Open Journal Systems
The Concept of Slow Living in the Qur’an: A Thematic Study of “Itsmun” and Learning Errors
Abstract
The position of teachers and students, who position themselves as human beings, cannot be separated from the concept of mistakes and sins committed intentionally or unintentionally. This refers to the Prophet's Hadith which states that every descendant of the Prophet Adam has certainly committed sin. Likewise, in the learning process, in order to understand the meaning of slow living (a peaceful life), a teacher must understand the mistakes in learning that occur between teachers and students, which can lead to sin between them. These mistakes need to be minimized by teachers and students by understanding the forms of error patterns in learning based on the thematic interpretation of the word itsmun in the verses of the Qur'an. This study uses a qualitative research type with a literature review research method and text analysis techniques. The word itsmun in the Qur'an is interpreted as a person who is sinful, an infidel, a liar, and each verse contains the meaning of opposing Allah and the Messenger and has a negative effect on oneself and others. The meaning of mistakes in learning made by teachers and students can be categorized as minor or major sins. In addition, in general, the categories of teacher and student mistakes are more directed towards human sins against the rights of society and the environment, as well as sins against oneself. The meaning of the phrase "itsmun" relates to the concept of slow living, which involves using time effectively and efficiently to achieve learning goals. Its connection to learning theory emphasizes the professionalism of teachers as role models for students, helping them avoid sinful behavior.
Posisi guru dan murid yang menempatkan diri sebagai sosok manusia maka tidak akan terlepas dari konsep kesalahan maupun dosa yang diperbuat secara sengaja maupun tidak. Hal tersebut mengacu pada Hadis Nabi yang menyatakan bahwa setiap keturunan Nabi Adam pasti pernah melakukan dosa. Begitu pun dalam proses pembelajaran, guna memaknai slow living (kehidupan yang tenang) maka seorang guru harus memahami kesalahan dalam pembelajaran yang terjadi antara guru dan murid sehingga muncullah dosa diantara keduanya. Kesalahan tersebut perlu diminimalisir oleh guru dan murid dengan mengetahui bentuk pola kesalahan dalam pembelajaran berdasarkan tafsir tematik lafadz itsmun dalam ayat-ayat al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian literature review serta teknik analysis teks. Kata Itsmun dalam al-Qur’an ditafsirkan sebagai orang yang banyak dosa, orang kafir, kebohongan serta setiap ayat mengandung makna melawan Allah dan Rasul serta memiliki efek negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. Makna kesalahan dalam pembelajaran yang dilakukan oleh Guru maupun Murid dapat dikategorisasikan pada kategori dosa kecil atau besar. Selain itu secara umum kategori kesalahan Guru dan Murid lebih mengarah pada dosa manusia terhadap hak-hak masyarakat dan lingkungan serta dosa terhadap diri sendiri. Keterkaitan makna lafadz itsmun dengan konsep slow living ialah pada pemanfaatan waktu secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan keterkaitannya dengan teori pembelajaran ialah menekankan profesionalisme guru sebagai panutan bagi murid untuk menghindari perbuatan-perbuatan dosa.
Keywords
References
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin, Abu Rania, Fajar AInayati, Ahmad Yuswaji, Fakhturrazi, and Facrurazi. 2007. Shahih Sunan Tirmidzi. Pustaka Azzam.
Al-Qurthubi, Muhammad bin Ahmad abi, and Bakr Abi‘Abdullah. 2006. “Tafsir Al-Qurthubi: Al-Jami’Li Ahkam al-Qur’an.” Beirut: Dar al-Risalah.
Alusi, Mahmud. 1995. Ruh Al-Ma’ani Fi Tafsir al-Qur’an al-Azim.
As-Suyuthi, Jalaluddin, and Jalaluddin Al-Mahalli. 2003. “Tafsir Jalalain.” Surabaya: Imaratullah.
Carroll, John B. 1963. “A Model of School Learning.” Teachers College Record: The Voice of Scholarship in Education 64(8):1–9. doi:10.1177/016146816306400801.
Daud, Abu. 1981. Sunan Abu Daud. Dar Ul-Kutub Al-Ilmiyyat.
Faris, Ibn. 1979. “Abi Husain Ahmad.” Mu’jam Maqayis Al-Lugah. II. Beirut: Dar al-Fikr.
Fu’ad, Muhammad Abdul Baqi. 1992. “Al-Mu’jam al-Mufahras Li Alfadz al-Qur’an al-Karim.” T. Kp.: Darul Fikri.
Guskey, Thomas R. 2007. “Closing Achievement Gaps: Revisiting Benjamin S. Bloom’s ‘Learning for Mastery.’” Journal of Advanced Academics 19(1):8–31. doi:10.4219/jaa-2007-704.
Hafidz, Imad Zuhair. 2016. “Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah.” Riyadh: Markaz Ta’zimal Quran.
Kementerian Agama, RI. 1971. “Al-Qur’an.” Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir Al-Qur’an.
Lubis, Rahmad Fauzi. 2019. “Kemampuan Guru Menarik Perhatian Siswa Dalam Proses Pembelajaran.” Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan 16(1):152–75.
Manzur, Ibn. 1997. “Lisan Al-’arab.”
MUHAMMAD SUHERWANNUR, -. 2023. “TARADUF DALAM AL-QUR’AN (Kajian tentang Makna Kata Dzanbun dan Itsmun).” skripsi, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KARIM RIAU.
Ramdhani, Fawaidur. 2020. “KREDIBILITAS MUQĀTIL BIN SULAYMĀN DALAM PERIWAYATAN ISRĀ’ĪLIYYĀT.” AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur’an 6(1):133–56. doi:10.47454/itqan.v6i1.721.
Randolph, Justus. 2019. “A Guide to Writing the Dissertation Literature Review.” Practical Assessment, Research, and Evaluation 14(1):13.
Ridho, Ali. 2019. “Konsep Taubat Menurut Imam Al-Ghazali Dalam Kitab Minhajul ‘Abidin.” Jurnal Aqidah UIN Alauddin MakassarVol 5.
Sabki, A’ishah Ahmad, and Glenn Hardaker. 2013. “The Madrasah Concept of Islamic Pedagogy.” Educational Review 65(3):342–56.
Sawari, Siti Salwa Md. 2017. “GURU BERSAHSIAH MULIA MENURUT PANDANG IBNU SAHNUN: ANALISA BUKU ADAB AL MUALIMIN.” O-JIE: Online Journal of Islamic Education 2(2):1–10. https://juku.um.edu.my/index.php/O-JIE/article/view/5461.
Sidik, M. Fajar, Vrisko Putra Vachruddin, Evi Fatimatur Rusydiyah, Ani Setya Pertiwi, and Mugthi Alintya Darmawan. 2024. “Conceptualization of the Integrated Islamic Religious Education Curriculum: A Literature Study at Imam Hatip Schools Turkey and MAN Insan Cendekia Indonesia.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 21(1):111–30.
Sihab, Quraisy. 2017. “Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan Dan Keserasian Alquran.” Jakarta: Lentera.
Silvestre, Maria João, Sónia P. Gonçalves, and Maria João Velez. 2024. “Slow Work: The Mainstream Concept.” Social Sciences 13(3):178. doi:10.3390/socsci13030178.
Syakir, Ahmad. 2014. “Tafsir Ibnu Katsir.” Jakarta: Pustaka Imam Syafi’i.
Tajang, Andi Darussalam. 2019. “Kegelisahan Dosa Dalam Perspektif Hadis.” Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis 10(2).
Utami, Lauli. 2018. “Dosa Dalam Perspektif Al-Quran (Kajian Lafaz Dzanbun, Khathî’ah, Itsmun, Junâh, Dan Jurmun Menurut Tafsir Al-Qurthubî).”
Vachruddin, Vrisko. 2024. “The Relation Of Al-Ghazali’s Thoughts Towards The Development Of The Education System In Islamic Boarding Schools.” Journal of Islamic Education Studies 1(1):14–22.
Vachruddin, Vrisko Putra. 2020. “Revitalisasi Nilai-Nilai Akidah Islam Pada Pembelajaran PAI Melalui Pembacaan Doa Kafaratul Majelis Di MA Mambaus Sholihin Gresik.”
Vachruddin, Vrisko Putra, Nashrullah Nashrullah, Ahsantudhonni Ahsantudhonni, and Hanun Asrohah. 2025. “Spiritual and Social Constructions in Islamic Pedagogy (Historical Research).” HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah 13(2):797–814. doi:10.24127/hj.v13i2.12192.
Yamin, Nur. 2017. “Itsmun Perspektif Tafsir Isyari.” Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Qur’an Dan al-Hadits 11(2):239–60.
Yuda, Ahmad Riski Darma, Fitri Wulandari, Fadia Eka Parwati, Mohammad Saifudin, and Siti Sholikhah. 2024. The Relationship of Hedonic Lifestyle with Stress Levels for Primary School Teacher Education Students (PGSD) Faculty of Science, Technology and Education University Muhammadiyah Lamongan.” Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) 10(3):475–80. doi:10.33023/jikep.v10i3.2214.
DOI: 10.21043/hermeneutik.v19i2.33452
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 HERMENEUTIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













