na Cum Maghza dapat ditafsirkan ulang sebagai pesan sosial-etis yang lebih luas, yang menekankan prinsip kehati-hatian, keterbukaan, dan tanggung jawab moral dalam interaksi antarumat beragama. Nilai-nilai at-tasamuh (toleransi), at-ta‘awun (kerja sama), dan at-tarahum (kasih sayang) muncul sebagai prinsip etis universal yang selaras dengan praktik dan program FKUB Kapuas dalam menjaga kohesi sosial di tengah potensi polarisasi politik. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Ma’na Cum Maghza menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber etika universal yang mendorong lahirnya Islam yang damai dan inklusif, sekaligus menawarkan model aplikatif bagi penguatan sinergi antara FKUB, Kementerian Agama, dan Pemerintah Kabupaten Kapuas berbasis nilai-nilai Qur’ani dan kearifan budaya lokal.
Keywords
References
-Nuzul-Surat-Ali Imron. (n.d.).
Abdullah Saeed. (2006). Interpreting the Qur’an. Routledge.
Aisha, U. N. (2021). Islam kafah dalam tafsir kontekstual: Interpretasi ma’na-cum-maghza dalam Qs. al-Baqarah (2): 208. etheses.uin-malang.ac.id. Retrieved from http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/30551
Al-Ashfahani, R. (2017). Terjemah Al-Mufradat Fi Gharib al-Qur’an Jilid 2.
Al-Wahidi an-Nisaburi. (2024). Al-qur’an, asbabun nuzul sebab turunya ayat-ayat.
Alallah, A.-M. (2019). WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG UKHUWAH DALAM PANDANGAN TAFSIR AL-MISBAH (SOLUSI ATAS KONFLIK INTERNAL AGAMA). ペインクリニック学会治療指針2, 1–9.
Alwi, Muh, H. (2017). Dewasa dalam Bingkai Otoritas Teks ; Sebuah Wacana dalam Mengatasi Perbedaan Penafsiran al-Qur ’ an Pendahuluan Akhir-akhir ini umat Islam di Indonesia sedang digemparkan oleh persoalan. 2(1), 1–19. https://doi.org/10.18326/millati.v2i1.1-19
ANTARAKALTENG. (2021). Bupati Kapuas harapkan pengurus FKUB solid dan kuat. Retrieved from Antara .kalteng.com website: https://kalteng.antaranews.com/amp/berita/459840/bupati-kapuas-harapkan-pengurus-fkub-solid-dan-kuat
Asep Muksin. (2022). Menuju Harmoni Dalam Keragaman Perspektif Al-Qur’an. Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin Dan Filsafat, 18(2), 245–269. https://doi.org/10.24239/rsy.v18i2.1079
Fazlur Rahman. (1989). MAJOR THEMES OF THE QUR ’ Ā N.
Firdausiyah, U. W. (2021). Urgensi ma’na-cum-maghza di era kontemporer: studi penafsiran sahiron syamsuddin atas q 5: 51. Contemporary Quran. core.ac.uk. Retrieved from https://core.ac.uk/download/pdf/478218771.pdf
Haikal, F. H., & Murni, M. (2025). PENDEKATAN MA’NA CUM MAGHZA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN: TELAAH PEMIKIRAN PROF. SAHIRON SYAMSUDDIN. … : Journal of Islamic Studies and Research. Retrieved from https://ejournal.bamala.org/index.php/almustofa/article/view/357
Imam Bukhari. (n.d.). باب خَاتِمِ النَّبِيِّينَ صلى الله عليه وسلم. Retrieved June 11, 2025, from Sunnah.com website: https://sunnah.com/bukhari:3535
Info Kalteng. (2024). Bawaslu Benarkan Menerima Beberapa Laporan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu. InfoKalteng.Com. Retrieved from https://infokalteng.co.id/bawaslu-benarkan-menerima-beberapa-laporan-terkait-dugaan-pelanggaran-pemilu/
Jabbar, L. A. (2012). Teks dan otoritas penafsir (Antara Relativitas Interpretasi Teks, dan Perilaku Pemberengusan Sesama). 2(September), 133–142.
Junaedi, E. (2019). Inilah moderasi beragama perspektif kementerian agama.
kalteng.go.id. (2024). Dugaan Pelanggaran Anggota KPPS di Kabupaten Kapuas, Ketua Desk Pilkada Kalteng M. Katma F. Dirun Minta Usut Tuntas. Retrieved from kalteng.go.id website: https://www.kalteng.go.id/berita/read/41659/dugaan-pelanggaran-anggota-kpps-di-kabupaten-kapuas-ketua-desk-pilkada-kalteng-m-katma-f-dirun-minta-usut-tuntas
kemenagkalteng. (2025a). Fokus Bahas Strategi Kerukunan Antarumat Beragama. Retrieved from Kemenag - Kalteng website: https://kalteng.kemenag.go.id/kapuas/berita/535108/Kolaborasi-Kemenag-Kesbangpol-dan-FKUB-Kapuas-Fokus-Bahas-Strategi-Kerukunan-Antarumat-Beragama#:~:text=KUALA KAPUAS (Humas) - Kantor Kementerian Agama,Kerukunan%2C Bersama dalam Perbedaan%2C Bersatu Dalam Pembangunan.
kemenagkalteng. (2025b). Kemenag,FKUB dan Pemda Menggelar Pembinaan KUB tingkat SLTA se-Kuala Kapuas. Retrieved from kalteng,kemenag.go.id website: https://kalteng.kemenag.go.id/kapuas/cetak/532496/Kemenag-FKUB-dan-Pemda-Menggelar-Pembinaan-KUB-Untuk-Tingkat-SLTA-se-Kuala-Kapuas
KH. Muchtar Ruslan. wawancara Ketua FKUB Kabupaten Kapuas. , (2025).
kip.kapuaskab.go.id. (2023). FKUB,Kemenag dan Kesabangpol mengajak kerukunan di tahun Politik. Retrieved from https://kip.kapuaskab.go.id/berita/read/6726/fkub-kemenag-dan-kesbangpol-mengajak-masyarakat-jaga-kerukunan-di-tahun-politik
kip.kapuaskab.go.id. (2024). FKUB Kapuas Gencar Ajak Masyarakat Tingkatkan Kerukunan. Retrieved October 10, 2025, from https://kip.kapuaskab.go.id/berita/read/7649/fkub-kapuas-gencar-ajak-masyarakat-tingkatkan-kerukunan
lajnah pentashih al-qur’an. (2015). al-qur’an dan terjemahnya (6th ed.). Jakarta: Yayasan Pelayan Al-Qur’an.
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur′an. (2012). MODERASI ISLAM. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur′an.
M. Quraish Shihab. (2001). Tafsir Al-Mishbah Jilid II -Dr. M. Quraish Shihab. Buku, 01(01), 1689–1699.
Mahfuzh, T. W. (2025). Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman HARMONIZING ISLAMIC VALUES AND LOCAL WISDOM : A PHILOSOPHICAL PERSPECTIVE ON THE DAYAK CUSTOMARY GREETING ACCORDING TO THE QUR ’ AN. 23(2), 189–207. https://doi.org/10.18326/albanjari.v8i2
Misbahuddin Jamal. (2011). KONSEP AL-ISLAM DALAM AL-QUR’AN. 283–310.
Morris P. Fiorina, Abrams, & P. (2005). Culture War?The Myth of a Polarized America.
Muchlis M. Hanafi, D. (2017). TAFSIR TEMATIK MODERASI BERAGAMA.
Muhammad Miftah Hamdani. (2025). KONTEKSTUALISASI AYAT-AYAT AKIDAH PERSPEKTIF MUHAMMAD RASYID RIDHA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PARADIGMA INKLUSIVISME. PTIQ JAkarta.
Normuslim, N. (2018). Kerukunan Antar Umat BeragamaKeluarga Suku Dayak Ngaju di Palangka Raya. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 3(1), 66–89. https://doi.org/10.15575/jw.v3i1.1268
Nuzilaturrizqo. (2022). TAFSIR FI SILMI KÃFFAH Q.S. AL-BAQARAH AYAT 208 (STUDI KOMPARATIF TAFSIR KLASIK DAN MODERN) (Vol. 208).
Sahiron Syamsuddin - Abdul Muiz Amir - Muh. Muads, Hakim, R. N. A.-M. I.-L., Muzakky, G. H.-M. A. H.-A. H., Musfiroh, H. F. D. M.-M. R., Maula, A. M.-Z. A.-A., Al-Ayyubi, M. H.-F. F.-M. Z., … Awwaliyah, E. T. T.-M. H.-N. M. (n.d.). PENDEKATAN MA‘NĀ-CUM-MAGHZĀ ATAS AL-QUR’AN DAN HADIS: MENJAWAB PROBLEMATIKA SOSIAL KEAGAMAAN DI ERA KONTEMPORER.
Saragih, J. I., Islam, U., Sumatera, N., Tanjung, D., Islam, U., Sumatera, N., … Sumatera, N. (2025). TENTANG IBADAH DALAM JAMAAH TABLIGH Jainul Ilham Saragih , Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ,. 13(9), 1999–2020.
Sulaeman, K. U. M. (2022). ISU-ISU ISLAM KONTEMPORER Refleksi Kritis Kondisi Muslim di Indonesia Penulis.
Umah, F. N. R. (2021). Reinterpretasi Ayat Al-Qur’an Tentang Hubungan Muslim-Non Muslim (Aplikasi Pendekatan Ma’na Cum Maghza Terhadap QS. Ali Imran [3]: 118-120). Mashahif: Journal of Qur’an and Hadits Studies. Retrieved from https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mashahif/article/view/784
voiceborneo.com. (2025). Terendus Dugaan Kejahatan Pemilu di Lakukan KPU dan Bawaslu. PT MEDIA SINAGA BERSAUDARA. Retrieved from https://voiceborneo.com/2025/01/30/terendus-dugaan-kejahatan-pemilu-di-lakukan-kpu-dan-bawaslu/?
DOI: 10.21043/hermeneutik.v19i2.34307
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













