Open Journal Systems

KONSELING LINTAS BUDAYA MENUJU KEMANDIRIAN KARAKTER PESERTA DIDIK

Istina Rakhmawati

Abstract

Abstrak

Sekolah adalah salah satu tempat tumbuh berkembangnya peserta didik dalam perkembangan hidupnya. Hampir separuh dari hari-hari semasa usia sekolah, mereka habiskan di sekolah. Sebagian peserta didik yang pergi ke sekolah dan masuk ruang kelas melalui berbagai perjuangan, mulai dari memahami pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu, sampai bersosialisasi dengan teman-teman sebaya maupun lintas budaya atau budaya hidup sehari-hari. Setiap peserta didik diusia sekolah harus berjuang untuk mengelola emosi, perilaku dan permasalahan di rumah agar ia mampu menjalani harinya dengan baik di sekolah. Kondisi semacam ini membawa dampak timbal balik baik bagi sekolah, maupun peserta didik serta orang tua mereka. Oleh karena itu, tidak jarang hal ini membawa dampak yang tidak menyenangkan seperti ketertinggalan pelajaran, maupun keterlambatan penyesuaian diri dan pengelolaan emosi.Sekolah menjadi salah satu lingkungan terdekat, atau menjadi mikrosistem dari peserta didik. Pada mikrosistem inilah seorang individu berinteraksi langsung dengan agen-agen sosial, yaitu dengan teman sebaya atau guru. Kisah-kisah sukses peserta  yang berprestasi di sekolah membawa nama harum nama sekolah dalam berbagai kompetisi baik di dalam maupun di luar negeri juga tidak sedikit. Hal ini menggambarkan bahwa ada lingkungan sosial yang kondusif walaupun berbeda watak dan karakter lintas budaya tidak lain hanyalah untuk pengembangan prestasi peserta didik tersebut. Secara umum kondisi ini menggambarkan dua sisi yang kontradiktif dari dunia persekolahan kita. Di satu sisi, sekolah dapat menjadi lingkungan yang suportif bagi perkembangan anak dan remaja, di mana pengembangan dan aktualisasi potensi siswa dapat optimal. Namun di sisi lain sekolah dapat menjadi lingkungan yang justru menimbulkan masalah emosi dan perilaku pada peserta didik yang menjadi siswa.

 

Kata Kunci : Konseling Lintas Budaya, Kemandirian Karakter, Peserta Didik

Abstract

CROSS CULTURAL COUNSELLING TOWARD INDEPENDENCE STUDENTS CHARACTERS. School is one of the growing development of learners in the development of his life. Nearly half of the days during the school age, they spend in schools. Some of the students that go to school and go into the classrooms through various struggle, start from understanding the lesson given by the teacher on that day, to socialize with peers and cross-cultural or culture of everyday life. Each of the learners at the school must strive to manage emotions and behavior and the problems in the house so that he is able to live the day with either in schools. Such a condition is brought the impact of reciprocity is good for schools and learners and their parents. Therefore, not rarely this brought the impact that is not enjoyable as our outdated lessons, or delays in the adjustment of themselves and the management of emotions.schools to become one of the closest environment, or become mikrosistem from learners. On an individual is mikrosistem interact directly with the social agents, namely with peers or teachers. The story of the success stories of participants who have achievement in schools bring perfume name school name in various competitions both within and outside the country is also not a little. This illustrates that there is a conducive social environment although different characters and characters across cultures is not only for the development of the achievements of the learners. In general the condition of this describes the two sides of a contradictory from the world of schooling us. On the one hand, schools can be supportive environment for the development of children and adolescents, where the development and actualisation of potential students can be optimal. But on the other side of the school can become an environment thus causing emotional problems and behavior at the learners who become students.

Keywords : Cross-cultural counselling, Independence characters, Learners

Keywords


Konseling Lintas Budaya, Kemandirian Karakter, Peserta Didik

References


Ahmad Mubarok, 2002, Konseling Agama Teori dan Kasus, Jakarta, PT. Bina Rena Pariwisata.

Anas Salahudin, 2010, Bimbingan dan Konseling Sekolah, Bandung, Pustaka Setia.

Desmita, 2012, Psikologi Perkembangan Peserta Didik, Bandung, Remaja Rosda Karya

Muhaimin, 2003, Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam, Bandung, Nusa Cendikia

Moeslichatoen, 1999, Metode Pengajaran, Jakarta, Renika Cipta

Meinarno, EA, Halida. R, 2011, Manusia dalam Kebudayaan dan masyarakat, Jakarta, PT. Salimba Humanika

Nyanyu Khodijah, 2012, Psikologi Pendidikan, Jakarta, Raja Grafindo Persada

Sarlito W. Sarwono, 2015, Psikologi Lintas Budaya, Jakarta, PT. Raja Grafido Persada


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/kr.v7i1.1850

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam