Open Journal Systems
An Analysis of the Meaning of Slander from the Perspective of Tafsir al-Qurtubi
Abstract
The word “fitnah” in the Qur'an has diverse and contextual meanings, so it requires in-depth exploration to understand its dimensions and implications. Through text analysis method and hermeneutic approach, this study explores Al-Qurtubi's interpretation of the verses containing the word “fitnah”. The word “fitnah” in the Qur'an has a broad and diverse meaning, depending on the context of the verse. According to Imam Al-Qurtubi in his tafsir book, “Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an”, the word “fitnah” and its derivatives are mentioned in various forms, including verbs (fi'il), nouns (isim), and adjectives. “fitnah” and its derivatives are mentioned around 60 times in the Qur'an. However, this number may vary depending on the way the word is counted and interpreted. The word fitnah in its base form (isim) is mentioned 34 times in the Quran and in its verb (fi'il) and adjective forms is mentioned 26 times in the Quran. The results showed that Al-Qurtubi interpreted fitnah in various contexts, such as tests, trials, chaos, misguidance, and torment. This study also reveals the importance of historical, linguistic, and social contexts in Al-Qurtubi's interpretation, as well as the relevance of the concept of fitnah in contemporary life.
Kata "fitnah" dalam Al-Qur'an memiliki makna yang beragam dan kontekstual, sehingga membutuhkan eksplorasi mendalam untuk memahami dimensi dan implikasinya. Melalui metode analisis teks dan pendekatan hermeneutika, penelitian ini mengeksplorasi interpretasi Al-Qurtubi terhadap ayat-ayat yang mengandung kata "fitnah". Kata "fitnah" dalam Al-Qur'an memiliki arti yang luas dan beragam, tergantung pada konteks ayatnya. Menurut Imam Al-Qurtubi dalam buku tafsirnya, "Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an", kata "fitnah" dan turunannya disebutkan dalam berbagai bentuk, termasuk kata kerja (fi'il), kata benda (isim), dan kata sifat. "fitnah" dan turunannya disebutkan sekitar 60 kali dalam Al-Qur'an. Namun, angka ini dapat bervariasi tergantung pada cara kata tersebut dihitung dan ditafsirkan. Kata fitnah dalam bentuk dasarnya (isim) disebutkan 34 kali dalam Al-Qur'an dan dalam kata kerja (fi'il) dan bentuk kata sifatnya disebutkan 26 kali dalam Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qurtubi menafsirkan fitnah dalam berbagai konteks, seperti ujian, cobaan, kekacauan, kesalahan, dan siksaan. Penelitian ini juga mengungkapkan pentingnya konteks sejarah, bahasa, dan sosial dalam interpretasi Al-Qurtubi, serta relevansi konsep fitnah dalam kehidupan kontemporer.
Keywords
References
Abidin, A. Z., & Zulfikar, E. (2017). Epistemologi Tafsir al-Jami’li Ahkam al-Qur’an Karya al-Qurtubi. Jurnal Kalam, 11(2).
Affani, S. (2018). DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān. Jurnal Theologia, 28(2), 391–418. https://doi.org/10.21580/teo.2017.28.2.1443
Anam, Z., & Kharir, A. (2021). Fitnah Wanita Dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Antara Tafsir Al-Qurṭubi Dan Tafsir an-Nûr). El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat, 5(1). https://doi.org/10.28944/el-waroqoh.v5i1.294
Falah, M. Z. N. (2023). Hakikat Menampakkan Amalan Sedekah dalam Perspektif Tafsir al-Qurthubi. Jurnal Riset Agama, 3(2), 328–343. https://doi.org/10.15575/jra.v3i2.23354
Hsb, M. H. (2024). Makna Tartil dalam Al-Qur’an Surah Al-Muzzammil Ayat: 4 (Studi Komparatif: Tafsir Al-Munir, Tafsir Al-Qurtubi, Tafsir At-Thabari). Tsaqofah, 4(1), 963–980. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v4i1.2642
Kharomen, A. I. (2018). Bias Awal Penciptaan Perempuan Dalam Tafsir Alquran (Perspektif Pendekatan Tekstual dan Kontekstual). Al Quds : Jurnal Studi Alquran Dan Hadis, 2(2), 187. https://doi.org/10.29240/alquds.v2i2.392
Mardan. (2008). Wawasan Al-Qur’an Tentang Malapetaka. Pustaka Arif.
Moch, M. (2022). Critique of Nash in Contemporary Qur’ānic Hermeneutics Using the Example of Naṣr Ḥāmid Abū Zayd’s Works. Religions, 13(2), 1–9. https://doi.org/10.3390/rel13020187
Mostfa, A. (2024). Redefining Qur’anic Hermeneutics: Muhammad ‘Abid al-Jabri and Nasr Hamid Abu Zayd’s Humanistic Interpretations. Religions, 15(3), 278. https://doi.org/10.3390/rel15030278
Muhajirin, M., Saputra, R., & Zulfikar, E. (2024). Konsep Harta Dalam Al-Qur’an: Analisis Konteks Ayat-Ayat Makkiyah Dan Madaniyah. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Quran Dan Tafsir, 4(1), 222–40.
Muhammad Ismail, & Makmur. (2020). Al-Qurţubī dan Metode Penafsirannya dalam Kitab al-Jāmi‘ li Aĥkām al-Qur’ān. Pappasang, 2(2), 17–32. https://doi.org/10.46870/jiat.v2i2.68
Mukmin, A., & Agussalim, A. (2023). Ayat-ayat Tentang Ujian Perspektif Syeikh Imam Nawawi (Kajian Tematik dalam Tafsir Munir). Al-Idaroh, 3(1), 1–10.
Nuraini, N., & Husniyani, H. (2021). Fitnah dalam Al-Qur’an. TAFSE: Journal of Qur’anic Studies, 6(1), 1. https://doi.org/10.22373/tafse.v6i1.9199
Qadriyani, L. (2021). Makna Kata Fitnah dalam Al-Qur’an (Suatu Tinjauan Semantik). Jurnal Sarjana Ilmu Budaya, 1(3), 10. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/20560
Qurthubi, M. bin A. al. (1964). Al-Jāmi’ li Aḥkām Al-Qur’ān. Daarul Kutub ‘Ilmiyah.
Salam, M. T., & Ihya’ Ulumudin. (2023). Munasabah dan Urgensinya dalam Tafsir al-Qur’an. Moderasi : Journal of Islamic Studies, 3(2), 161–167. https://ejournal.nuprobolinggo.or.id/index.php/moderasi/article/view/47/36
Sholeh, M. J. (2018). Tafsir Al-Qurṭubī: Metodologi, Kelebihan, dan Kekurangannya. Jurnal Refletika, 3(1), 95–108. https://ejournal.unia.ac.id/index.php/reflektika/article/view/173/92
Syaridawati, Yusuf, M., & Haddade, H. (2024). Al-Sabr dalam Al-Qur’an sebagai Pilar Pendidikan Karakter. Jurnal Tafsere, 12(2). https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tafsere/article/view/54353
Ulfatul, H. (2023). Emosi manusia pada penerimaan takdir ujian menurut sayyid qutb dalam tafsir fi zhilali al-Quran. Jurnal Studi Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 7(1), 60. https://ejurnal.stiqisykarima.ac.id/index.php/AlKarima/article/view/146/99
DOI: 10.21043/hermeneutik.v19i1.31322
How To Cite This :
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 HERMENEUTIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













