PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI TENTANG TAUHID, SAINS, DAN SENI
Abstract
Ismail Raji al-Faruqi adalah seorang pemikir Islam yang intens memadukan antara Islam dengan esensi ajaran tauhidnyadengan pengetahuan dan seni. Al-Faruqi menegaskan bahwa esensi pengetahuan dan kebudayaan Islam ada pada agama Islam itu sendiri. Sedangkan esensi Islam itu adalah tauhid. Ini artinya, tauhid sebagai prinsip penentu pertama dalam Islam, kebudayaannya, dan sainsnya. Tauhid inilah yang memberikan identitas pada peradaban Islam, yang mengikat semua unsurnya bersama-sama dan menjadikan unsur-unsur tersebut sebagai suatu kesatuan integral dan organis. Dalam mengikat unsur yang berbeda tersebut, tauhid membentuk sains dan budaya dalam bingkainya tersendiri. Berpegang teguh pada prinsip tauhid merupakan suatu keniscayaan dan merupakan fondamen dari seluruh kesalehan, religiusitas, dan kebaikan. Berpegang pada tauhid berarti menghayati perintah-perintah Tuhan sebagai kewajiban, dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang tersirat dalam perintah-perintah tersebut. Doktrin tauhid ini memadukan penegasan klasik sentralitas keesaan Tuhan (monoteisme) dengan interpretasi modernis (ijtihad) dan penerapan Islam dalam kehidupan modern.
Kata Kunci: Tauhid, Islamisasi, Ilmu Pengetahuan Modern (Sains), Seni
Full Text:
PDFReferences
Djamaluddin Ancok & Fuat Nashori Suroso, Psikologi Islami: Solusi Islam atas Problem-problem Psikologi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011).
Ismail Raji al-Faruqi, Atlas Budaya Islam: Menjelajah Khazanah
Peradaban Gemilang, (Bandung: Mizan, 2002).
---------, Tauhid, (Bandung: Pustaka, 1988).
---------, Pengalaman Keagamaan dalam Islam, (Yogyakarta: PLP2M, 1985).
---------, Islamisasi Pengetahuan, terj. Anas M. (Bandung: Pustaka, 1995).
John L. Esposito, Dunia Islam Modern, (Bandung: Mizan, 2001).
Zainal Habib, Islamisasi Sains: Mengembangkan Integrasi,
Mendialogkan Perspektif, (Malang: UIN Malang Press, 2007).
DOI: http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v2i2.669
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c)







