MEMBINCANG KEMBALI AHLUSSUNNAH WA AL-JAMAAH: Pemaknaan dan Ajarannya dalam Perspektif Mutakallimin
Abstract
Eksistensi sabda Rasulullah saw. mengenai golongan yang selamat (firqah najiyah) menjadikan banyak umat Islam yang berkepentingan untuk memberikan pemaknaan dan interpretasi mengenai al-Jamaah yang dinyatakan secara eksplisit oleh Rasulullah saw. Nomenklatur al-Jamaah atau Ahlussunnah wa al-Jamaah menjadi perbincangan menarik terkait kapan kemunculannya, aqidah, ajaran, dan perluasan maknanya hingga masa sekarang. Tulisan ini berikhtiar untuk mengulas kembali tentang pemaknaan dan ajaran Ahlussunnah wa al-Jamaah dengan menggunakan paradigma mutakallimin.
Kata Kunci: Ahlussunnah wa al-Jamaah, Pemaknaan, Aqidah, Ajaran
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Jafar Subhani, al-Milal wa an-Nihal: Studi Tematis Madzhab
Kalam, (Pekalongan: al-Hadi, 1997).
H. Z. A. Shihab, Akidah Ahlussunnah versi Salaf-Khalaf dan Posisi
Asyairah di antara Keduanya, (Jakarta: Bumi Aksara, 1998)
Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisa
Perbandingan, (Jakarta: UI Press, 1986).
A. Hanafi, Pengantar Theology Islam, (Jakarta: Al-Husna Zikra,
.
Ali Ahmad as-Salus, Ensiklopedi Sunnah-Syiah, (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2001).
LTN NU, Aswaja an-Nahdliyah, Ahlussunnah wa al-Jamaah yang Berlaku di Lingkungan Nahdlatul Ulama, (Surabaya: Khalista, 2007).
Abu Dawud, Sunan, (Beirut: Dar al-Fikr, t.t).
Ibn Majah, Sunan, (Aleppo: Dar Ihya at-Turats al-Arabi, t.t).
DOI: http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v2i1.558
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c)







